
"Kok mas tidak disuapi juga, Bastian?" tanya Pak Rusdi kepada Bastian.
"Tangan Mas kan tidak apa-apa, masih bisa makan sendiri." jawab Bastian yang kemudian terus menyuapi Dara.
Dirga yang melihat pemandangan seperti itu hatinya sedikit meronta, namun ketika dia mengingat Kalau pria seusianya itu adalah paman dari si cantik tentu saja Dirga hanya terdiam.
"Budi, berikan buah-buahan ini kepada si cantik." pinta Dirga.
"Apa mau Bos?" tanya Budi.
"Sudah, kasihkan aja kamu itu kok cerewet banget sih. seperti emak-emak mau pergi ke pasar aja." ucap Dirga yang membuat Budi memberikan satu resep buah-buahan yang tadi dia beli.
"Ini apa?" tanya Bastian kepada Budi.
"Ini dari bos saya, semoga kalian mau menerimanya." jawab Budi yang kemudian berjalan ke arah Dirga kembali.
Pemandangan yang terlihat itu benar-benar menggelitik Siapa saja yang melihatnya, Bastian begitu memperlakukan Dara seperti gadis kecil kesayangannya. hari itu menjadi hari yang benar-benar membuat Dirga merasakan kepanasan, sedangkan Dara terlihat gadis muda itu dan ayahnya Sudah terlelap.
Bastian menatap ponselnya, pria itu sudah mengetahui bagaimana ciri-ciri dari pria yang sudah menabrak Dara.
"Ada apa kamu menelponku bro?" tanya seorang pria dari sebuah tempat.
"Aku minta padaMu untuk mencari tahu mengenai orang ini, katanya tadi sore dia sudah keluar dari rumah sakit." jawab Bastian.
"Memangnya ada apa, kenapa kamu mencarinya. apakah ada masalah?" tanya seorang pria.
"Sudah, kamu cari saja pria itu nanti kamu sudah mendapatkan kabar kamu langsung beritahu aku." ucap Bastian yang kemudian mematikan ponselnya.
Bastian harus menunggu Dara keluar dari rumah sakit terlebih dahulu, setelah itu pria itu akan mencari seorang pria yang sudah membuat Dara dan Pak Rusdi terluka. walaupun luka mereka tidak terlalu parah jika mendengar cerita yang diucap yang diceritakan oleh Dara Bastian mulai memikirkan tentang kejadian itu, mungkin saja pria itu adalah orang suruhan seseorang untuk mencelakai Dara.
Malam yang begitu sepi itu membuat Bastian hanya bisa menatap Dara dan Pak Rusdi, pria itu akan memberikan hukuman kepada orang yang sudah mencelakai kekasih hatinya. keesokan hari Dara sudah dipastikan kalau dia baik-baik saja, karena hal itu dokter sudah memperbolehkan Dara keluar dari rumah sakit, Bastian mengantarkan Dara kembali ke rumah bersama Pak Rusdi sedangkan Dirga pria itu juga pulang hari itu juga. Dirga benar-benar merasa bahagia, pria itu tidak akan melepaskan kesempatan lagi untuk bisa mendekati gadis cantik kesayangannya.
** Dua hari kemudian **
BUKK...
BUKK...
BUKK...
seorang pria di pukul hingga babak belur.
"Cepat katakan siapa orang yang menyuruhmu?" tanya Bastian.
Seorang pria sudah mengalami babak belur di wajahnya, ternyata Bastian melakukan apa yang dia katakan. seorang pria yang sudah menabrak Dara beberapa hari yang lalu, pria itu sudah berada di tangan Bastian wajahnya Sudah Bapak belur karena Bastian memberikan pria itu pukulan bertubi-tubi.
"Aku tidak tahu apa maksudmu." jawab si pria.
"Aku tanya sekali lagi, Siapa orang yang menyuruhmu?" tanya Bastian.
"Aku tak tahu apa yang kau katakan." jawab si pria yang masih bersikukuh untuk tidak mengatakan Siapa orang yang sudah menyuruhnya.
GREPP...
seketika Bastian tersenyum, pria itu menatap si pria sembari menunjukkan seringai membunuhnya.
Bastian nampak melihat pria itu dengan tatapan mata yang benar-benar akan membunuh, kedua kaki dan tangan si pria terlihat gemetar. Jika dia tidak mengatakannya dia yakin pria itu akan membunuhnya, tapi dia tidak akan membuka mulut karena dia sudah berjanji. Bastian mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya, dari dalam kotak kecil itu Bastian menyimpan sesuatu. sebuah jarum yang begitu kecil, Bastian yang menggunakan sarung tangan nampak dia mengambil satu jarum tersebut.
"Katakan selamat tinggal kepada dunia ini, karena aku yakin esok pagi kamu tidak akan bisa bangun dan kamu tidak akan bisa melihat keluargamu." ucap Bastian sembari menunjukkan senyum membunuhnya.
Seketika si pria langsung terdiam, tatapan matanya menata Bastian yang sudah membawa sesuatu di tangannya. sebuah jarum yang begitu kecil namun dia yakin itu bukanlah jarum biasa. ketika Bastian hendak menusukkan jarum itu pria itu langsung membeku.
"Akan ku katakan, akan kukatakan Siapa orang yang sudah menyuruhku." ucap si pria sembari mengarahkan tangannya ke arah Bastian.
"Katakan Siapa orang yang sudah menyuruhmu?" tanya Bastian.
"Namanya Sarah, Wanita itu sudah menyuruhku dia membayarku dengan harga mahal untuk mencelakai wanita itu. namun sayangnya usahaku gagal." jawab si pria.
Bastian benar-benar marah ketika dia mendapatkan nama dari orang yang berusaha untuk mencelakai Dara. "Baguslah kalau begitu, kalau begitu segeralah pergi dari sini Jika aku sampai menemukanmu aku yakin aku tidak akan memaafkanmu." ucap Bastian yang meminta si pria untuk pergi. Bastian benar-benar tidak akan mengira kalau wanita yang sudah mengejarnya selama beberapa tahun itu berusaha untuk mencelakai Dara. karena hal itu Bastian akan membuat sebuah rencana cantik untuk membuat Sarah merasakan hasil dari perbuatannya.
Setelah mendapatkan nama dari orang yang mencelakai Dara, akhirnya Bastian kembali ke rumahnya. pria itu masuk ke dalam mobil bersama dengan salah satu temannya.
"Bagaimana, Siapa orang yang berusaha untuk mencelakai wanita itu?" tanya teman Bastian kepada Bastian.
"Dengarkan Aku Toni, Aku meminta sedikit bantuanmu." ucap Bastian.
"Memang ada apa." jawab Toni.
"Bagaimana jika aku membunuh seseorang?" tanya Bastian.
"Kamu jangan gila, jika kamu melakukan hal itu kamu akan kehilangan wanita itu. santai saja bro berikan dia hukuman, setelah itu biarkan saja kamu jangan sampai membuat kedua tanganmu itu berlumuran darah. Jika kamu sampai melakukannya gadis kesayanganmu itu akan melarikan diri darimu." jawab Toni yang kemudian melanjutkan mobilnya.
Beberapa menit kemudian Bastian sudah berada di rumah, terlihat Bastian menatap rumah yang selalu kosong itu, Bastian terus memikirkan bagaimana caranya untuk menyampaikan perasaannya kepada Dara. Bastian tidak ingin Dara diambil oleh orang lain, namun Bastian juga takut mengatakan perasaannya kepada Dara karena memang rentang usia mereka berbeda jauh.
Ketika Bastian dalam kebingungan, tiba-tiba Pak Rusdi keluar dari dalam rumah Bastian hingga membuat pria itu sangat terkejut.
"Ya ampun mas, mas dari mana saja kok tiba-tiba nongol dari dapur?" tanya Bastian kepada Pak Rusdi.
"Ada sesuatu yang harus Mas bicarakan sama kamu, jadi mas menunggu kamu yang dari tadi belum pulang." jawab Pak Rusdi.
"Lalu, Mas ngapain di dapur?" tanya Bastian.
"Lagi cari makanan, kamu itu miskin banget sih nggak ada makanan di rumah." ucap Pak Rusdi yang membuat Bastian hanya tersenyum.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian