
"Apa yang terjadi?" tanya tuan Abdul.
"Tuan, mereka mencoba menculik saya." jawab Dara.
"Bagaimana mungkin?" tanya Abdul.
"Mereka mencoba untuk menculik saya, tuan." ucap Dara yang terlihat sedikit ketakutan dengan semua yang terjadi.
Seketika Abdul meminta sopirnya untuk segera menangkap dua pria yang hendak menculik Dara, kedua tangan dan kaki Dara terlihat gemetar wajahnya sedikit pucat. Dara benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, suaminya tidak ada di rumah dia tidak akan tahu bagaimana jika dia sudah diculik dia akan hidup atau tidak.
"Lebih baik kamu masuk ke mobil aku akan mengantarkan pulang." ucap Abdul yang kemudian membawa Dara masuk ke mobil.
Tatapan mata Abdul menatap Dara yang benar-benar sangat ketakutan. ada sesuatu yang membuat wanita itu takut.
"Mereka melarikan diri, Tuan." ucap Rojak.
"Kita antarkan dulu Dara kembali ke rumahnya." minta Abdul yang membuat Rojak ikut masuk ke dalam mobil.
Beberapa saat kemudian akhirnya Abdul mengantarkan Dara kembali ke rumahnya. "Terima kasih, Tuan." ucap Dara.
"Hati-hatilah, lebih baik kamu jangan berjalan kaki kalau pulang dari tempat kerjamu. cobalah kamu mengendarai mobil atau meminta antar seseorang." ucap Abdul.
Dara hanya mampu menganggukkan kepalanya, setelah itu Dara keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya. sebuah rumah yang terlihat sederhana bagi Abdul yang kaya raya.
"Jadi ini Rumah Dara, Rojak?" tanya Abdul.
"Benar, Tuan." jawab Rojak.
"Sederhana." ucap Abdul yang kemudian meminta Rojak untuk melajukan mobilnya.
Di tempat lain terlihat Bastian dan timnya sudah selesai dengan beberapa misi mereka.
"Baiklah kalau begitu, kita akan segera kembali ke tempat kita masing-masing. dua teman kita sudah kita selamatkan, kalian harus tahu dan kalian harus hati-hati untuk kedepannya." ucap Bastian.
"Tenang saja, komandan. kami akan melakukannya." jawab anggota tim elit 8.
"Baiklah kalau begitu kita harus segera kembali ke tempat kita masing-masing seluruh keluarga kita sudah menunggu kita." ucap Bastian yang membuat kedelapan timnya langsung bergegas Kembali ke tempat mereka masing-masing.
Setelah berbicara dengan timnya terlihat Bastian tersenyum saat melihat foto dari sang istri yang ada di ponselnya itu, Bastian menatap wajah dara yang tersenyum begitu bahagia, tak berselang lama sebuah pesan masuk ke ponsel Bastian yang mengatakan kalau Dara hampir saja diculik.
"Apa ini." ucap Bastian.
dengan segera Bastian mematikan ponselnya dan harus segera kembali ke rumahnya. dia tidak tahu apa yang akan terjadi namun Bastian yakin kalau sang istri sekarang dalam kondisi yang benar-benar sangat ketakutan.
"Ada apa Bastian?" tanya Toni.
"Aku harus segera kembali ke rumah, aku baru mendapatkan informasi yang benar-benar sangat menakutkan." jawab Bastian.
"Memangnya ada apa?" tanya Toni.
"Ada seseorang yang berusaha untuk menculik istriku." jawab Bastian.
"Apa!" Tony yang sangat terkejut saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh sahabatnya tersebut.
"Ini sudah dua kali Istriku diculik oleh seseorang, aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi." jawab Bastian yang kemudian segera kembali ke rumah mereka.
Sekitar 3 jam kemudian Bastian dan Tony sudah kembali ke tempatnya, terlihat pria itu menatap rumahnya dengan tatapan mata yang benar-benar kebingungan. seketika Bastian masuk ke dalam rumahnya, pria itu melihat Pak Rusdi yang berada di ruang tamu.
"Kamu sudah pulang, Bastian?" tanya Pak Rusdi.
"Bagaimana kondisi Dara, Mas?" tanya Bastian kepada Pak Rusdi.
"Dia sedang istirahat, masuklah." jawab Pak Rusdi yang meminta Bastian untuk melihat kondisi Dara.
Tatapan mata Bastian menetap istrinya yang berada di kamar, terlihat Dara meringkuk sembari memegang perutnya. entah apa yang terjadi namun Bastian benar-benar takut jika terjadi sesuatu kepada istrinya. "Sayang." Panggil Bastian kepada Dara.
"Mas." Panggil Dara ketika melihat suaminya sudah ada di depan matanya. Dara menangis wanita itu benar-benar ketakutan ketika dia diculik.
"Bagaimana kondisimu, Sayang?" tanya Bastian.
"Aku takut Mas, aku takut terjadi sesuatu pada ku dan bayi yang ada di kandunganku." ucap Dara yang membuat Bastian sedikit terkejut.
"Bayi, maksudmu sayang?" tanya Bastian yang kebingungan.
Sebenarnya setelah Bastian pergi bertugas Dara sering sekali tidak enak badan. Hal itu membuat Dara pergi ke rumah sakit untuk mencari tahu mengenai kondisinya.
"Apa maksudmu, sayang?" tanya Bastian yang bertanya kembali kepada sang istri.
Dara tersenyum menatap sang suami, wanita itu menatap Bastian kemudian menarik salah satu tangan suaminya dan mengarahkan tangan itu ke perutnya.
"Maksudmu, sayang?" tanya Bastian.
"Iya Mas, aku sudah mengandung." jawab Dara yang membuat Bastian langsung terduduk di lantai. pria itu benar-benar seperti mendapatkan anugerah yang begitu luar biasa, ketika dia kembali dari petugas dia diberikan sebuah kejutan yang benar-benar sangat luar biasa.
"Benarkah sayang?" tanya Bastian.
"Iya mas, kita akan mempunyai seorang bayi." jawab Dara yang membuat Bastian langsung berteriak begitu keras.
"Aaaa!!!" teriak Bastian ketika mendapatkan kabar dari Dara.
BRAKK...
"Ada apa Bastian?" tanya pak Rusdi yang ikut terkejut hingga membuka pintu kamar Dara dan Bastian dengan sangat kerasnya.
"Ada apa Bastian?" tanya Pak Rusdi kembali.
Bastian hanya melihat hal itu seketika dia menatap Pak Rusdi. "Mas, kamu tahu tidak. aku akan menjadi ayah, Mas!!" teriak Bastian.
"Menjadi ayah?" tanya Pak Rusdi yang kebingungan.
"Iya Mas, Dara hamil aku akan menjadi Ayah!!" seru Bastian yang membuat Pak Rusdi juga ikut terkejut.
Seketika kedua pria itu berjingkat seperti anak-anak yang baru mendapatkan sebuah hadiah yang sangat luar biasa.
"Kalau begitu aku jadi kakek dong!!" seru Pak Rusdi.
"Mas akan jadi kakek, aku akan jadi ayah!!" seru Bastian yang terlihat terus mengoceh tidak karuan Karena kebahagiaan yang barusan dia dapatkan. tiga pembantu yang ada di rumah Bastian nampak mereka juga ikut bahagia dengan semua yang didapatkan oleh Bastian.
"Ya Allah, terima kasih ya Allah karena Engkau sudah memberikan kebahagiaan kepada putriku." ucap Pak Rusdi yang bersujud syukur.
Bastian juga merasakan kebahagiaan, seketika pria itu langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan sholat. kebahagiaan yang akan terdengar di rumah Bastian entah kebahagiaan itu akan seterusnya atau kebahagiaan itu akan hilang seketika. keesokan hari terlihat Bastian meminta izin kepada mbak Tri untuk Dara tidak masuk kerja selama 2 hari. Bastian ingin mengajak sang istri ke rumah sakit untuk melihat kondisi bayi Mereka.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan