I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
I love you uncle, Bastian



Setelah beberapa hari Dara berada di tempat itu namun Bastian tidak mau menemuinya, akhirnya dara memutuskan untuk kembali ke tempatnya, Dara benar-benar begitu terluka dia merasa kecewa. perasaannya seolah hancur dengan semua yang dikatakan oleh Bastian.


Apa kamu yakin mau kembali, Dara?" tanya Tony.


"Lebih baik aku melupakan semuanya, Mas. aku harus belajar mendamaikan hatiku, aku harus belajar melupakan mengenai hubungan kami. Dia sudah tidak mau menerimaku, Mas. dia berpikir kalau aku hanyalah seorang wanita yang berpikiran begitu picik." ucap Dara.


"Cobalah tunggu sebentar." ucap Toni.


"Percuma saja Mas, walaupun aku menunggunya seumur hidupku dia tidak akan pernah mau menemuiku, baginya cintaku ini hanyalah cinta bayangan. apabila malam sudah menampakkan dirinya maka cintaku itu akan hilang." jawab Dara.


"Pak tolong katakan sama Dara untuk menunggu sebentar." pintar Toni.


"Apalagi yang harus kita tunggu, Tony. Bastian sudah memutuskan untuk tidak mau menemui Dara.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, Percuma saja kita menunggu di sini namun tidak ada hasilnya." jawab Pak Rusdi yang kemudian menenangkan putrinya.


"Tony benar-benar sangat kebingungan, di sisi lain Tony tahu kalau Bastian hancur. di sisi lainnya lagi pria itu melihat gadis muda yang patah hati karena melihat pria yang dicintainya mencampakkan dirinya begitu saja. seketika Toni berlari ke kamar Bastian untuk membujuk pria itu.


BRAKK...


BRAKK..


"Bastian, Dara akan pergi dia bilang seumur hidupnya dia tidak akan mau memaafkanmu ataupun melihatmu!!" teriak Tony.


Tidak ada jawaban ataupun sahutan dari Bastian, pria itu nampak menatap keluar kaca kamarnya. Bastian melihat wanita yang dia cintai itu meninggalkan rumahnya, air matanya seketika menetes jantungnya berdebar begitu kencang seumur hidup. dia tidak akan pernah mau bertemu dengan Bastian, cintanya akan dihapus umur hidupnya. dia tidak akan pernah menganggap Bastian ada, kata-kata itu terus terngiang di telinga Bastian.


Hal itu membuat Bastian merasakan kehancuran yang sangat luar biasa, Entah mengapa tiba-tiba saja Bastian tidak terima dengan perkataan itu, cintanya begitu tulus kepada Dara, Apakah semuanya akan berakhir seperti ini? Apakah semuanya hanya sebatas ini, terlihat Bastian langsung membuka pintu kamarnya. dia berlari keluar rumah untuk menghentikan kekasih hatinya tersebut dan Pak Rusdi yang hendak masuk ke dalam mobil.


Sopir akan mengantarkan darah kembali ke rumahnya, mungkin saja Dara lebih memilih untuk pergi ke tempat yang begitu jauh. Bastian yang sangat sangat mengenal Bagaimana sifat dari Dara, dia tahu darah tidak akan pernah menginjakkan kakinya Kembali ke tempat mereka. Hal itu membuat Bastian langsung berlari sekencang mungkin untuk menghentikan mobil yang akan meninggalkan tempatnya tersebut, dengan segera Bastian berdiri di depan mobil tersebut Sedangkan Dara nampak diam menyandarkan tubuhnya di kursi mobil sembari menutup matanya.


"Dara." Panggil Pak Rusdi.


"Iya Pak." jawab Dara dengan nada suara yang begitu sedih.


"Lihatlah." ucap Pak Rusdi.


Dara membuka matanya, gadis muda itu menatap Bastian yang sudah berdiri di depan mobil. "Mau apa lagi dia di sana Pak, apakah dia ingin mengatakan kalau aku tidak boleh kemari lagi seumur hidupku." ucap Dara.


"Tunggulah sebentar dengarkan apa yang ingin dia bicarakan." pinta Pak Rusdi.


"Sudahlah Pak, semuanya sudah hancur. hancur tanpa tersisa sama sekali." jawab Dara.


TOK...


TOK...


Bastian mengetok kaca mobil, pria itu meminta Dara untuk membuka pintu mobilnya.


"Dara, Buka pintu mobilnya." pinta Bastian.


Dara membuka kaca mobilnya, wanita itu menatap Bastian yang ada di samping mobil. "Aku tidak akan pernah kembali ke sini Om, aku berjanji. tenang saja Tenang saja aku tidak akan pernah mengganggumu, hiduplah dengan damai di sini anggap saja kau dan aku tidak pernah saling bertemu." ucap Dara yang membuat Bastian benar-benar sangat tersentak luar biasa.


"Dara, dengarkan Om Bastian." ucap Bastian.


"Keluarlah Dara, Aku ingin berbicara." minta Bastian.


"Bicara apalagi Om, semuanya sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan." jawab Dara sembari menahan tangisnya.


Pak Rusdi menatap Bastian dengan tatapan mata yang begitu kasihan. "Kita keluar sebentar, Dara." minta Pak Rusdi.


"Tidak Pak, kita pulang saja Aku ingin segera melupakan ini semua, terlalu sakit Pak. Dara tidak bisa menerima Ini semua." jawab Dara yang berusaha untuk menutup kaca mobilnya.


Dengan segera Bastian memasukkan tangannya hingga tangan itu terjepit ke atas.


Dara yang melihat hal itu seketika dia langsung membuka kembali kaca mobil itu. "Kenapa sih Om melakukan hal ini, apa yang ini yang ingin Om lakukan? apakah Om ingin menghancurkanku lebih dalam lagi?" tanya Dara sembari meneteskan air matanya. Dara tidak mampu menahan semua gejolak yang ada di dadanya, sakit terlalu sakit.


Ketika dara sudah keluar dari mobil, Bastian langsung bersujud di depan Dara. "Maafkan Om, Maafkan Om jika sudah melukaimu." ucap Bastian yang menundukkan kepalanya.


"Om Bastian ingin apa? Om Bastian akan melakukan apa? Apakah Om ingin Dara melupakanmu, ok aku pasti akan melakukannya. Apakah Om ingin mencari seorang wanita lagi? silakan lakukan Dara tidak akan pernah menghentikan apa yang Om inginkan." ucap Dara.


"Maafkan Om, Dara. Maafkan Om, aku tidak ingin menemuimu Karena Om tahu bagaimana kondisiku, aku takut kamu terkejut aku takut tiba-tiba kamu jijik ketika melihatku." ucap Bastian yang masih menundukkan kepalanya.


Seketika Dara langsung terduduk sembari memegang wajah Bastian. "Sehina itukah diriku di matamu? sejelek itukah hatiku Di matamu, kenapa Om Bastian mengatakan hal itu? apa karena aku hanyalah gadis muda dengan semua kesenangan yang belum aku capai? Apakah kamu tidak percaya padaku, pada cintaku?" tanya Dara.


Bastian nampak terdiam, pria itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


"I love you uncle Bastian, kamu adalah penerang ku, kamu adalah cahaya ketika malam. penopangku dan tembok kokoh yang selalu menjagaku." bisik Dara.


DEG...


seketika Bastian benar-benar tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh Dara, Bastian menatap wajah Dara. pandangan mata kedua insan itu beradu dan saling memandang.


"Aku mencintaimu Dara, Aku mencintaimu." ucap Bastian.


Tak ada kata yang dikeluarkan oleh Dara, wanita itu menyentuh luka Bastian yang ada di wajahnya. "Bukan karena ketampanan Aku mencintaimu, bukan karena kekayaanmu hingga aku mendambamu. karena kehadiranmu selalu aku butuhkan, karena dirimu aku selalu bisa bertahan. kokohnya tanganmu memegang tanganku itu adalah kekuatan yang begitu aku butuhkan. pelukanmu adalah kehangatan, pengertian mu adalah cinta yang aku butuhkan." ucap Dara sembari menyentuh luka Bastian.


Kata-kata yang terucap dari mulut Bastian benar-benar membuat pria itu tersenyum dengan semua luka yang sudah dia tahan selama 6 bulan ini sendirian.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan