
BRAKKK...
BRAKKK...
"AAAAA!!!!"
suara teriakan Bu Sri.
"Hiks.., hiks...," tangis Bu Sri.
di luar rumah Bu Sri seorang rentenir nampak tersenyum dengan semua informasi yang sudah dia dapatkan. "Apa yang harus kita lakukan Bos?" tanya anak buah rentenir.
"Tentu saja kita harus mencari wanita itu, kalau kita bisa menjualnya maka kita akan bisa mendapatkan uang kita kembali." jawab Bos rentenir.
"Tapi bagaimana kalau wanita itu tidak bisa kita temukan?" tanya anak buah rentenir.
"Kalau bisa kalian harus mencari wanita itu, bukannya diam dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh mereka." ucap Bos rentenir yang memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Dara.
"Baik bos." jawab anak buah rentenir.
Setelah mendapatkan perintah dari bosnya akhirnya beberapa anak buah rentenir mencoba mencari tahu mengenai orang yang sudah dikatakan oleh mantan suami dari Bu Sri. Bu Sri benar-benar menangis dengan semua yang terjadi, wanita itu tidak akan pernah mengira kalau hal ini akan membuatnya semakin frustasi. dia sudah kehilangan putranya, dia tidak ingin kehilangan putrinya. dengan segera Bu Sri berusaha untuk mencari mobil atau apapun untuk segera pergi ke tempat Dara.
Dia harus segera melepaskan putrinya dari orang-orang yang sangat berbahaya. Bu Sri benar-benar sangat frustasi dia tidak mempunyai uang atau apapun, wanita itu benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. ketika dia berlari di Jalan raya tiba-tiba saja sebuah mobil menabraknya hingga membuat wanita itu tidak sadarkan diri.
BRAKKK...
Beberapa hari kemudian akhirnya para rentenir itu sudah mendapatkan informasi mengenai Dara, mereka terus mencari tahu dan mengikuti Dara ke mana saja.
"Kelihatannya wanita itu mempunyai suami." ucap anak buah rentenir.
"Benarkah, informasi apa yang sudah kudapatkan!" tanya anak buah rentenir yang lain.
"Aku bertanya kepada beberapa tetangga dari wanita itu, Katanya suaminya tidak ada di rumah dan dia bersama dengan ayah dan para pembantu saja." jawab anak buah rentenir.
"Ya sudah kalau begitu, kita harus cari waktu yang tepat Setelah itu kita bawa Wanita itu pergi, biar bos yang akan melakukan sisanya." ucap salah satu anak buah rentenir yang kemudian tersenyum jahat.
Di salah satu rumah sakit terlihat seorang wanita masih tidak sadarkan diri setelah kemarin ditabrak.
"Bagaimana keadaannya, dokter?" tanya seorang pria yang sudah menemukan Bu Sri yang tidak sadarkan diri.
"Tidak apa-apa, dia hanya belum mampu untuk membuka matanya. sebenarnya dia sudah sadar tapi karena dia begitu lelah hal itu membuat tubuhnya tidak bisa berinteraksi dengan pergerakan sama sekali." jawab dokter.
"Untunglah kalau begitu dokter." jawab Pria tua yang membantu Bu Sri.
"Ya Tuan, Sebenarnya Tuan ini yang menabraknya atau bagaimana?" tanya dokter.
"Tanpa sengaja tadi saya menabrak wanita ini, dokter. dia berlarian di Jalan raya tanpa melihat ke depan." jawab pria tua.
"Ya sudah kalau begitu, mungkin setelah dia sudah sadar dia bisa segera pulang." ucap dokter yang kemudian pergi dari ruangan itu.
Bu Sri sebenarnya sudah sadar tapi entah mengapa matanya benar-benar tidak bisa terbuka. beberapa menit kemudian Bu Sri nampak membuka matanya, Wanita itu harus segera menyelamatkan putrinya. dia tidak ingin semua dosanya semakin membesar.
"Ada apa?" tanya Pria tua yang menabrak Bu Sri.
"Aku harus menolong putriku, Tuan." jawab Bu Sri.
"Kamu barusan sadar kamu harus beristirahat dahulu." ucap pria tua.
"Tidak tuan, saya harus menolong Putri saya. Putri saya dalam bahaya." jawab Bu Sri.
"Memangnya Ada apa dengan putrimu?" tanya pria tua.
"Saya akan berusaha, Tuan. Saya tidak ingin kesalahan yang sudah saya lakukan menghancurkan putri saya." jawab Bu Sri yang terlihat berusaha untuk menguatkan dirinya. Bu Sri terus menangis di dalam mobil, pria tua tersebut dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia tidak ingin putrinya mengalami sesuatu karena dosa-dosanya.
Di tempat lain sore itu Dara sudah pulang dari butik, terlihat wanita itu berjalan ke sebuah tempat yang memang jarang ada pejalan kaki. dua pria yang diperintahkan oleh rentenir nampak mendekati dara menggunakan mobil dan melajukan mobil itu tempat di depan Dara.
"Cepat kamu keluar, kamu suka wanita itu." ucap salah satu anak buah rentenir.
Seketika salah satu temannya itu langsung membuka pintu dan membekap Dara dari belakang. dengan begitu cepat kejadian itu terjadi, kejadian itu benar-benar begitu cepat hingga membuat Dara tidak bisa melakukan apapun. sore itu akhirnya Dara sudah diculik oleh anak buah rentenir.
Entahlah Apa yang terjadi ketika Bastian sedang bertugas malah istrinya mendapatkan sebuah musibah yang tidak akan tahu bagaimana kelanjutannya. dua anak buah rentenir nampak membekap mulut Dara dengan terus memberontak.
"Siapa Kalian, beraninya kalian melakukan hal ini padaku?!" teriak Dara kepada dua orang yang sudah menculiknya.
"Kamu jangan banyak bicara." jawab Salah satu anak buah rentenir, Dara yang notabenenya adalah gadis barbar seketika wanita itu menggigit tangan pria yang membekapnya dengan sangat kuat.
KRESSS...
"Aaaaa!!!"
teriak si pria yang sudah membengkak Dara, ketika ada kesempatan yang ada di depan matanya Dara langsung membuka pintu mobilnya. Dia meloncat dari mobil itu dan segera melarikan diri dari sana, beberapa mobil yang ada di belakang Dara nampak menghentikan lajunya.
"Apa yang kamu lakukan, Nona!!" teriak seorang pria yang mobilnya terhenti karena melihat seorang wanita meloncat dari dalam mobil.
"Tuan, Tolong saya tuan. mereka mau menculik saya!" seru Dara.
Beberapa mobil yang terhenti tersebut nampak melihat seorang wanita yang benar-benar sangat ketakutan, seorang pria keluar dari mobilnya, menatap Dara yang sedang meminta pertolongan.
"Dara, apa yang kamu lakukan?" tanya seorang sopir yang mengenal Dara.
"Tuan, bukannya Tuan sopir dari tuan Abdul?" tanya Dara.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya sopir Abdul.
"Tuan, orang-orang itu mau menculik saya. tolong saya tuan." ucap Dara yang benar-benar sangat ketakutan.
Abdul yang ada di dalam mobil nampak membuka pintu kaca mobilnya, pria itu melihat Dara yang benar-benar sangat ketakutan. seketika Abdul membuka pintu mobilnya Dia keluar dari dalam mobilnya dan mendekati Dara.
"Apa yang kamu lakukan di jalanan?" tanya Abdul.
"Tuan, Tolong bawa pergi Saya. orang-orang itu mau menculik saya!" seru Dara yang membuat Abdul terkejut.
Tatapan mata pria itu menatap seorang pria yang keluar dari mobil. "Tangkap mereka, Rojak!!" seru Abdul yang memerintahkan sopirnya untuk menangkap dua pria yang menculik Dara
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan