
ZLEPP..
ZLEPP..
ZLEPP..
Bastian terus menembak beberapa musuh yang hendak melawan, pimpinan dari kelompok tersebut mulai mencurigai ada sesuatu yang terjadi di tempatnya.
"Ada apa Bos?" tanya anak buah.
"Kelihatannya ada seseorang yang sudah masuk ke tempat ini." jawab si Bos.
"Lalu apa yang akan kita lakukan, Bos? Apakah ada penyusup?" tanya anak buah.
"kelihatannya teman-teman kita sudah dibekuk." jawab si Bos.
"Kita tidak boleh membiarkan hal itu, bos. kita harus membunuh mereka." jawab anak buah yang kemudian meminta teman-temannya untuk mencari tahu apa yang terjadi di bangunan tersebut.
10 orang itu sudah membunuh beberapa penjahat. Entah berapa orang kelihatannya di bangunan itu ada sekitar 50 penghuni.
"Bagaimana, Bastian?" tanya Tony.
"Kemungkinan besar mereka masih banyak di dalam." jawab Bastian.
"Lalu, bagaimana dengan anak-anak itu?" tanya Tony.
"Kita harus melepaskan mereka dengan diam-diam, sebelum itu kita harus membunuh mereka dan membeku Mereka. jangan sampai mereka lolos dengan mudah." jawab Bastian.
"Baiklah kalau begitu, kita harus berpencar untuk mencari sisanya." jawab Toni.
Salah satu penjahat terus menyisir tempat mereka, terlihat salah satu pria melihat beberapa temannya sudah tidak bernyawa di tempat itu.
"Ada penyusup di tempat ini, Bos!" seru salah satu anak buah.
"Kalian harus mencarinya sampai dapat, jangan sampai mereka bisa lolos dengan sangat mudah!!" seru sih Bos.
Akhirnya sekitar 20 orang itu berpencar untuk mencari Siapa orang yang sudah memasuki kawasan.
"Mereka gila, tempat ini benar-benar sangat luas kita tidak akan tahu di mana pimpinan kelompok ini." ucap salah satu anak buah Bastian.
"Kita tetap harus berhati-hati jangan sampai mereka bisa menemukan kita." jawab anak buah Bastian. misi kali ini bisa dibilang misi yang cukup berbahaya mereka menghadapi kelompok penjahat yang bisa dibilang sangat sadis.
"Mereka belum pernah kehilangan anak-anaknya, karena itu dengan mudah mereka melakukan ini." ucap anak buah Bastian.
"Entah berapa lama mereka menyisir tempat itu, namun ketika mereka menemukan musuhnya mereka akan langsung menembak satu persatu.
"Jangan bergerak!!" seru salah satu penjahat yang sudah menodongkan pistolnya ke arah Tony. dengan begitu lihai Tony langsung menarik tangan musuhnya kemudian membanting serta menginjak dan mematahkan tangannya.
"Kalian kira kalian itu pandai, jika kalian merasa seperti itu kalian harus belajar lebih baik." ucap Toni yang kemudian berusaha untuk menyerang musuh-musuhnya.
DOR..
DOR..
beberapa tembakan sudah mulai terdengar itu artinya para penjahat sudah menemukan keberadaan Bastian dan yang lain. dengan segera Bastian harus segera melakukan tindakan agar musuh-musuhnya tidak dapat menemukan mereka,
"Kita harus melakukan sesuatu secepat mungkin, mereka sudah menemukan keberadaan kita." ucap Bastian yang sudah memberikan perintah kepada anak buahnya. Bastian dan anak buahnya langsung bergegas pergi ke suatu tempat, Bastian menatap salah satu penjahat yang ada di depannya.
ZLEPP..
BUG..
ZDUKKK...
satu tembakan beberapa pukulan langsung membuat salah satu penjahat tidak sadarkan diri. sekitar satu jam lamanya mereka segera membekuk beberapa penjahat tersebut.
Tony yang sudah tahu apa tugasnya seketika dia langsung menelpon beberapa polisi untuk memberikan bantuan kepada anak-anak korban dari para kejahatan.
"Katakan di mana bosmu?!" bentak Bastian kepada beberapa orang tersebut.
"Kalau kamu tidak memberitahu kami dimana bosmu, maka kami akan menembak kepalamu." jawab Bastian yang kemudian mengarahkan pistolnya ke kepala salah satu penjahat.
DOR..
satu tembakan langsung melesat ke arah salah satu anak buah Bastian, dengan sikap Bastian dan Toni langsung menembak ke arah pria tersebut. tepat sasaran karena yang mereka tembak adalah Bos dari para penjahat tersebut, seketika pria itu tersungkur di lantai dengan darah yang bercucuran.
"Tangkap mereka semua, jangan sampai ada yang tersisa." perintah Bastian yang diangguki oleh anak buahnya.
Misi kali ini bisa-bisa dibilang misi yang berbahaya, namun Bastian dan Toni sudah menyelesaikan misi itu dengan sempurna.
"Kamu benar-benar sangat luar biasa, Bastian. kamu selalu menyelesaikan misi ini dengan cepat, kamu dan Tony sangat hebat." ucap sang jendral.
"Terima kasih, jenderal." jawab Toni yang kemudian pergi bersama Bastian.
Mereka harus segera kembali ke tempat mereka masing-masing, karena mereka mempunyai keluarga yang harus segera mereka temui. Tony ataupun Bastian masih belum mengungkapkan Siapa mereka sebenarnya. yang diketahui oleh kedua istri mereka kalau suami mereka hanyalah pengusaha restoran atau cafe atau pengusaha kecil-kecilan.
"Perkataan seperti apa yang harus kita persiapkan untuk mereka berdua, Bastian?" tanya Toni.
"Kira-kira Apa yang harus kita katakan." jawab Bastian yang membuat Toni malah tertawa.
"Aku harus mengatakan kepada Istriku kalau aku ikut denganmu untuk melakukan jual beli tanah." jawab Toni.
"Aku aku akan bilang kalau kamu ajak ke suatu tempat untuk melihat tempat pembukaan restoran baru." jawab Bastian.
Mereka berdua memang benar-benar bukan tipe pria yang bisa berbohong besar, karena itu mereka akan berbelit-belit saat mereka ditanyai oleh istri mereka. "Kalau begitu kita bilang aja kita mencari tanah untuk pembuatan cafe baru, jadi kalau suatu saat kita ditanya jawaban kita akan sama. kalau kamu bilang aku, aku bilang kamu Tapi jawabannya berbeda bisa mati kita." ucap Tony.
"Kamu benar Tony, apalagi aku baru menikah. aku tidak mau diusir dari kamarku." jawab Bastian sambil tersenyum.
"Oh ya, apakah kamu jadi pergi ke Korea untuk melakukan operasi itu?" tanya Tony yang membuat Bastian menepuk jidatnya.
"Ada apa?" tanya Tony.
"Aku lupa kalau aku tadi membuat alasan pergi ke suatu tempat untuk menanyakan mengenai operasi yang akan aku lakukan." jawab Bastian yang membuat Toni malah mencibir kan bibirnya.
"Untung aja kamu ingat, coba kalau kita tiba-tiba sudah berada di rumahmu lalu istrimu bertanya dan aku menjawabnya salah. apa yang akan gue lakukan? jelas pasti istrimu akan mengusirmu dari kamar." ucap Tony yang membuat Bastian menganggukkan kepalanya.
Toni dan Bastian bertemu pertama kali pada misi pertama mereka di sebuah tempat yang ada di luar pulau, mereka di pertemukan dengan semua kejadian itu. Tony dan Bastian memang sama-sama mempunyai sifat kejam karena hal itu atasan mereka membuat keputusan kalau Toni dan Bastian akan menjadi rekan.
"Bagaimana kabar Putri kecilmu itu?" tanya Bastian.
"Seperti biasa, dia selalu membuatku pusing Jika dia menanyakan sesuatu." jawab Toni.
"Sekarang berapa usia putrimu itu?" tanya Bastian.
"Sudah 7 tahun." jawab Toni.
"Kamu sudah menikah berapa tahun?" tanya Bastian lagi.
"Delapan tahun lebih, Memangnya kenapa?" tanya Tony yang membuat Bastian menggelengkan kepalanya.
"Cuma tanya aja." jawab Bastian.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan