I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Wanita yang tidak tahu diri



"Apa yang kau lakukan di sini!" seru Dara.


"Aku kemari karena aku ingin meminta tolong padamu." jawab Bu Sri.


"Memangnya kamu ingin meminta tolong apa? Apakah kamu ingin meminta tolong padaku untuk memberikan jantung dan ginjalku kepada putramu itu?" tanya Dara sembari tersenyum.


Bu Sri terlihat bersujud, wanita itu meminta Dara untuk mendonorkan jantung dan ginjalnya.


"Apakah kamu masih kurang menyakitiku, Apakah kamu kurang memberikan aku rasa sakit? aku selalu menderita Aku selalu merasakan rasa sakit yang luar biasa. Apakah semuanya itu masih kurang?" tanya Dara.


"Aku sudah membesarkanmu, jadi aku meminta balasan darimu." jawab Bu Sri.


Dara yang mendengar perkataan Bu Sri tentu saja wanita itu tersenyum. "Apakah kamu mau meminta aku membayar seluruh Apa yang kau lakukan?" tanya Dara.


"Benar." jawab Bu Sri.


"Kalau begitu aku juga meminta kepadamu hakku sebagai seorang anak!" seru Dara yang membuat Bu Sri langsung terdiam.


Bastian yang ada di ruang tamu nampak pria itu akan melakukan sesuatu jika Bu Sri tetap saja bersih kuku.


"Jika kamu terus-menerus melakukan hal ini jangan salahkan aku jika aku menelpon polisi." ancam Bastian.


"Anakku tidak boleh mati anakku tidak boleh mati!" seru Bu Sri.


"Kau tidaklah mencintai anakmu, Kamu hanyalah mencintai kekayaan yang dimiliki oleh suamimu. jika anakmu meninggal aku yakin kamu takut hidup melarat, bukan." ucap Pak Rusdi yang membuat Bu Sri menatap mantan suaminya tersebut.


"Memangnya apa salah aku ingin hidup bahagia?" tanya Bu Sri.


"Tidak, kamu tidak salah, jika ingin hidup bahagia tapi kenapa kebahagiaan yang kamu inginkan itu harus mengorbankan orang lain?" tanya Pak Rusdi.


Seorang pria yang datang ke rumah itu nampak berdiri di luar pintu rumah Pak Rusdi.


"Aku minta pada kalian untuk membiarkan wanita ini mendonorkan jantung dan ginjalnya pada Putraku." pinta Bu Sri kembali.


"Hahaha Kau benar-benar wanita yang sangat menyedihkan, kamu terus menerus memintaku untuk bunuh diri. kamu sudah menelantarkanku sejak kecil, pernahkah kau menganggapku anak? kau terus-menerus mencari pria untuk kesenanganmu. kau tidak pernah menganggapku ada, aku tidak tahu siapa bapakku, Aku tidak pernah tahu bagaimana rupa bapakku, sudah berapa kali kau memberikan aku sosok seorang pria sebagai bapakku. namun mereka selalu kecewa dengan semua sikapmu." ucap Dara.


Suami baru Bu Sri nampak terdiam dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh isterinya.


DEG..


terlihat suami Bu Sri benar-benar terdiam dengan semua yang terjadi pria itu tidak akan pernah mengira kalau istrinya mengatakan hal itu, jika dia menggunakan anaknya hanya sebagai alat maka suami Bu Sri tidak akan bisa menerima hal itu.


"Jadi, selama ini wanita wanita itu mempermainkan aku?" guman suami Bu Sri.


Bu Sri terus membicarakan masa lalunya, wanita itu terus-menerus memaksa Dara untuk mendonorkan jantungnya.


"Aku tidak peduli apa yang harus aku lakukan, aku minta padamu untuk mendonorkan jantung dan ginjal mu." ucap Bu Sri.


"Jadi selama ini kamu tidak benar-benar mencintai putramu? kamu hanya menjadikan anakku sebagai alat untuk bertahan di sisiku!!" seru suami istri yang membuat Bu Sri benar-benar sangat terkejut.


Terlihat Bu Sri memutar tubuhnya dan menatap sang suami, Wanita itu benar-benar sangat terkejut ketika melihat suaminya mengatakan hal itu.


DEG...


Bu Sri benar-benar begitu terkejut dengan kedatangan suaminya, wanita itu tidak pernah mengira kalau suaminya tiba-tiba berada di tempat itu.


"Apa yang kau inginkan, Apa yang kau inginkan dari semua yang kamu lakukan!" seru suamiku Sri.


"Sayang, Tenanglah. aku bisa menjelaskannya, Kita harus menolong Putra kita terlebih dahulu." ucap Bu Sri.


"Untuk apa? aku kira selama ini kamu melakukan hal itu untuk anak kita karena kau mencintai Putra kita, tapi hari ini dengan kedua mata dan telingaku aku melihat sendiri bagaimana busuknya istriku. aku benar-benar sangat bodohz bodoh karena percaya dengan semua kata-katamu. Aku kira kamu mencintai anakmu karena dia benar-benar dalam kondisi seperti itu, namun apa yang aku lihat sekarang ini, ternyata jika terjadi sesuatu kepada Putra kita Kamu takut aku akan menyingkirkanmu." ucap suami Bu Sri.


Bastian sedikit menghela nafasnya, pria itu mendekati suami Bu Sri sembari menepuk pundaknya. "Seperti itulah isterimu, tuan. seperti itulah wanita yang telah kau nikahi, kakakku dulu terperangkap dengan pesonanya, Kakakku selalu memberikan apa yang dia inginkan. namun apa yang terjadi Dia membuat kakakku menjadi sesuatu yang benar-benar sangat buruk, dia tiba-tiba meninggalkan putrinya, bahkan Kau harus tahu kebusukan istrimu. salah satu kekasih dari istrimu dulu hampir merenggut kehormatan seorang gadis kecil, wanita itu diam saja dia tidak pernah berusaha untuk menolong putrinya. wanita yang tidak pantas disebut seorang ibu sekarang Wanita itu sudah menjadi istrimu, dia memikirkan putranya bukan karena dia mencintai putranya dia memikirkan putranya karena dia takut kehilangan seluruh harta yang kamu miliki." ucap Bastian yang membuat suami Bu Sri benar-benar sangat terkejut. pria itu memegang kepalanya dia terduduk di ruang tamu rumah Pak Rusdi.


"Maafkan Aku, maafkan atas semua kebodohanku." ucap suami Bu Sri.


"Kamu sudah tahu kan seperti apa istrimu, dia menggunakan anaknya hanya untuk bertahan menjadi orang kaya. dia tidak akan mau hidup miskin, seperti itulah dulu dia hidup denganku, ketika aku tidak bisa memberikan dia sesuatu yang lebih dia langsung mencampakkanku." ucap Pak Rusdi yang membuat Bu Sri kehilangan kata-katanya.


"Mas, mereka semuanya itu bohong. mereka semuanya bohong!!" seru Bu Sri.


"Diam, diam kamu. kamu benar-benar wanita yang tidak pantas dipanggil sebagai ibu, benar apa yang dikatakan oleh pria itu, aku baru tahu kalau pria itu bukanlah ayah kandung dari putrimu. kau menelantarkan Putri kandungmu sendiri kau mencari kebahagiaanmu sendiri, kau tidak pernah mencari tahu di mana putrimu. Bagaimana keadaannya dan apakah hi dia hidup atau mati!!" seru suami Bu Sri.


Terlihat pria itu benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, kesalahan yang hampir membuatnya tidak akan pernah memaafkan dirinya. sebuah kesalahan yang hampir membuat dia terjerumus ke lembah yang sangat curam.


"Maaf, maafkan aku karena aku buta sebagai seorang ayah. maafkan aku karena aku hendak mencelakaimu karena aku menginginkan kehidupan untuk Putraku." ucap suami Bu Sri.


Terlihat Bu Sri terus menerus berusaha untuk meyakinkan suaminya, jika sampai suaminya marah maka tamatlah dia dengan semua kemewahan yang selama ini dia miliki.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian