I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Dara di culik



"Di mana data?!" tanya Bastian.


"Dara.., Dara di bawa pergi pak!" jawab seorang wanita yang terlihat kebingungan.


"Mereka ke arah mana?" tanya Bastian.


"Lurus Pak, lurus. tapi tidak tahu lagi." jawab Salah satu karyawan Bastian.


Setelah mendengar jawaban dari salah satu karyawannya Bastian langsung menelpon teman yang selalu membantu Bastian. "Toni, Tolong kamu cepat kemari!" seru Bastian dengan suara yang sedikit keras.


Setelah menelpon Tony Bastian meminta salah satu karyawannya untuk segera kembali ke rumahnya.


"Cepatlah kamu pulang, aku minta tolong padamu besok jika aku butuh pernyataanmu Tolong kamu bantu Dara." minta Bastian.


"Baik Pak." jawab si gadis yang kemudian masuk ke dalam taksi yang sudah dipesan oleh Bastian.


Sekitar 10 menit kemudian Bastian sudah sampai di tempat tersebut, pria itu menatap Bastian yang berada di pinggir jalan. "Bastian." Panggil Tony.


Seketika Bastian langsung masuk ke dalam mobil, pria itu meminta Tony untuk segera melajukan mobilnya. "Ada apa?" tanya Toni kepada Bastian.


"Orang-orang itu menculik Dara." jawab Bastian.


"Maksudmu, kekasih kecilmu itu?" tanya Toni.


"Iya, mereka menculiknya. Aku tidak tahu siapa mereka." jawab Bastian yang kemudian melajukan mobilnya.


Dengan sengaja ternyata Bastian sudah menaruh Sebuah alat di ponsel Dara, karena pria itu tidak akan melepaskan Dara Bersama siapapun.


"Kamu sedang apa?" tanya Tony kepada Bastian.


"Tentu saja aku melacak keberadaan Dara," jawab Bastian.


"Maksudmu?" tanya Tony.


"Aku sudah meletakkan Sebuah alat di ponselnya, Jadi kalau dia kemana-mana aku tahu." jawab Bastian.


"Gila lo bro, Kamu mata-mata gadis itu?" tanya Tony.


"Diam, kamu jangan banyak bicara cepat lajukan sesuai perintahku ini." ucap Bastian yang kemudian memperlihatkan di mana letak keberadaan Dara. dengan cepat Tony mengikuti kemana arah mobil itu melaju.


"Naikkan kecepatannya." perintah Bastian.


"Gila lu, ini Jalan raya bukan Jalan kampung.* jawab Toni.


"Mending Jalan raya daripada jalan kampung, Kalau Jalan raya kita hanya berhadapan dengan polisi, kalau jalan kampung bisa-bisa kita dikeroyok masa sama penduduk." jawab Bastian yang membuat Toni hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Susah ini kalau melawan orang lagi kasmaran, semuanya serba salah." ucap Toni yang kemudian melakukan mobilnya dengan kecepatan di atas 100 km. kondisi jalanan tidak terlalu ramai seperti biasanya jadi Tony sedikit bersyukur karena mobilnya bisa melaju dengan kecepatan yang bisa dibilang luar biasa.


"Ini mau ke mana tuh mobil?" tanya Tony.


"Jangan cerewet, cepat ikutin saja." jawab Bastian.


"Ya maka dari itu aku tanya mobilnya ini mau ke mana, kalau nggak salah Ini arahnya ke sebuah rumah sakit?" tanya Tony yang membuat Bastian sedikit terkejut.


"Ke rumah sakit?" tanya Bastian.


"Iya Ini arahnya ke rumah sakit, karena itu ngapain Ini penculik mengarahkan mobilnya ke rumah sakit." jawab Toni yang membuat Bastian sedikit kebingungan.


Bastian tidak ingin memberikan kabar buruk ini kepada Pak Rusdi, pria itu terlihat mencari tahu mengenai orang yang sudah menculik Dara.


"Siapa yang mencoba untuk menculik wanita itu, kenapa mereka membawa Dara ke rumah sakit." ucap Bastian.


"Di mana pikiranmu itu, kalau mau membawanya ke rumah sakit kenapa tidak langsung disamperin saja. kenapa harus diculik, kamu ini lulusan apa sih sekolahnya." gerutu Bastian yang membuat Toni langsung menutup mulutnya daripada pria itu mendapatkan omelan dari Bastian terus menerus.


"Oke oke bos, Aku mengalah dia daripada ngomong sedikit salah ngomong banyak juga salah." ucap Tony yang kemudian mengajukan mobilnya.


Sekitar 10 menit kemudian Tony sudah berada di rumah sakit, Bastian nampak meminta Tony untuk keluar dari mobil. "Kamu bantu aku untuk mencari keberadaan Dara." pinta Bastian.


"Oke oke." jawab Toni yang kemudian ikut keluar dari mobil.


Toni memarkirkan mobil di tempat parkir Rumah Sakit, mereka berdua mencari keberadaan Dara yang sudah berada di rumah sakit namun tidak tahu di mana letaknya.


Langkah kaki Bastian memasuki rumah sakit, pria itu menatap orang-orang yang ada di rumah sakit. Bastian mencari keberadaan Dara, sesaat kemudian Bastian bertanya kepada salah satu resepsionis.


"Mbak, Apakah tadi ada seorang wanita yang dibawa kemari?" tanya Bastian.


"Seorang wanita?" tanya petugas resepsionis.


"Iya, seorang wanita yang mungkin katanya pingsan atau apa korban kecelakaan atau apa seorang gadis sekitar berumur 18 tahun berambut hitam kulit agak kuning?" tanya Bastian yang memperjelas ciri-ciri dari Dara.


"Ada Tuan, barusan ada seorang gadis yang katanya pingsan habis terserempet mobil. sekarang dia dibawa ke ruangan dokter Adam." jawab petugas resepsionis.


"Bolehkah saya meminta tolong untuk membawa saya ke ruangan dokter Adam, karena Gadis itu adalah istri saya." ucap Bastian yang membuat dua petugas resepsionis menatap Bastian dengan tatapan mata yang benar-benar sangat terkejut sekaligus bingung.


"Jadi gadis muda itu istri dari Tuan?" tanya dua petugas resepsionis.


"Iya, Sudahlah jangan banyak tanya lagi. Tolong kamu antarkan aku ke ruangan dokter tadi, karena aku takut terjadi sesuatu kepada Istriku itu." ucap Bastian yang kemudian meminta salah satu petugas Untuk mengantarkan dirinya ke ruangan dokter yang bernama dokter Adam.


Bastian benar-benar sangat khawatir, pria itu harus mencari keberadaan Dara secepat mungkin.


"Di mana kamarnya?" tanya Bastian kepada salah satu perawat yang mengantar dirinya ke ruangan dokter Adam. langkah kaki Bastian terhenti ketika dirinya melihat seorang wanita yang beberapa waktu lalu ada di rumah Pak Rusdi.


"Bukankah wanita itu yang ada di rumah Mas Rusdi." guman Bastian sembari menatap seorang wanita yang memang Beberapa hari lalu dia lihat.


"Ada apa mas?" tanya salah satu perawat pria.


"Di mana ruangan dokter Adam?" tanya Bastian.


"Ini, yang tadi ada seorang wanita yang masuk ke ruangan itu. di sanalah tempat dokter Adam." jawab perawat pria.


Setelah mengantarkan Adam perawat itu pergi sedangkan Bastian sendiri, terlihat pria itu langsung memasuki sebuah tempat yang katanya kantor dokter Adam. Langkah kaki Bastian memasuki tempat itu sesaat kemudian nampak Bastian menghentikan langkah kakinya dengan perlahan-lahan. pria itu membuka pintu ruangan itu di sana memang ada Bu Sri bersama dokter Adam juga dua orang yang sudah membawa Dara.


Terlihat Dara ditidurkan di ruangan itu. "Apakah dia wanita yang akan mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk putramu, Nyonya?" tanya Dokter Adam kepada Bu Sri.


"Benar sekali, dia adalah putri saya. dia sudah bersedia untuk mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk putra saya." jawab Bu Sri yang terlihat tersenyum sembari mengelus rambut Dara. Wanita itu benar-benar sangat menjengkelkan, dia benar-benar super kurang ajar.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian