
"Ampun pak!!" seru dua pria.
"Berani sekali kalian berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Dara." ucap Bastian yang tidak melepaskan cengkramannya kepada salah satu pria.
"Lepaskan Pak, lepaskan!!" teriak salah satu pria yang dicengkram lehernya.
"Siapapun yang berusaha untuk melakukan sesuatu kepada milikku, maka kamu akan kehilangan nyawa sekarang juga." ancam Bastian yang kemudian melempar salah satu pria yang sudah di pukul.
Kedua pria itu benar-benar sangat ketakutan, mereka tidak pernah tahu kalau dosen yang selalu bersikap begitu santai tersebut memiliki sesuatu yang begitu mengerikan.
"Jika kalian tidak melakukan apa yang aku katakan, maka kalian harus tahu. kalau aku tidak akan pernah memaafkan kalian." ancam Bastian.
"Baik, Saya tidak akan pernah mendekati wanita itu lagi." ucap dua pria sambil memeluk tubuhnya.
Mereka benar-benar sangat ketakutan luar biasa saat mereka sudah mendapatkan kenyataan yang begitu menakutkan, Bastian memang tidak melakukan sesuatu kepada dua pria itu. Bastian hanya cekikan dan pukulan kepada dua pria itu, setelah itu Bastian melepaskan dua pria yang disuruh oleh cara untuk mencelakai Dara.
Sarah sendiri yang ada di tempatnya nampak wanita itu memikirkan kalau kedua mahasiswa yang dia suruh untuk melakukan sesuatu kepada Dara.
"Hahaha...., wanita itu pasti akan menderita." ucap Sarah yang terlihat benar-benar luar biasa.
** Keesokan hari **
Keesokan hari terlihat Sarah mencari keberadaan dua mahasiswanya yang disuruh untuk melakukan sesuatu kepada Dara, namun dia tunggu sampai kelas itu bubar tidak ada keberadaan 2 mahasiswa yang sudah dia suruh.
"Ke mana Dua murid semprul itu, Kenapa mereka tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali?" tanya Sarah ya terus mencari keberadaan dua siswa yang sudah dia perintahkan.
Bastian yang mengetahui cara mencari keberadaan dua mahasiswa itu tentu saja pria itu hanya tersenyum.
"Lihat saja aku pasti akan memberikanmu pelajaran atas apa yang sudah kamu lakukan." ucap Bastian yang kemudian pergi.
Sore itu Dara pergi ke kampus seperti biasanya, wanita itu terlihat memasuki kampus dengan raut wajah yang begitu ceria seperti biasanya. tatapan mata Sarah menatap Dara yang ternyata masuk ke kelasnya, wanita itu terlihat benar-benar begitu terkejut karena Dara masih masuk kuliah.
"Bagaimana mungkin wanita itu masuk kuliah, seharusnya mereka berdua sudah melakukan sesuatu kepada Gadis itu." ucap Sarah yang terlihat begitu kebingungan karena Dara masih bisa masuk kuliah tanpa terluka sama sekali.
"Jika Dara masih baik-baik saja, Lalu ke mana dua orang itu pergi? tidak mungkin kan mereka tidak melakukan pekerjaan yang Aku perintahkan. Dasar brengsek ternyata dua pria itu mengambil uang tanpa mengambil melakukan pekerjaan mereka." umpat Sarah yang kemudian pergi meninggalkan kelasnya.
Dara terlihat terus menelpon dua mahasiswa itu, namun setelah beberapa menit kemudian wanita itu masih belum mendapatkan informasi dari dua pria itu. Bastian akan terus memastikan Kalau tidak ada satu orang pun yang akan berani melakukan sesuatu kepada Dara. jika sampai ada seseorang yang berani melakukan hal itu maka mereka akan mendapatkan pelajaran yang sangat luar biasa.
"Dara, tolong nanti kamu kerjakan seluruh pekerjaan itu di perpustakaan, karena kamu harus membantuku untuk menyalin beberapa materi untuk pembelajaran besok." pinta Bastian kepada Dara.
"Baik Pak." jawab Dara.
"Ngapain sih Pak Bastian selalu saja mengajak Dara, Kenapa tidak mahasiswa yang lain atau mahasiswi yang lain." cibir Salah satu mahasiswi yang benar-benar tidak menyukai kedekatan antara Bastian dan Dara.
"Iya, kamu tahu nggak ada rumor kalau Pak Bastian itu ada perasaan dan katanya lagi kalau Dara itu adalah mainan Pak Bastian loh." ucap satu mahasiswa lagi.
"Sudah-sudah, Kalian tidak usah melakukan hal itu. nanti malah kita yang kena marah sama Pak Bastian." ucap Husna yang mencoba untuk melakukan sesuatu.
"Sudah, kamu nggak usah selalu membantu wanita sok cantik itu. aku benar-benar kesal sama dia." ucap seorang mahasiswi yang bernama Jena.
"Lihat saja, aku pasti akan melakukan sesuatu kepada wanita itu." ucap Dila.
"Kamu benar, kita akan membuat sesuatu untuk menjebak wanita itu." jawab Jena.
Husna yang Mendengar hal itu tentu saja wanita itu lebih memilih untuk mundur, dia tidak ingin melukai Dara atau melakukan sesuatu kepada wanita itu. Dara adalah wanita yang baik, Dia selalu membantu Husna di saat wanita itu sendiri tanpa ada yang mau menolong.
"Sudah-sudah, lebih baik kita melakukan sesuatu saat di perpustakaan, jika sampai wanita itu hidup enak-enakan maka kita buat aja wanita itu berada di tempat sampah." cibir Della yang terlihat tertawa terbahak-bahak saat memikirkan rencana untuk membuat Dara mengalami sesuatu.
Terlihat Dara sendiri sudah berada di perpustakaan dan gadis itu mencari sesuatu.
"Kamu sedang mencari apa, Dara?" tanya Husna.
"Aku mencari beberapa buku untuk referensi." jawab Dara.
"Mau aku bantu?" tanya Husna.
"Boleh," jawab Dara yang kemudian mencari beberapa buku untuk referensi laporan ke Bastian. canda tawa 2 Gadis itu membuat dua gadis yang lain begitu tidak suka dengan keberadaan Dara.
"Lihatlah, kita akan melakukan sesuatu kepada wanita itu." ucap Jena.
"Kamu benar, aku sudah membawa air dari kamar mandi." jawab Della.
"Cepat-cepat kita mendekati mereka, Setelah itu kita siram wanita itu dengan air bau ini." ucap Jena yang kemudian tersenyum licik bersama dengan Della.
Langkah kaki Jena dan Della nampak mendekati Dara, dua wanita itu ingin melakukan sesuatu kepada Dara. namun ketika mereka berdua hendak mendekati Dara tiba-tiba saja ada suara yang membuat Jena dan Della langsung terdiam di tempat.
"Kalian ngapain di Sini?" Ferdi yang sudah berada di ruangan tersebut.
"Ferdi, kamu lagi ngapain Di Sini?" tanya Della kepada Ferdi.
"Tentu saja aku di sini karena aku harus melakukan tugas dari Pak Bastian." jawab Ferdi.
"Tapi kan tugas itu hanya untuk Dara saja?" tanya Jena.
"Kamu tidak tahu ya kalau Pak Bastian sudah memberikan informasi di grup kampus kita kalau Pak Bastian sudah membagi beberapa kelompok. katanya kita jadi satu kelompok, jika kita tidak melakukan tugas itu maka Pak Bastian akan menghukum kita untuk membersihkan toilet satu kampus." ucap Ferdi yang membuat Jena dan Della yang membawa air kotor itu.
Seketika Jena dan Della merubah pemikiran mereka. "Kamu yakin?" tanya Della.
"Tentu saja Ini." jawab Ferdi yang menunjukkan pesan singkat melalui grup kampus.
"Bagaimana ini." bisik Jena kepada Della.
"Kita buang saja, kalau sampai kita kalah dalam laporan ini bisa-bisa kita membersihkan toilet satu kampus." jawab Della yang benar-benar ngeri saat mendengar hukuman dari Bastian.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian