I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Bastian yang posesif



"Ada apa Om, kenapa aku tidak boleh pergi?" tanya Dara kepada Bastian.


"Kamu habis ngapain? Kenapa dua jarimu terluka?" tanya Bastian.


"Oh ini, Ini tadi tidak sengaja teriris saat memotong Om." jawab Dara.


Terlihat Bastian terdiam sembari menatap Dara yang semakin hari semakin membuat jantung Bastian berdebar begitu kencang, seolah jantung itu adalah genderang yang ditabuh saat ingin pergi berperang.


"Kamu ini bisa nggak sekali-kali tidak membuat panik om seperti ini?" tanya Bastian .


"Memangnya Dara membuat panik om, Ngapain?" tanya Dara yang benar-benar tidak tahu apa yang dikatakan oleh Bastian.


"Kamu nggak usah pulang dulu, kamu tunggu di kantor Om aja. Awas ya kalau kamu pulang terlebih dahulu." ucap Bastian.


"Memangnya kenapa Om? aku tadi bawa motor loh.., kalau aku disuruh nunggu Om nanti motorku gimana?" tanya Dara kepada Bastian.


"Tadi Om tidak bawa motor tidak bawa mobil, tadi Om naik taksi." jawab Bastian sembari melirik Dara karena tanpa sengaja Bastian lupa menaruh kunci motor dan mobilnya.


"Penyakit pikun Om kambuh lagi yah? Ya ampun Om..., om ini udah tua banget ya." cibir Dara yang membuat Bastian memukul dahi Dara dengan keras namun lembut.


"Sudah jangan banyak bicara, kamu cepat ke kantor Om tunggu di sana jangan sampai pergi!" perintah Bastian yang membuat Dara langsung bergegas ke kantor Bastian.


Saat Dara baru keluar dari pintu ruang kelasnya seorang wanita yang selalu mendekati Bastian dengan seribu caranya terlihat baru memasuki ruang kelas itu.


"Bastian!" Panggil Sarah yang memasuki ruang kelas Dara.


"Apaan sih..," ucap Dara yang tubuhnya disingkirkan oleh Sarah.


"Kamu ngapain sih di sini, kelas kan udah bubar. sana pergi!" bentak Sarah kepada Dara.


Bastian menatap Sarah yang membentak Dara. Hal itu membuat Bastian sedikit naik pitam. "Seharusnya aku yang berkata seperti itu padamu, Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Bastian kepada Sarah.


"Bastian, aku kan ada acara makan-makan sama teman-temanku. Ayo ikut dong..," ucap Sarah.


"Aku tidak ada waktu, Pergilah setelah ini aku harus melihat beberapa skripsi dari para mahasiswa." ucap Bastian yang kemudian berdiri dan membersihkan mejanya. langkah kaki Bastian langsung meninggalkan Sarah dan menarik Dara keluar dari ruang kelas tersebut.


"Apaan sih itu bocah, selalu saja menggangguku." gerutu Sarah yang melihat Bastian sudah pergi bersama dengan Dara.


"Ada apa Om?" tanya Dara kepada Bastian.


"Tidak apa-apa, Ayo cepat pergi dari sini." jawab Bastian.


Tatapan mata Ferdi menatap Dara yang sudah dibawa pergi oleh Bastian. terkadang Ferdi selalu memikirkan sebenarnya Apa hubungan darah dan Bastian, pria itu selalu marah jika ada seorang pria yang mendekati Dara bahkan pria itu selalu melakukan sesuatu jika ada seorang pria yang sudah dia peringatkan namun tetap sadar mendekati Dara.


"Sebenarnya siapa Pak Bastian itu, kenapa dia bersikap begitu posesif kepada Dara?" ucap Ferdi.


Langkah kaki Ferdi hendak pergi dari tempatnya, namun seorang wanita yang menyukai Ferdi juga menatap Ferdi dari tempat yang jauh.


"Percuma saja kamu menyukai Dara, Ferdi. karena Dara adalah milik Pak Bastian, tidak akan ada satu pria pun yang akan berhasil mendekati Dara." ucap seorang gadis muda yang bernama Husna. seorang gadis berjilbab yang selalu menyukai Ferdi dalam diam, seorang gadis muda yang memang menjadi teman Dara.


"Om, aku mau cepat pulang dong. aku mau segera sampai rumah." ucap Dara.


"Memangnya ada apa?" tanya Bastian.


"Bapak sedang nggak enak badan Om, kasihan bapak di rumah sendiri." ucap Dara yang terlihat memukul pundak Bastian.


"Ya udah kalau gitu, ayo kita pulang. lagi pula aku juga punya pekerjaan yang harus aku selesaikan." ucap Bastian yang kemudian merangkul pinggang Dara dengan begitu erat.


Begitu banyak wanita yang cemburu akan kedekatan Dara dan Bastian, Dara memang menganggap Bastian hanya sebatas paman atau adik dari sang ayah, namun berbeda dengan Bastian yang menganggap Dara sebagai sesuatu yang sangat berharga.


"Jangan om, nanti kita kena tilang seperti waktu itu." ucap Dara yang membuat Bastian malah ikut tersenyum.


Pak satpam yang melihat Dara dan Bastian nampak pria tua itu sepertinya tahu bagaimana perasaan Bastian dan juga pria itu tahu bagaimana sih sikap Dara terhadap Bastian. Bastian selalu senang ketika bersama dengan Dara, apalagi ketika naik motor dan Dara memeluknya dengan begitu erat.


"Kamu udah beli makanan belum?" tanya Bastian.


"Belum Om." jawab Dara.


"Ya udah kita beli makan dulu, setelah itu aku juga mau ke rumahmu. aku mau numpang mengerjakan pekerjaan rumah." ucap Bastian yang membuat Dara langsung mencibir kan bibirnya.


"Jelas-jelas mau minta tolong, bilang aja seperti itu pakai acara begini begitu." Dara yang bergumam namun masih didengar oleh Bastian.


"Kiita ini adalah makhluk yang saling membutuhkan, Om selalu bantu kamu dan kamu harus bantu Om." ucap Bastian.


"Iya, kalau aku ada masalah dan dibawa ke kantor polisi pasti aku akan diambil oleh om. bapak nggak berani mengambil Aku di kantor polisi." ucap Dara.


"Bapakmu itu punya ketakutan sama kantor polisi, jadi jangan sampai bapakmu itu ke kantor polisi, bisa-bisa bapakmu enggak bakal bangun lagi kalau pingsan di sana." jawab Bastian yang membuat Dara mencubit pinggang Bastian.


Suara canda tawa serta kemesraan mereka berdua itu mungkin akan membuat orang lain menggira kalau mereka itu adalah pasangan kekasih. sekitar beberapa menit atau tepatnya 45 menit kemudian Dara dan Bastian sudah sampai di rumah Pak Rusdi.


"Bapakmu sakit apa?" tanya Bastian yang sudah mematikan mesin motornya.


"Masuk angin mungkin Om." jawab Dara. terlihat Dara kesusahan untuk membuka helm yang dia pakai, dengan segera Bastian membuka helm yang dipakai oleh Dara dengan begitu lembut. Bastian langsung mencubit pipi Dara hingga membuat Dara merengek kesakitan.


"Auch...,Sakit Om.' ucap Dara dengan begitu manja.


Pak Rusdi yang melihat dari jendela ruang tamu nampak pria itu menatap semua tingkah laku Bastian selama ini. pak Rusdi yakin kalau Bastian memiliki perasaan kepada Dara, jika pun itu benar apa salahnya karena selama ini Bastian selalu melindungi gadis berusia 18 tahun tersebut.


"Aku masuk dulu ya Om." ucap Dara.


"Ya Om mau masukin motornya dahulu." jawab Bastian.


CEKLEK..


Dara membuka pintu rumahnya, terlihat di sana Pak Rusdi sudah menunggu Dara pulang dari kampus. "Ya Allah Bapak, ngagetin aja." ucap Dara.


"Assalamualaikum dulu, Dara." ucap Pak Rusdi.


Dara tersenyum kemudian mencium tangan Pak Rusdi, sedangkan Bastian tentu saja pria itu sudah masuk lewat pintu garasi yang terhubung ke dapur.


"Mas, Katanya sakit?"tanya Bastian.


"Iya Bastian, Mas nggak enak badan. mungkin masuk angin." jawab Pak Rusdi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian