
BRAKKK..
BRAKKK..
BRAKKK..
"Om!!" teriak Dara yang sudah menggebrak pintu kamar Bastian berulang kali.
"Dara, biarkan Bastian memberikan waktu untuk dirinya sendiri." ucap Tony.
Sebenarnya apa yang terjadi mas Toni, kenapa tiba-tiba Om Bastian seperti itu?" tanya Dara.
"istirahatlah dahulu, nanti malam Mas Toni akan mengatakannya padamu." jawab Toni.
Dara benar-benar begitu terkejut dengan penampilan Bastian yang barusan dia lihat, entah apa yang terjadi namun Dara tidak perduli dengan semua yang dia lihat, dia menginginkan pria itu dia ingin melihat Bastian. Dara terus menetap kamar Bastian berulang kali, terlihat wanita itu tidak tahu harus melakukan apa.
Ketika malam sudah menjelang Dara sudah berada di ruang makan bersama dengan Tony dan ayahnya. Tak ada kata yang keluar dari mulut mereka semua, Dara melihat Bastian tidak ada di ruangan tersebut.
"Mas." Panggil Dara.
"Kita makan dulu, nanti akan ku ceritakan semuanya." jawab Tony.
Setelah mendengar jawaban seperti itu seketika dara melanjutkan makannya, setelah mereka selesai makan Tony membawa darah dan Pak Rusdi ke sebuah ruangan. sedangkan Bastian sendiri tentu saja pria itu benar-benar sangat terkejut ketika melihat keberadaan Dara di tempatnya.
"Apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku katakan. pasti sekarang Dara benar-benar kecewa dengan keadaanku." ucap Bastian yang melihat wajahnya di cermin.
Seketika pria itu menyentuh cermin kemudian memukulnya dengan begitu keras hingga membuat cermin itu pecah berantakan.
PRANGG...
Bastian menghancurkan kaca yang ada di kamarnya.
Tony Dara dan Pak Rusdi berada di suatu ruangan. "Mas, apa yang terjadi?" tanya Dara.
"Iya, kenapa tiba-tiba Bastian menjadi seperti itu?" tanya Pak Rusdi.
"Sebenarnya malam itu aku dan Bastian hendak ke suatu tempat, Bastian memegang HPnya dan mengatakan kalau dia harus menelponmu. kami menepi di pinggiran jalan dan hendak memberikan memberitahu kepadamu kalau Bastian tidak akan bisa menemuimu." jawab Toni.
"Lalu?" tanya Dara kembali.
"Entahlah tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arah kami, mobil itu menabrak Bastian hingga membuat Bastian terpental begitu jauh, wajahnya terkena aspal jalanan dan membentur pecahan kaca, setelah itu aku harus membawa Bastian ke salah satu rumah sakit yang tidak jauh dari sana." jawab Toni sembari menghela nafasnya dengan begitu kasar.
"Mas, kenapa kalian tidak memberitahuku? 6 bulan lebih aku benar-benar tersiksa dengan semua keadaan ini." ucap Dara.
"Setelah Bastian mengetahui kondisinya, pria itu takut untuk menemuimu. wajahnya rusak karena kecelakaan itu, dia benar-benar sangat syok dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan." ucap Tony.
"Lalu, kenapa Mas Bastian tidak mencoba mengatakan padaku?" tanya Dara.
"Aku sudah bilang kan Dara, dia tidak mau kamu melihatnya dalam kondisi seperti ini. dia berada di rumah sakit selama satu bulan karena kondisinya benar-benar sangat mengkhawatirkan. Bastian benar-benar patah hati, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia tidak ingin melihat kamu sedih dengan keadaannya." ucap Toni.
Seketika Dara terdiam, wanita itu terus memegang dadanya dengan semua kondisinya. "Lalu, bagaimana dengan orang yang menabraknya, Tony?" tanya Pak Rusdi.
"Aku tidak menghiraukan mobil itu, Pak. aku hanya memikirkan Bagaimana kondisi Bastian, aku segera membawanya ke rumah sakit dan tidak memikirkan mobil yang menabraknya. aku takut terjadi sesuatu kepada Bastian, karena itu aku juga tidak bisa memberikan kalian kabar apapun." jawab Toni.
Dara bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Bastian, seperti dirinya Bastian harus menahan hatinya menahan kerinduannya selama beberapa bulan ini. "Lalu kenapa Om Bastian tidak mau menemuiku?" tanya Dara.
"Terkadang Bastian merasa tertekan dengan semua kondisinya, dia takut kamu tidak akan menerimanya apalagi dia sendiri menyadari wajahnya yang seperti itu. Bastian tidak ingin membuatmu terluka, dia tidak ingin kamu jijik melihat wajahnya." jawab Toni.
"Ya Allah, sehina itukah diriku sepicik itukah pikiranku hingga Om Bastian tidak percaya dengan cintaku ini." ucap Dara.
TOK...
TOK...
TOK...
Dara yang mengetok pintu kamar Bastian.
"Pergi!!" seru Bastian.
DEG...
Dara benar-benar tersentak dengan suara teriakan itu, seketika kedua kaki Dara begitu lemas dengan suara teriakan Bastian.
"Om, Apakah Om Bastian tidak ingin menemuiku?" tanya Dara sembari terduduk dan menyandarkan tubuhnya di pintu kamar Bastian.
Bastian yang mendengar perkataan Dara seketika pria itu berjalan ke arah pintu kamarnya, salah satu tangan Bastian memegang pintu kamarnya. merasakan sesuatu dan membayangkan Dara yang berada di luar pintu kamarnya.
"Om Apakah Om benar-benar tidak ingin melihatku? Apakah Om berpikir kalau selama ini aku hanya mencintai wajahmu saja, sehina itukah diriku Om, sepicik itukah pemikiranmu kepadaku." ucap Dara.
Bastian yang mendengar perkataan Dara seketika pria itu terkulai lemah dan terduduk di depan pintu.
"Om, aku mencintaimu ketika kau mengatakan perasaanmu. memang semua wanita mengatakan dirimu adalah pria sempurna dan tampan. Tapi aku tidak pernah melihat itu semuanya Om, aku menyukaimu dengan semua sikap dan sifat yang kamu miliki. aku mencintai seorang pria yang selalu melindungiku membuatku merasa aman dengan semua perlakuannya." ucap Dara sembari meneteskan air matanya.
Dara terus berbicara, Bastian yang mendengar perkataan Dara. pria itu tidak bisa menahan debaran jantungnya, dia benar-benar begitu merindukan sosok wanita muda yang selalu memenuhi pikiran dan hatinya.
"Sampai kapan kamu tidak mau menemuiku, Apakah kamu ingin membuatku terluka lebih dalam? Apakah kamu ingin menyiksaku lebih lama." ucap Dara yang membuat Bastian hanya menahan Isak tangisnya. pria itu menahan semua kesedihannya, menahan semua rasa rindu yang selama ini menyelimuti hatinya.
Dua hari kemudian Dara masih belum bisa menemui Bastian, hatinya benar-benar terluka dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. cintanya benar-benar membuatnya merasakan penderitaan yang luar biasa.
TOK..
TOK..
Dara terlihat kembali mengetuk pintu kamar Bastian, namun pria itu tidak membuka pintu kamarnya sama sekali. Tony mencoba untuk berbicara kepada Bastian namun tidak ada hasilnya juga.
"Om, Aku tidak tahu apa kesalahanku padamu. tapi jika ini keputusanmu maka aku akan menerimanya, aku akan menerima semua yang telah kau putuskan kau sudah memutuskan untuk tidak mau menemuiku. itu artinya cintamu memang bukan untukku biarkan saja aku membawa Cinta ini pergi dari tempat ini. biarkan saja aku membawa perasaan ini sendiri ke sebuah tempat yang jauh." ucap Dara yang kemudian terdiam sembari menyentuh pintu kamar Bastian.
Terlihat Bastian sendiri benar-benar sangat terkejut dengan semua perkataan Dara.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan