I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Pernikahan Bastian dan Dara



Hari ini tibalah sudah hari pernikahan antara Dara dan Bastian, wanita itu benar-benar sangat bersemangat dengan semua cerita cintanya selama ini.


Terlihat Pak penghulu meminta mempelai wanita datang ke tempat pernikahan, beberapa orang mencibir gadis muda yang menikah dengan Bastian. memang dulu Bastian berwajah tampan namun sekarang Bastian benar-benar berwajah begitu menakutkan.


Seorang pria datang ke tempat pernikahan, terlihat Dara sudah memantapkan hatinya untuk menikah dengan Bastian. pernikahan itu dilakukan di rumah Bastian, walaupun begitu Bastian harus menerima semua pembicaraan beberapa tetangganya. Bastian ikhlas asalkan Dara tidak memiliki pemikiran seperti orang-orang itu.


Acara pernikahan itu akhirnya dimulai, terlihat Pak penghulu mulai meminta wali dari pihak mempelai wanita untuk datang. seketika Dara yang Mendengar hal itu, dia benar-benar terkejut dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia tidak tahu siapa sebenarnya ayahnya.


"Saya akan menikahkan putri saya, Pak penghulu." ucap seorang pria yang terlihat datang ke tempat Dara.


Seketika Dara menatap pria asing yang sudah berada di tempat itu, Pak Rusdi nampak menyambut seorang pria bersama dengan istrinya itu.


"Siapa Anda, Pak?" tanya Dara yang terlihat sama sekali tidak mengenal pria itu.


Singkat cerita sebenarnya pria itu adalah ayah kandung dari Dara, pernikahan putri dan pria itu hanya berlangsung selama satu tahun saja. setelah Dara lahir Bu Sri langsung meminta cerai kepada suaminya, dia pergi dari rumah tanpa memberi kabar kepada sang suami.


Beberapa tahun kemudian Bu Sri menikah dengan seorang pria yang dikenal Dara sebagai suami pertama dari ibunya, namun yang sebenarnya pria itu adalah suami kedua. pernikahan selanjutnya tidak pernah bertahan lama Bu Sri selalu membuat kehidupan pernikahannya begitu singkat.


"Baiklah kalau begitu, Pak. perkenalkan nama anda dan nama putrimu." ucap pak penghulu.


"Nama saya Hadi Suryono, Putri Saya adalah Dara Asmarani binti Hadi Suryono."


setelah mengatakan hal itu akhirnya pernikahan Dara dan Sebastian dilangsungkan.


"Ijab kabul itu diucapkan oleh Bastian dengan begitu lancar tanpa kesalahan sama sekali.


"Sah para saksi?!" tanya Pak penghulu.


"Sah!"jawab para saksi.


"Amin." ucap pak penghulu.


Setelah pernikahan itu terlihat Dara mendekati Pak Rusdi, wanita itu menanyakan mengenai pria yang barusan datang ke pernikahan mereka.


Dara terlihat menatap pria yang memakai salah satu tongkat bersama seorang wanita cantik di sampingnya. "Bapak ini siapa ya? Kenapa Bapak menikahkan saya?" tanya Dara.


"Bapak kan sudah bilang kalau bapak ini adalah Bapak kandungmu." jawab Pak Hadi.


Pak Rusdi mendekati putrinya, menatap putrinya sembari memeluk gadis kecilnya tersebut. "Dara, pria ini adalah bapakmu. waktu kamu bilang ingin menikah bapak bingung, Bapak tidak bisa menikahkanmu, Dara. Bapak berusaha mencari tahu mengenai pernikahan pertama ibumu. Bapak menemui pria itu dan menanyakan mengenai ibumu, ternyata benar dia bilang dia mempunyai seorang putri yang entah dibawa Ke Mana oleh mantan istrinya itu." jawab Pak Rusdi.


Terlihat Pak Hadi menceritakan mengenai kenangan lama tersebut, Dara meneteskan air matanya kemudian memeluk Pak Rusdi.


"Kenapa Bapak tidak bilang sama Dara?" tanya Dara.


"Bapak ingin menikahkanmu dengan layak, Dara. Bapak tidak mungkin menjerumuskan putri Bapak ke lembah jurang, Bapak memang membesarkanmu tapi bapak tidak punya hak untuk menikahkanmu karena Ayahmu masih hidup. jika ayahmu tidak mau mungkin bapak akan menikahkanmu dengan wali hakim, tapi karena berkat kebaikan Tuhan bapak bisa mendapatkan keberadaan Ayah kandungmu." ucap Pak Rusdi.


"Terima kasih ya Pak." ucap Dara.


Pak Hadi yang melihat kebaikan dari Pak Rusdi nampak pria itu mendekati tak Rusdi. "Aku selalu berdoa kepada Allah agar suatu saat putriku mendapatkan seorang ayah yang mau menerimanya. bertahun-tahun aku mencarinya aku takut putriku ditelantarkan oleh ibunya, aku tahu benar Bagaimana sifat Sri." ucap Pak Hadi.


"Walaupun Bapak ini tidak mempunyai hak atas dirimu, Bapak sangat menyayangimu, Dara." ucap Pak Rusdi.


"Walaupun kita tidak mempunyai hubungan darah, Kamu adalah bapakku sampai aku mati. mungkin aku mempunyai ayah kandung namun di akhirat nanti jika aku ditanya oleh para malaikat aku akan bilang bapak kandungku itu adalah Pak Hadi. namun bapak yang akan selalu menjadi penuntunku adalah Pak Rusdi, sampai kapanpun bapak akan menjadi bapakku." ucap Dara yang kemudian memeluk Pak Rusdi dengan begitu erat.


Pak Hadi tidak bisa melakukan apapun, entah suami ke berapa Pak Rusdi namun Pak Hadi yakin Dara akan selalu bahagia bersama dengan pria itu.


"Dara, Kalau kami menemuimu kamu akan menyambut kami kan?" tanya Bu Mutia kepada Dara.


"Tentu saja Bu, saya akan menyambut ibu bersama Pak Hadi." jawab Dara.


Terlihat kebahagiaan itu benar-benar begitu nyata, Bastian yang melihat hal itu pria itu juga ikut bahagia dengan semua kebahagiaan yang sekarang dimiliki oleh Dara.


"Kalau begitu Bapak sama Ibu silakan beristirahat di ruang tamu, saya harap kalian menginaplah di sini untuk beberapa hari." pinta Bastian.


"Alhamdulillah jika kami diterima, nak." jawab Pak Hadi Bersama sang istri.


Di dalam penjara terlihat Sarah sudah mendapatkan informasi mengenai Bastian yang sudah menikahi Dara. Wanita itu benar-benar sangat marah luar biasa, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. namun terlihat Sarah tidak akan pernah melepaskan Bastian bersama Dara. Sarah mendapatkan hukuman 5 tahun penjara karena percobaan pembunuhan yang dia lakukan kepada Dara. hampir 1 tahun ini Sarah sudah melalui hukuman tersebut. "4 tahun lagi aku pasti akan keluar, setelah aku keluar akan kupastikan mereka berdua menderita." ucap Sarah yang berada di balik sel penjara.


Di dalam kamar tersebut terlihat Bastian menatap Dara yang sedang berganti pakaian.


"Apa bisa aku bantu, sayang?" tanya Bastian.


"Iya Mas, Tolong bukakan resleting bajuku ini. resleting baju kok ditaruh di belakang, aku susah bukanya." ucap Dara.


"Memangnya kamu mau resleting baju ditaruh di mana? Apa di atas kepala? ya nggak lucu kan." jawab Bastian sembari tertawa melihat kelakuan Sang istri.


"Ya tidak begitu om, maksudku itu ditaruh di samping gitu loh. kan biar enak." ucap Dara yang kemudian membuka sanggul rambutnya.


"Kalau di samping kan kamu nggak butuh bantuanku, desainer itu pinter loh sayang menaruh resleting di belakang. kalau di belakang kan suamimu yang bakal membukanya." jawab Bastian sambil tersenyum kemudian memeluk Dara dari belakang.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan