I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Kedatangan Toni



Sudah enam bulan berlalu, Dara selalu mencari keberadaan Bastian. setiap hari Dara selalu memikirkan mengenai Di mana keberadaan Bastian selama ini, tiada hari tanpa Dara memikirkan keberadaan Bastian. terlihat wanita itu harus menata hatinya membuat dirinya kuat dengan semua yang sudah terjadi.


"Dara." panggil mbak Tri.


"Ya ada apa Mbak." jawab Dara.


"Dara, bisa tidak kamu memberikan dua contoh desain pakaian. ada seorang wanita yang ingin membuat desain pakaian pengantin untuknya." ucap mbak Tri.


"Iya mbak, siap." jawab Dara.


Akhir-akhir ini Dara jarang sekali berbicara, kalaupun dia berbicara hanya seperlunya saja. pikirannya benar-benar terkuras memikirkan dimana keberadaan Bastian, Dara benar-benar begitu sedih dengan semua kenyataan Bastian tiba-tiba menghilang tanpa kabar.


"Bagaimana Mbak, apa suka?" tanya Dara.


"Aku mau keduanya, tolong dalam 2 bulan ini diselesaikan ya, karena aku harus memakainya untuk pemotretan." pinta seorang wanita.


"Baiklah, kami akan segera menyelesaikan pesanan Anda." ucap Mbak Tri. terlihat mbak Tri menatap Dara yang benar-benar pikirannya sangat kosong wanita itu memang bisa membedakan pekerjaan dan masalah pribadinya. "Dara, nanti bisa makan sama Mbak, tidak?" tanya mbak Tri.


"Makan di mana Mbak?" tanya Dara.


"Di restoran yang ada di dekat tempat ini saja." jawab Mbak Tri.


"Oke." ucap Dara yang menunjukkan senyum keterpaksaannya.


Siang itu akhirnya Dara makan bersama dengan mbak Tri di restoran yang ada di sebelah butik, terlihat mbak Tri berusaha untuk menghibur Dara dengan semua kesedihannya.


"Dara." panggil mbak Tri.


"Iya Mbak." Jawab Dara.


"Kamu percayakan sama Bastian?" tanya mbak Tri kepada Dara.


Dara yang mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika wanita itu terdiam, Dara melihat mbak Tri kemudian menunjukkan senyumnya.


"Tentu saja Mbak, saya yakin dengan om Bastian." jawab Dara.


"Bastian adalah pria yang mempunyai ketegasan, keteguhan dan prinsip yang sangat besar, Dara. pria itu bukanlah seorang pria yang suka mempermainkan wanita, suka menebar janji menebar, pesona dan berkata palsu Bastian adalah pria yang sangat baik dia tidak mungkin tiba-tiba membohongimu." ucap Mbak Tri.


Dara yang hendak memasukkan makanan ke mulutnya sekata dia menghentikan pergerakannya. "Aku percaya kalau Om Bastian bukan pria yang tidak mempunyai tanggung jawab, Mbak. aku yakin ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa memberiku kabar." jawab Dara.


Ketika mereka sedang berbincang-bincang seorang pria datang ke restoran tersebut, tatapan mata pria itu menatap Dara yang sedang makan bersama dengan pemilik butik.


"Dara." Panggil Toni yang tiba-tiba datang ke tempat Dara.


"Mas Toni." jawab Dara yang sangat terkejut saat melihat sahabat dari Bastian tiba-tiba berada di restoran.


"Mas Toni, mas Toni lagi apa di sini?" tanya Dara.


Terlihat mbak Tri yang sedang berbicara dengan Dara wanita itu menatap Toni.


"Punya waktu Sebentar, aku mau berbicara denganmu." ucap Tony.


"Baiklah kalau begitu, Kamu bicaralah dulu sama pria ini aku akan kembali. nanti kalau ada apa-apa kamu telepon Mbak Ya," ucap Mbak Tri.


"Terima kasih ya, mbak." jawab Dara.


Setelah mbak Tri pergi terlihat Tony duduk bersama Dara. "Ada apa mas Toni?" tanya Dara. raut wajah Tony benar-benar begitu serius saat menatap Dara.


"Dara, Bisakah kamu ikut denganku?" tanya Toni.


"Ada apa mas?" tanya Dara.


"Bisakah kamu ikut dengan mas Toni, aku harus segera membawamu sesuatu tempat. kalau tidak kamu izin dulu sama bapakmu karena ini adalah sesuatu yang sangat penting." jawab Toni.


Mendengar jawaban seperti itu Dara benar-benar sangat kebingungan, Entahlah Ada apa dan apa yang terjadi. "Apa ada sesuatu atau Ada apa mas?" tanya Dara.


"Ya sudah, aku minta kamu izin dulu sama bosmu tadi. karena kita harus segera pergi ke suatu tempat." jawab Toni.


Karena merasa ada sesuatu yang tidak beres akhirnya Dara meminta izin kepada mbak Tri untuk pergi ke suatu tempat, sebenarnya Mbak Tri mengenal Toni karena Bastian pernah memperkenalkannya kepada Tony.


"Iya Mbak." jawab Dara.


Dara pergi ke rumahnya untuk meminta izin kepada bapaknya, terlihat pria itu benar-benar sangat kebingungan. "Begini saja, Bapak ikut saja sama kami karena aku yakin Dara akan kepikiran jika dia tidak melihat Bapak." ucap Toni.


"Memangnya ada apa, apa yang terjadi? Memangnya kamu mau mengajak kami ke mana?" tanya Pak Rusdi.


"Sudahlah pak." jawab Toni yang benar-benar belum bisa mengatakan apa yang terjadi.


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya Toni membawa Dara dan Pak Rusdi ke sebuah tempat, perjalanan yang membutuhkan waktu beberapa hari. Dara benar-benar kebingungan karena mereka sudah berada di suatu tempat yang lumayan terpencil di sebuah pedesaan dengan pemandangan yang lumayan indah.


"Ini Tempat siapa Mas?" tanya Tony.


"Turunlah, nanti kamu akan tahu." jawab Toni.


DEG..


DEG..


Entah mengapa tiba-tiba saja jantung Dara berdebar begitu kencang, terlihat wanita itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dara memegang dadanya Entah mengapa jantungnya benar-benar berdebar begitu kencang seolah ada sesuatu yang akan terjadi. langkah kaki Dara memasuki sebuah rumah tua namun begitu megah, Setelah memasuki rumah itu beberapa orang membawa Dara ke kebun belakang rumah tersebut.


Terlihat di sana seorang pria duduk dengan memandang sebuah pohon yang ada di tempat itu. Dara sangat kebingungan dengan apa yang terjadi.


"Bastian." Panggil Toni yang berada di belakang tubuh Dara.


Seketika pria itu menoleh menatap Tony dan betapa terkejutnya Dara ketika melihat seorang pria dengan wajah yang benar-benar sangat menakutkan.


"Ya Allah..," ucap Dara sembari menutup mulutnya. wanita itu melihat sosok pria yang begitu dia kenal, seorang pria yang dia Tunggu selama 6 bulan lebih. sosok pria yang begitu dia rindukan, sosok pria yang begitu dia cintai.


DEG..


Bastian yang melihat darah sudah berada di tempat itu seketika pria itu benar-benar sangat terkejut dan tersentak. Bastian menatap Dara yang menatap dirinya, pria itu masih belum sanggup untuk melihat Dara. melihat wanita itu dengan semua kondisinya sekarang ini.


Seketika Bastian langsung berlari meninggalkan Dara, pria itu tidak ingin cara melihat kondisinya yang sekarang ini.


"Om," Panggil Dara. "Om Bastian." Panggil Dara.


Terlihat Bastian tidak menghiraukan panggilan Dara, pria itu langsung menutup pintu kamarnya dengan sangat kencang.


"Om." panggil Dara kembali.


Tak ada sahutan, seketika Dara langsung berlari mengejar Bastian yang sudah memasuki rumah tersebut. Pak Rusdi benar-benar sangat terkejut saat melihat mantan adik iparnya tersebut, pria itu tidak percaya dengan apa yang terjadi.


BRAKKK...


BRAKKK..


BRAKKK...


"Om, om!!" panggil Dara sembari menggebrak pintu kamar Bastian dengan begitu keras.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan