
DEG...
DEG...
DEG...
jantung si pria tiba-tiba berdebar begitu kencang saat melihat senyum seorang gadis muda yang ada di depannya.
"Bagaimana, tuan? Kalau anda mau silakan anda ikut saya." ucap Dara.
"Mau ke mana?" tanya si pria yang terlihat kikuk setelah melihat senyum Dara.
"Mau ke pelaminan, Tuan mau kan menikah dengan saya." jawab Dara yang membuat si pria langsung melotot hingga kedua bolanya membulat sempurna.
"Kamu ini apa-apaan." ucap anak buah si pria.
"Lah, bos kalian tuh yang aneh. Katanya mau cari meja kosong sekarang tanya sama aku mau ke mana, ya Aku bilang aja mau ke pelaminan." jawab Dara yang membuat para pria yang ada di cafe tersebut mukanya sedikit memerah.
Dara memang sangat pandai merayu para pria, mungkin saja itu karena dia adalah keturunan dari Bu Sri yang notabenenya adalah seorang wanita yang selalu pandai memikat para pria. namun Dara berbeda, wanita itu tidak akan mudah untuk jatuh cinta karena Dara selalu menganggap apa yang dilakukan oleh ibunya tidak pantas untuk dia contoh.
Tanpa berpikir lagi pria itu mengikuti Dara dan membawa mereka semua ke suatu tempat, ternyata tempat yang dipilih ada oleh Dara adalah tempat yang jarang dipilih oleh para pelanggan. karena tempat itu ada di lantai 2 mungkin ada Beberapa pelanggan yang ke sana tapi baru kali ini darah membawa si pria ke sana bersama anak buahnya.
"Di sini tuan, Anda mau kan?" tanya Dara.
Si pria nampak menganggukkan kepalanya setelah melihat tempat yang dikatakan oleh Dara. salah satu teman Dara nampak mengikuti Dara sembari memberikan menu makanan di cafe tersebut, tatapan mata si pria dan anak buahnya menatap menu makanan itu. si pria nampak memilih makanan itu kemudian menatap Dara.
"Kalau saya boleh menyarankan kepada anda saya lebih memilih makanan nasi goreng seafood serta coffee latte yang sangat manis seperti saya." ucap Dara sembari tersenyum yang membuat pria itu malah tingkahnya sedikit aneh.
"Khemm.., terserah padamu. Cepat bawa makanan itu." ucap si pria yang kemudian meminta anak buahnya untuk segera memesan makanan. Baru kali ini si pria yang bernama Dirga bersikap seperti seorang pria yang baru bertemu dengan pacarnya, malu-malu kucing dan jantungnya berdebar begitu kencang.
"Siapa gadis ini? brengsek, gadis ini benar-benar membuat jantungku seperti mengalami sengatan listrik." ucap Dirga yang terlihat menghembuskan nafasnya berulang kali.
"Anda tidak apa-apa, Tuan?" tanya Budi anak buah Dirga.
"Aku tidak apa-apa." jawab Dirga.
Sebuah senyum sedikit ditunjukkan oleh Dirga ketika dia menemukan seorang wanita yang benar-benar begitu berbeda, kalau biasanya para wanita itu akan menguntit di belakangnya bahkan selalu melakukan sesuatu untuk membuat dia jatuh hati. Namun untuk kali ini malah Tuhan membalikkan situasi, seorang gadis muda yang begitu pandai berbicara begitu pandai mengambil hati orang, bahkan kata-katanya begitu manis mungkin lebih manis dari gula.
"Tuan, Apakah kita perlu melakukan sesuatu kepada Gadis itu?" tanya Budi kepada Dirga.
"Akan kubunuh kamu Jika kamu berani melakukan sesuatu kepada Gadis itu." jawab Dirga yang secara spontan tanpa dia pikirkan.
Setelah mendengar jawaban dari bosnya tentu saja Budi terdiam, pria itu sedikit kebingungan dengan perkataan bosnya yang sedikit Tidak seperti biasanya. sekitar 15 menit kemudian makanan sudah sampai dan dibawa oleh beberapa pelayan. tatapan mata Dirga mencari keberadaan gadis muda yang kata-katanya benar-benar tidak ada alat penyaringnya sama sekali.
"Silakan Tuan, Ini pesanan Anda." ucap Nita yang terlihat menatap seorang pria yang berpakaian mahal serta wajahnya memang tampan.
"Kemana wanita tadi?" tanya Dirga.
"Siapa tuan?" tanya Nita kembali.
"Wanita yang tadi berbicara denganku dan membawaku ke sini." jawab Dirga.
"Oh.., dia sedang melayani para pembeli yang lain, Tuan. Jika ada masalah saya akan menegur Gadis itu." ucap Nita yang bersikap seperti pahlawan kesiangan.
Dari kata-kata yang dikeluarkan oleh Nita Dirga langsung memalingkan wajahnya, dia benar-benar tidak suka dengan tipe wanita yang suka cari muka dan sok-sokan tersebut. sekitar satu jam kemudian Dirga dan anak buahnya sudah selesai dengan makanan Mereka, terlihat pria itu mencari keberadaan gadis muda tadi ditunggu. sampai 1 jam gadis muda itu tidak ada wujudnya sama sekali.
Setelah mendengar perkataan dari anak buahnya Dirga langsung berdiri dan hendak pergi dari cafe tersebut, sesaat kemudian saat Dirga hendak keluar tatapan matanya menangkap gadis muda tadi yang sudah menaiki motor.
"Besok aku akan kemari lagi, aku akan melihatmu dan akan kupastikan kalau kau adalah jodohku." ucap Dirga yang kemudian meminta anak buahnya untuk segera pergi.
Di tempat lain Dara sudah pergi ke kampus dia harus segera sampai di tempat kuliah. "Aduh.., ini udah telat 5 menit. pasti Om Bastian marah-marah." ucap Dara yang terlihat sudah masuk ke dalam kampus.
"Tumben telat Dara?" tanya Pak satpam yang ada di kampus.
"Iya Pak, jalanan macet." jawab Dara sambil tersenyum kemudian berlari memasuki area kampus.
"Coba aku masih muda, aku pasti akan pacaran sama Gadis itu." ucap Pak satpam sambil tersenyum saat melihat Dara yang benar-benar energik luar biasa.
Beberapa menit kemudian Dara sudah sampai di dalam kelasnya, tatapan mata Bastian yang menatap Dara yang sudah telat 5 menit.
"Kamu dari mana saja, Dara?" tanya Bastian.
"Maaf Pak, jalanannya macet." jawab Dara yang kemudian duduk.
"Kamu dari mana aja sih?" tanya Ferdi yang sudah berada di kelas.
"Jalanan macet, tadi aja aku hampir tidak sampai ke sini." jawab Dara.
"Jika kalian ingin melanjutkan pelajaran maka fokus, jika tidak ingin cepat keluar!" seru Bastian yang membuat Dara langsung memanyunkan bibirnya.
Dari kejauhan Bastian melihat Dara sedang berbicara dengan Ferdi, Hal itu membuat pria itu sedikit kesal.
"Dara, pindah tempat di depan!" seru Bastian yang membuat Dara menghembuskan nafasnya dan sangat kesal.
"Ngapain juga sih dipindah." ucap Dara.
"Ya tuh pak dosen benar-benar dosen killer." jawab Ferdi.
"Jangan keras-keras, bisa mati aku kalau pulang." ucap Dara yang kemudian pindah ke depan.
Tatapan mata Bastian menatap Dara sambil memberi pelajaran, sesaat kemudian pria itu berjalan mengelilingi meja para mahasiswanya. pria itu tidak sengaja menatap jari jemari Dara yang dibalut oleh perban. Sekitar 2 atau 3 jam kemudian pelajaran sudah selesai, para mahasiswa sudah keluar begitupun Ferdi yang mendekati Dara untuk mengajaknya keluar.
"Ayo Dara." ucap Ferdi.
"Aku masih ada keperluan dengan Dara, Kamu pergi saja." ucap Bastian yang kemudian mendekati Dara.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian