
"Tentu saja aku mau kembali, Mas." jawab Bastian.
Setelah berpamitan kepada Pak Rusdi Bastian mendekati Dara, pria itu tiba-tiba memberikan kecupan di pipi Dara dan meninggalkan rumah Pak Rusdi. Pak Rusdi yang sedang minum air itu pun langsung tersedak saat melihat pemandangan seperti itu, Sedangkan Dara yang mendapat perlakuan itu seperti itu dia hanya menganggap Bastian sebatas Paman nya saja.
"Om Bastian Ini ngapain sih, main cium-cium aja. dia kira aku ini masih bayi apa." ucap Dara yang kemudian pergi ke kamarnya.
Pak Rusdi semakin yakin kalau apapun yang ada di otaknya itu benar. "Apa-apaan ini? apa Bastian benar-benar mencintai Dara? lalu apa ini Dara hanya menganggap pria itu sebagai pamannya?" Pak Rusdi yang terlihat menatap darah yang tidak mempunyai ekspresi sama sekali. tentu saja Dara hanya menganggap Bastian sebagai adik dari ayahnya, karena semenjak dulu Bastian selalu baik kepada Dara.
** Satu minggu kemudian **
"Dara, pesanan meja 11 sama meja 9!" seru Nita.
"Oke." jawab Dara .
tatapan mata seorang wanita nampak menatap Dara yang selalu bersikap begitu ceria, seorang wanita yang selalu memandang Dara dengan penuh kebencian. ingin sekali Nita menyingkirkan Dara sejauh mungkin agar dirinya bisa mendapatkan Bastian.
"Aku sangat jengkel sama wanita ini, dia selalu saja membuatku tidak bisa mendekati mas Bastian." ucap Nita.
Para pembeli selalu suka dengan semua perlakuan Dara yang begitu baik, bahkan beberapa diantara mereka yang membawa anak kecil pun Dara juga memperlakukan mereka dengan baik juga.
"Bagaimana, Apa kamu suka?" tanya seorang pria kepada pacarnya.
"Aku suka, apalagi mbaknya itu sangat ramah." jawab si wanita.
Tatapan mata seorang pria juga nampak menatap Dara, pria itu terlihat tersenyum begitu sumringah. Dirga ternyata sudah berada di cafe milik Bastian, pria itu terus menatap Dara dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Mbak pesanan meja 11!" seru anak buah Dirga.
"Baik, sebentar ya. nanti akan aku antar ke sana." jawab Dara yang Kemudian membawa pesanan meja nomor 11.
Saat berada di tempat itu terlihat Dara menatap seorang pria yang beberapa waktu yang lalu berdebat dengannya hanya gara-gara tidak mendapatkan meja.
"Halo, Om ini yang beberapa hari yang lalu mencari kursi ya?" tanya Dara yang membuat Budi terlihat menatap gadis muda itu dengan tatapan mata yang sedikit malu.
"Ya ampun bos, kita ini disebut Om sama si cewek." guman Budi sembari menatap bosnya.
Dirga nampak menunjukkan senyumnya, pria itu terlihat menatap Dara yang sudah menaruh makanan di mejanya.
"Bisa minta waktu Sebentar, Nona?" tanya Dirga kepada Dara.
"Mau apa, Tuan?" tanya Dara.
"Bisa bicara denganku, sebentar?" tanya Dirga lagi.
"Terlihat Dara berdiri di samping Dirga, wanita itu bersiap untuk mendengarkan. mungkin saja kalau Dirga akan mengomentari makanan atau cafe milik Bastian.
"Apakah kamu sudah menikah?" tanya Dirga kepada Dara.
"Kalau kamu belum menikah, Apa kamu mau menjadi istriku?" tanya Dirga yang membuat Dara langsung menatap pria yang baru dia kenal itu. sesaat kemudian Dara memutar kedua bola matanya, wanita itu benar-benar begitu kesal dengan perkataan yang selalu dia dengar itu.
"Maaf ya om tampan, untuk pertanyaan seperti itu saya tidak bisa menjawabnya. tapi kalau untuk pertanyaan yang saya akan menjawabnya." jawab Dara yang kemudian pergi meninggalkan Dirga.
Dirga benar-benar sangat terpukau dengan wanita muda yang sudah membuat hatinya rontok seketika itu. "Dia akan semakin luar biasa jika dia sudah menjadi istriku." ucap Dirga.
"Sesulit apapun aku pasti akan mencari jalan keluar untuk mendapatkan wanita itu." jawab Dirga.
Terserah apa yang diinginkan oleh Dirga, yang pasti Budi hanyalah seorang bawahan yang bisa melakukan apapun sesuai permintaan dari bosnya. salah satu teman Dara yang tadi ikut.., nampak Gadis itu tersenyum kepada Dara.
"Kamu pakai pelet apa sih, Dara. kok pria-pria itu pada naksir kamu semuanya?" tanya teman Dara.
"Kamu kira aku ini dukun apa, pakai pelet susu atau lain sebagainya." jawab Dara sembari memancingkan bibirnya.
"Aku yakin deh kalau kamu itu pakai susuk di bibir." canda teman Dara kembali.
"Kalau aku pakai susuk, akan ku pakai seluruh tubuhku dari ujung kepala sampai ujung kaki. dari pucuk Jari tanganku hingga pucuk jari kakiku." jawab Dara yang kemudian membersihkan meja yang telah ditinggalkan oleh pembeli.
Salah satu pegawai pria yang ada di toko itu memang sudah diperintahkan oleh Bastian untuk selalu memberikan informasi apapun kepada Bastian mengenai para pria yang selalu menggoda Dara.
Di tempat lain Bastian sudah memanggil Ferdi yang sudah berada di kampus. "Ada apa ya Pak?" tanya Ferdi kepada Bastian.
"Kamu ada hubungan apa dengan Dara, Ferdi?" tanya Bastian.
"Memangnya ada apa ya Pak?* tanya Ferdi sambil yang sangat terkejut dengan pertanyaan Bastian.
"Kamu mempunyai hubungan apa sama Dara ataukah kamu menyukai Dara?" tanya Bastian yang membuat Ferdi langsung terdiam.
Dari raut wajah yang ditunjukkan oleh Ferdi, Bastian sudah tahu kalau tebakannya itu sangat benar. "Dengarkan aku baik-baik, Ferdi. aku tidak akan membiarkanmu mendekati Dara dengan cara apapun." ucap Bastian.
"Kenapa saya tidak boleh mendekati Dara, Pak?" tanya Ferdi.
"Aku hanya memperingatkan satu kali ini saja, kamu jangan sampai mendekati Dara sebagai seorang pria, kalau kau hanya dekat dengannya sebagai seorang teman it's oke. tapi lebih jauh dari itu maka aku akan memperingatkanmu dengan sangat keras." ucap Bastian yang membuat Ferdi langsung tersentak.
Pernah waktu itu ada seorang pria yang mencoba mendekati Dara dengan cara kasar, pria itu adalah mahasiswa yang ada di kampus Dara, Dara selalu menolak pria itu namun pria itu selalu saja mendekati Dara dengan beribu alasan. Bastian yang mengetahui hal itu seketika pria itu memberikan pelajaran. di suatu malam Bastian menemui pria yang hendak melakukan sesuatu kepada Dara, pria itu dihajar oleh Bastian hingga babak belur bahkan diancam oleh Bastian hingga membuat si pria langsung pindah universitas.
Seperti Hari ini pula terlihat seorang pria yang merencanakan sesuatu karena diperintahkan oleh Sarah, seorang pria yang dibayar olehS Sarah untuk berbuat jahat kepada Dara. Bastian yang mengetahui hal itu pria itu nampak terdiam, namun ketika kampus sudah usai Bastian langsung menemui dua pria yang sudah dibayar oleh Sarah untuk berbuat jahat kepada Dara.
"Dengarkan Aku baik-baik, aku akan membunuh kalian jika sampai kalian melakukan sesuatu kepada Gadis itu." ancam Bastian yang sudah mencengkram leher Salah satu pria.
"Ampun Pak, ampun." ucap si pemuda yang terlihat kesakitan karena lehernya sudah dicekik oleh Bastian.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian