I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Para wanita penganggu



"Bastian!" seru Sarah yang marah saat Bastian berbincang-bincang dengan seorang wanita.


"Siapa wanita itu?" tanya wanita cantik.


"Entahlah." jawab Bastian.


"Oya, bisa minta no telfon kamu gak?" tanya wanita cantik yang dari tadi terus menerus mencoba untuk mendekati Bastian.


"Dengarkan aku baik-baik, nona. apa yang sebenarnya kamu inginkan?" tanya Bastian sembari menatap wanita cantik yang ada di depannya.


"Perkenalkan, namaku adalah Leliyana, aku adalah seorang model juga pengusaha pakaian." ucap Leliyana yang terlihat memandang Bastian dengan tatapan mata yang benar-benar begitu memukau.


"Dengarkan Aku baik-baik, kalau kau membutuhkan apapun kamu silakan telepon anak buahku." ucap Bastian.


"Tapi, aku tidak ada pekerjaan dan aku tidak punya urusan dengan mereka. aku hanya ingin meminta nomor ponselmu karena aku ingin menjadikanmu model bersamaku." jawab si wanita yang bernama Leliyana.


Terlihat Dara dari tadi menatap apa yang dilakukan oleh Bastian, terlihat wanita itu ingin tahu apa yang dilakukan oleh Bastian Ketika ada seorang wanita cantik dari tadi terus mengejarnya.


"Maafkan aku, aku harus segera kembali ke ruanganku, Karena aku banyak pekerjaan. Jika kamu memesan makanan silakan kamu pesan dengan para karyawan yang ada di sini." ucap Bastian yang kemudian meninggalkan Lelyana. Langkah kaki Bastian meninggalkan para wanita itu, sesaat kemudian Bastian berhenti di depan Dara sembari menarik tangannya.


DEG..


Dara sedikit tersentak dengan semua yang dilakukan oleh Bastian. "Ada apa, Om?" tanya Dara.


"Bantu Om untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan." jawab Bastian yang kemudian menarik Dara masuk ke ruangannya.


Sarah yang melihat hal itu tentu saja Wanita itu sangat marah, sudah dua kali dia mencoba untuk mencelakai Dara namun tetap saja wanita itu tidak mendapatkan hasil yang baik.


"Wanita itu selalu saja menggangguku, lihat saja aku pasti akan menyingkirkannya. aku tidak akan membiarkan Bastian bersama dengannya." guman Sarah dalam hati.


Tatapan mata Bastian menatap Dara yang sedang membantunya, sedangkan Dara yang merasa ada yang memperhatikan dia dari tadi.., seketika wanita itu menoleh. "Ada apa Om?" tanya Dara.


"Tidak apa-apa, cuma kalau kamu diam seperti itu Kamu terlihat cantik deh." jawab Bastian yang membuat Dara langsung memutar dua bola matanya.


"Hallah.., dasar Playboy sukanya ganggu anak kecil aja." ucap Dara yang membuat Bastian tersenyum.


Seperti yang dikatakan oleh Tony dan Pak Rusdi Bastian harus memperlihatkan rasa yang dia miliki untuk Dara, jika tidak mungkin saja dia akan terlambat. seketika Bastian menarik kursi beroda yang sedang diduduki Dara, tentu saja Dara yang sedang duduk itu langsung terseret menuju depan Bastian.


"Siapa bilang Om Bastian Seorang playboy, Om Bastian adalah orang yang hanya mencintai seorang wanita." jawab Bastian yang membuat Dara kembali tersebar.


"Kalau biasanya sih darah bersikap normal tapi setelah mengetahui semua perasaan Bastian tentu saja Dara sedikit kebingungan.


"Apaan sih Om, nggak usah pakai gombal-gombalan sama Dara. nanti kamu kena organisasi perlindungan anak." ucap Dara.


TUK..


Bastian memukul dahi dara. "Kamu itu sudah berusia 18 tahun, beberapa bulan lagi berusia 19 tahun. kamu sudah menjadi seorang gadis dewasa jadi suatu saat kamu akan melanjutkan kehidupanmu, mempunyai seorang pria yang akan selalu melindungimu menjagamu dan selalu memberikan kenyamanan untukmu." ucap Bastian.


Entahlah, berulang kali jantung Dara berdebar begitu kencang setiap mendengar jawaban dari Bastian. "Memangnya Oh Bastian sudah ada rencana untuk menikah? apa sama dua wanita tadi?" tanya Dara yang masih belum merasakan perasaan cinta untuk Bastian.


"Sudah-sudah, kamu tidak usah mengatakan apapun, om Bastian Ini sudah berusia 30 tahun. untuk membicarakan cinta itu seperti ABG, Om Bastian sudah mempunyai seorang wanita yang om cintai. suatu saat Om akan mengatakan perasaan Om ini, semua itu hanya menunggu waktu saja." ucap Bastian.


Tersirat sebuah pemikiran di otak Dara mengenai wanita yang dicintai oleh Bastian "Jangan-jangan Om Bastian itu tidak mencintaiku, dia hanya mencintaiku sebagai keponakannya saja." guman Dara dalam hati.


Tak berselang lama salah satu pelayan yang ada di cafe memanggil Dara.


"Dara." Panggil salah satu pelayan.


"Ada apa." jawab Dara.


"Siapa?" tanya Dara.


"Itu pelanggan yang biasanya kemari itu, si tampan yang selalu menanyakan dirimu itu." jawab teman Dara.


"Siapa memangnya orang yang mencari Dara, dia pria atau wanita!" tanya Bastian kepada karyawannya.


"Itu loh Om, pria yang waktu itu ada di rumah sakit. pria yang satu ruangan denganku itu." jawab Dara.


Seketika Bastian menghentikan semua aktivitas tangannya, pria itu menatap Dara seolah ingin menanyakan apa yang dia katakan pria itu. "Kenapa dia mencarimu?" tanya Bastian.


"Kurang tahu Om, dia sering kemari." jawab Dara.


Inilah yang selalu tidak disukai oleh Bastian, wanita yang dia cintai itu selalu saja ada yang meliriknya.


"Kalau begitu aku keluar sebentar ya Om, aku ingin tahu apa sih yang dia inginkan." ucap Dara yang kemudian keluar dari ruangan Bastian.


"Baiklah kalau begitu, nanti cepat kembali.":ucap Bastian yang membuat Dara mengganggukan kepalanya.


Setelah Dara keluar Bastian rasanya tidak tenang sama sekali, pria itu terlihat sangat kebingungan dengan semua pemikirannya mengenai si pria. "Lebih baik aku mencari tahu mengenai pria itu, siapa sebenarnya pria itu." ucap Bastian. Setelah melakukan semuanya akhirnya Bastian ikut keluar dari ruangannya, Bastian ingin memastikan pria yang menemui Dara.


"Ada apa kamu kemari lagi?" tanya Dara kepada Dirga.


"Tentu saja aku kemari karena aku ingin bertemu denganmu." jawab Dirga.


"Dengar ya, aku ini sedang bekerja bukan sedang main-main." ucap Dara dengan ketus.


"Kalau begitu aku minta nomor ponselmu sama alamat rumahmu, aku tidak akan menemuimu di sini aku akan menemuimu di rumah." ucap Dirga yang membuat Bastian yang ada di belakang tubuh Dara seketika pria itu geram luar biasa.


"Beraninya dia berusaha untuk mendekati kekasihku, apa dia bosan hidup apa." ucap Bastian yang dari tadi menatap Dirga dengan tetapan mata yang benar-benar tidak suka.


"Bastian." Panggil Sarah yang masih berada di cafe.


"Kenapa kamu belum pulang, cepat pergi dari sini." usir Bastian.


"Aku kemari karena aku ingin mengajakmu, Kamu tahu kan kalau besok itu ada pesta yang diadakan oleh salah satu dosen. Aku ingin kamu menjadi pasanganku." ucap Sarah yang membuat Bastian nampak memijit kepalanya.


"Aku tidak punya waktu, lebih baik kamu segera pergi dari sini." usir Bastian kembali.


"Kenapa Om tidak pergi ke pesta itu, kan lumayan Om." ucap Dara.


"Kamu ini apaan sih, lumayan lumayan kamu kira itu pesta Apaan. itu pesta berpasangan tahu." jawab Bastian yang kemudian meninggalkan Dara.


"Kalau begitu pergi sama Dara aja Om, bisa kan?" tanya Dara yang membuat Bastian langsung menghentikan langkah kakinya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian