I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Tiba-tiba Bastian menghilang



* Beberapa hari kemudian **


"Pak, apa bapak tidak tahu ke mana om Bastian?" tanya Dara.


"Memangnya ada apa?" tanya pak Rusdi.


"Sudah 3 hari Om Bastian tidak menemui Dara." jawab Dara.


"Bapak juga tidak tahu, kemarin pergi dia cuma bilang akan ke suatu tempat." jawab pak Rusdi.


"Tumben banget om Bastian tidak bisa di telfon." ucap Dara.


"Mungkin Bastian ada keperluan yang sangat penting jadi dia tidak memberikan kita kabar sama sekali." ucap Pak Rusdi yang berusaha untuk menenangkan hati putrinya. memang sudah 3 hari ini Bastian tidak ada kabar beritanya, tiba-tiba saja dia menghilang tanpa kabar sama sekali.


Entah mengapa Dara benar-benar begitu kebingungan, seorang pria yang selalu bersamanya sekarang menghilang tanpa kabar sama sekali.


"Sudahlah Dara, mungkin kalau Bastian waktunya sudah renggang dia akan menelfon kita. mungkin kalau Bastian menelpon bapak nanti bapak akan memberitahumu." ucap Pak Rusdi.


"Tidak biasanya seperti ini lho Pak, Dara benar-benar takut jika ada sesuatu sama Om Bastian." ucap Dara.


"Mau gimana lagi, bapak juga menelpon dia tapi tidak tersambung. bapak ke rumah Bastian tapi pekerja yang ada di rumah itu tidak tahu pria itu ada di mana." jawab Pak Rusdi.


"Om Bastian tidak mengalami kecelakaan atau apapun kan Pak, Dara takut jika terjadi sesuatu sama Om Bastian." ucap Dara.


"Kamu Jangan berpikir seperti itu, mungkin Bastian sedang repot dengan beberapa pekerjaannya. Kamu tahu kan Bastian itu mempunyai beberapa pekerjaan sampingan selain menjadi dosen dan pemilik cafe." ucap Pak Rusdi.


"Tapi, kata Husna sudah 3 hari ini Om Bastian tidak ke kampus loh Pak." ucap Dara kembali.


"Sudahlah Dara, kamu Jangan berpikiran jelek seperti itu. Kamu yakinlah kalau tidak akan terjadi sesuatu. berdoalah supaya semuanya baik-baik saja." ucap Pak Rusdi yang membuat Dara menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu, Pak. Dara mau mandi setelah itu Dara sholat." ucap Dara.


"Iya." jawab Pak Rusdi.


Waktu benar-benar berjalan dengan semua kebingungan yang melanda Dara, Gadis itu merasakan patah hati karena sudah satu bulan ini dia tidak mendapatkan informasi mengenai keberadaan Bastian. terkadang Dara berpikir apakah mungkin jika Bastian memiliki kekasih atau mungkin dia bersama dengan wanita lain.


"Ya Allah.., sudah satu bulan Om Bastian tidak memberiku kabar sama sekali. dia ada di mana dan apa yang dia lakukan." ucap Dara yang benar-benar sangat kebingungan.


Satu bulan bukanlah waktu yang cepat, Dara selalu dilanda kebingungan dengan semua yang terjadi, gadis muda itu nampak terus berusaha untuk meyakinkan dirinya kalau Bastian berada di suatu tempat yang tidak mempunyai sambungan telepon sama sekali.


"Dara!" seru Mbak Tri.


"Iya, ada apa Mbak." jawab Dara.


"Ada temanmu yang menunggu di luar." ucap mbak Tri yang membuat Dara benar-benar bersemangat.


wanita itu mengira kalau Bastian memberikan kejutan dengan kedatangannya yang tiba-tiba, seketika Dara meninggalkan pekerjaannya untuk menemui sosok pria yang sudah ada di depan butik. seorang pria berdiri tegak memandang sebuah tempat, terlihat Dara menatap punggung seorang pria yang memakai pakaian santai seperti yang biasa dilakukan oleh Bastian.


"Dara." Panggil seorang pria yang sudah memutar tubuhnya sambil menatap Dara. seketika kekecewaan itu tergambar di wajah Dara ketika melihat pria itu bukan Bastian.


"Ada apa Dara?" tanya Dirga kepada Dara.


"Tidak apa-apa Mas Dirga." jawab Dara.


"Oh ya kamu masih lama tidak kerjanya?" tanya Dirga.


"Tidak Mas, cuma tinggal sekitar 2 jam-an lagi." jawab Dara.


"Bisa aku menunggumu, tidak?" tanya Dirga.


"Apakah ada sesuatu Mas?" tanya Dara yang melihat kalau Dirga ingin mengatakan sesuatu.


"Tidak cuma ingin bicara saja sama kamu, setelah selesai kerja bisa tidak kita mencari makanan ringan?" tanya Dirga yang membuat Dara memikirkan apa yang dikatakan oleh bapaknya. dia harus berusaha untuk menghilangkan pikiran-pikiran buruk mengenai kepergian Bastian yang tiba-tiba.


"Tidak, aku akan menunggumu di sini. lagi pula aku mempunyai pekerjaan di sekitar sini, nanti kalau pulang kamu tinggal telepon aku." ucap Dirga.


"Baiklah Mas." jawab Dara yang kemudian kembali masuk ke ruangannya. terlihat wanita itu memegang dadanya, nafasnya diatur sedemikian rupa dengan semua gejolak yang ada di hatinya. "Kamu ini ada di mana sih Om, kenapa tidak ada kabar sama sekali." ucap Dara yang kemudian memandang wajah Bastian di ponselnya.


Malam ini akhirnya Dara berjalan-jalan bersama dengan Dirga, dia terus menatap ponselnya yang mungkin saja mendapatkan pesan dari Bastian.


"Ada apa Dara?" tanya Dirga.


"Tidak ada apa-apa, Mas." jawab Dara.


"Apa kamu yakin?" tanya Dirga.


"Iya." jawab Dara kembali.


Sebenarnya Dirga tahu kalau sudah satu bulan ini Bastian tiba-tiba pergi entah ke mana pria itu dan di mana keberadaannya sekarang. namun ketika Bastian pergi Dirga memberanikan diri untuk mendekati Dara, pria itu yakin kalau mungkin saja Bastian sudah bersama dengan wanita lain atau apapun.


"Apakah kamu masih memikirkan pria itu, Dara?" tanya Dirga.


"Siapa?" tanya Dara.


"Pria yang selalu bersamamu itu." ucap Dirga.


"Om Bastian?" tanya Dara.


"Iya." jawab Dirga.


"Tentu Mas, aku tentu saja memikirkan Om Bastian. tiba-tiba saja dia menghilang tanpa kabar sama sekali sudah satu bulan ini dia tidak memberikan aku kabar. Entah di mana dan apa yang dia lakukan." ucap Dara.


Ada sedikit rasa senang namun sedikit rasa sedih saat melihat Dara menunjukkan raut wajah kesedihannya. "Apa mungkin dia sudah mempunyai wanita lain, Dara?" tanya Dirga.


DEG...,


Seketika Dara tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh Dirga. "Entahlah Mas aku tidak tahu tapi aku yakin Om Bastian tidak akan melakukan hal itu padaku jawab Dara Maafkan jika kata-kataku menyakitimu Dara ucap Dirga ketika darah mendengar perkataan seperti itu hatinya ingin menangis dengan semua perasaan yang sudah mendarah daging di hati Dara.


Beberapa bulan kemudian 6 bulan telah berlalu, tetap saja tidak ada kabar mengenai Bastian. tiba-tiba pria itu pergi tanpa memberikan kabar sama sekali, terlihat Dara hanya bisa menerima semua kejadian itu. terkadang Dara melamun dengan semua pemikirannya, pemikiran jelek kenangan yang begitu indah bahkan kata-kata romantis yang diucapkan oleh Bastian dulu.


"Kamu sedang memikirkan apa, Dara?" tanya Pak Rusdi yang masuk ke kamar Dara.


"Tidak apa-apa Pak." jawab Pak Rusdi.


"Kamu masih memikirkan, Bastian?" tanya Pak Rusdi.


Dara menganggukkan kepalanya, terlihat wanita itu berusaha untuk menguatkan hatinya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan