I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Kedatangan Bu Sri



Kedatangan Bu Sri membuat Dara benar-benar sangat marah, dia tidak ingin melihat wanita yang sudah melahirkan dia itu.


** tiga jam kemudian **


"Dara." panggil pak Rusdi.


"Bapak." jawab Dara.


Terlihat pak Rusdi duduk di samping Dara yang sedang berada di ranjangnya.


"Dara." panggil pak Rusdi.


"Apa wanita itu sudah bangun, mas?" tanya Bastian.


"Belum, dia baru sadar." jawab pak Rusdi.


"Cepat usir wanita itu, pak." pinta pak Dara.


"Tenanglah Dara, kamu tidak perlu emosi seperti itu. Kamu ini sedang mengandung, jagalah bayi yang ada di kandunganmu." ucap pak Bastian.


Bagaimana aku bisa tenang, Pak. aku membenci wanita itu, Kenapa dia tiba-tiba kemari?" tanya Dara.


"Tenanglah Dara, dia hanya kemari karena satu alasan." jawab Pak Rusdi.


"Kenapa dia kemari, apa yang dia inginkan? Apakah dia ingin mengambil sesuatu dariku?" tanya Dara sembari menangis.


"Tenanglah Sayang, kamu tidak boleh emosional seperti ini. kasihan kandunganmu." ucap Bastian yang membuat Dara terdiam.


Tak berselang lama terlihat Bastian memeluk sang istri, aku tidak mau dia berada di sampingku Mas. aku tidak mau." jawab Dara


sembari menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.


"Sebenarnya dia kemari karena ingin melihat kondisimu beberapa bulan yang lalu, dia ditangkap oleh orang-orang jahat. orang-orang jahat ini ingin menculikmu, ibumu ingin menyelamatkan namun sayangnya dia mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit beberapa hari." ucap Pak Rusdi.


Dia itu pembohong sampai kapanpun dia adalah pembohong, Pak." jawab Dara.


"Tidak Dara, bapak bisa melihat kejujuran di matanya." jawab Pak Rusdi.


"Apakah Bapak masih begitu terpesona dengan wanita itu?" tanya Dara yang membuat Pak Rusdi menggelengkan kepalanya.


"Dia kemari ingin melihat Bagaimana kondisimu, dia benar-benar merasa bersalah dengan semua yang sudah terjadi. Dia menyesal karena sudah memperlakukanmu seperti itu." ucap Pak Rusdi.


"Semuanya sudah terlambat pak, sudah terlambat." jawab Dara.


Pak Rusdi melihat kondisi Dara yang begitu terburuk, pria itu tidak ingin membuat Dara semakin emosional dengan semua yang terjadi kepada dirinya.


"Aku akan menyuruh wanita itu tidur di rumahku, Bastian." ucap pak Rusdi.


"Baiklah mas." jawab Bastian.


"Oya, nanti kalau Dara sudah tidur Aku minta kamu ke tempatku ya. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." ucap Pak Rusdi.


"Memang Ada apa mas?" tanya Bastian.


"Biarkan Dara istirahat dulu." minta Pak Rusdi.


"Baiklah." jawab Bastian.


Sekitar beberapa jam kemudian akhirnya Dara sudah tertidur, Bastian keluar dari kamar istrinya dan menemui Pak Rusdi di kamarnya. "Ada apa mas?" tanya Bastian kepada Pak Rusdi.


"Ikutlah dengan Mas sebentar." jawab Pak Rudi yang kemudian mengajak Bastian ke rumahnya.


"Ada apa mas?" tanya Bastian kembali.


"Nanti akan aku ceritakan." jawab Pak Rusdi yang kemudian mengajak Bastian ke rumahnya. saat berada di dalam rumah terlihat Bu Sri sedang memasak air untuk membuat kopi.


"Kalian sudah datang." ucap Bu Sri.


"Memangnya ada apa Mas?" tanya Bastian kembali.


"Duduklah, ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh wanita ini kepadamu." jawab pak Rusdi.


Bastian menatap seorang wanita yang dulu selalu membuat istrinya begitu tertekan sampai sekarang, terlihat Bu Sri menatap Bastian. wanita itu terdiam sembari mengambil nafas secara dalam.


"Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu, sesuatu yang mungkin akan membuatmu dalam bahaya." ucap Bu Sri.


"Maksud Anda?" tanya Bastian.


"Ketika aku diancam oleh para rentenir itu, ada seorang pria yang memintaku untuk menabrak mu. waktu itu dia mengatakan akan membunuhku jika tidak melakukan sesuatu apalagi dia juga memberikan aku sesuatu agar aku mau melakukan pekerjaan itu." ucap Bu Sri.


"Maksudmu apa?" tanya Bastian.


Bu Sri menceritakan mengenai seorang pria yang dengan Tega menyuntikkan racun kepadanya agar dia mau menabrak Bastian waktu itu.


"Jadi maksudmu kamulah yang menabrakku waktu itu?!" seru Bastian.


Seketika pria itu murka, dia berdiri sembari menunjuk Bu Sri yang ada di depannya.


"Tenanglah Bastian, Tenanglah sebentar." ucap Pak Rusdi.


"Bagaimana aku bisa tenang, Mas. ternyata dia adalah orang yang sudah membuatku hampir kehilangan nyawa."jawab Bastian.


"Tidak, aku tidak bermaksud membunuhmu. aku takut jika aku tidak melakukannya maka mereka akan membunuhku, mereka menyuntikkan racun itu padaku dan mengatakan akan menghabisi orang-orang yang ada di sekitarku." jawab Bu Sri.


"Maksudmu?" tanya Bastian.


Sebuah cerita yang benar-benar di luar nalar Bastian.


"Lalu siapa pria itu?" tanya Bastian.


"Aku tidak tahu, dia tidak pernah menunjukkan wajahnya. namun dari cara bicaranya kelihatannya pria itu sangat berbahaya, Dia sangat tahu bagaimana sepak terjang mu. dia juga memberikanku foto-fotomu juga apa saja yang kamu lakukan." jawab Bu Sri yang membuat Bastian benar-benar sangat terkejut.


"Lalu, apalagi yang kamu ketahui?" tanya Bastian.


"Suamiku ingin balas dendam kepada Dara karena dia tidak mau mendonorkan jantungnya, dia ingin membunuh Dara. aku benar-benar tidak ingin kehilangan anakku ketika Putraku dalam kondisi koma dia menginginkan aku untuk menemukan kebahagiaanku, dia ingin aku bertobat dengan semua kesalahan yang sudah aku perbuat kepada Dara." ucap Bu Sri.


"Apakah kata-katamu ini dapat aku percaya?" tanya Bastian.


"Aku mempunyai sebuah rekaman suara ketika aku berpura-pura pingsan dan merekam kedua orang itu." jawab Bu Sri.


Sesaat kemudian Bu Sri memperlihatkan sebuah rekaman suara kepada Bastian, rekaman suara itu menunjukkan sesuatu yang membuat Bastian sangat terkejut.


"Apakah kamu tahu di mana keberadaan suamimu?" tanya Bastian.


"Tentu, tapi kamu akan sulit untuk mendekatinya karena dia selalu dijaga oleh para pengawalnya." jawab Bu Sri.


"Tenang saja, aku akan mencari cara untuk mendekati mantan suamimu. Aku tidak akan membiarkan dia berusaha untuk melukai istriku, Jika dia berani melakukannya maka akan kupastikan mantan suamimu itu mendekati penjara atau mati mengenaskan." jawab Bastian yang kemudian meminta Bu Sri untuk mengatakan di mana keberadaan dari mantan suaminya yang kaya tersebut.


"Lalu, apa yang kamu inginkan di sini?" tanya Pak Rusdi.


"Aku ingin meminta maaf kepada Dara, tidak peduli seburuk apapun perlakuan yang aku terima aku ingin meminta maaf darinya. aku ingin dia memberikanku maaf atas segala yang aku lakukan." jawab Bu Sri.


"Mungkin akan susah dan butuh waktu lama." ucap Bu Sri.


"Sebelumnya aku minta maaf atas segala perbuatan yang aku lakukan padamu, mas. Maafkan aku jika aku sudah menyakitimu, bukan.., bukan. Maafkan aku telah menyakitimu dengan semua yang telah aku lakukan. Maafkan aku atas kebodohan dan dosa-dosa yang aku lakukan." ucap Bu Sri sembari bersujud di depan Pak Rusdi.


"Sudahlah, sudah. semuanya sudah terjadi, untuk sementara sampai tubuhmu sudah baikan kamu beristirahatlah lah di sini dulu." ucap pak Rusdi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan