
"Lalu kenapa kamu tidak pernah mengatakan mengenai kebenaran itu mas?" tanya Dara.
"Tidak mungkin aku mengatakan mengenai kebenaran itu, Sayang Aku takut kamu berpikir kalau aku melakukan sesuatu kejahatan." jawab Bastian.
"Jadi apa yang sebenarnya kamu rahasiakan sekarang?" tanya Dara kepada Bastian.
"Entahlah tapi yang jelas kamu harus hati-hati, aku tidak ingin mereka mengetahui kalau kamu itu adalah istriku. jika para musuhku tahu aku takut kamu akan menjadi sasaran dari mereka semuanya." jawab Bastian.
"Maksudmu aku tidak boleh terlalu dekat denganmu dan tidak boleh mengakuimu sebagai suamiku, gitu?" tanya Dara yang sedikit tersulut emosi.
"Bukan seperti itu, Sayang. Aku tidak bermaksud mengatakan hal itu." jawab Bastian.
"Lalu, Apa maksudmu, Mas? Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Dara yang sedikit memegang kepalanya.
"Aku tidak ingin kamu sakit hati dengan semua yang akan aku ceritakan." jawab Bastian.
Aku tidak akan pernah sakit hati ataupun marah jika kamu mengatakan sebuah kejujuran, kita ini suami istri kita ini harus saling percaya dan saling melindungi. Jika kamu membohongiku Aku tidak tahu apa-apa mengenai dirimu apa yang harus aku lakukan?" tanya Dara.
Sebenarnya Bastian tidak ingin istrinya mengetahui kehidupannya, namun dia tidak ingin kehilangan wanita yang begitu dia cintai. "Maafkan aku, aku telah membohongimu." jawab Bastian yang kemudian menceritakan seluruh kehidupannya.
Sedikit cerita yang dikatakan oleh Bastian membuat Dara benar-benar sangat terkejut, dia tidak akan pernah mengira kalau suaminya itu adalah pria yang bisa dibilang mempunyai misi yang sangat berbahaya. "Lalu, apakah kamu percaya denganku, Mas?" tanya Dara.
"Tentu saja." jawab Bastian.
"Kalau begitu mari kita jalani kehidupan ini seperti biasanya, Tidak apa-apa jika kehidupan ini tidak terlalu menyenangkan. Tapi aku minta padamu tidak membohongiku, cukup kebohongan ini yang telah kau sembunyikan di kemudian hari. kamu tidak boleh menutupi apapun dariku." ucap Dara yang membuat Bastian menganggukkan kepalanya.
Singkat cerita akhirnya dalam mengetahui siapa sebenarnya Bastian ada sedikit ketakutan keraguan bahkan terkadang darah takut jika tiba-tiba saja suaminya meninggalkannya.
Setelah mengetahui semua cerita dari sang suami, Dara mencoba untuk memahami suaminya. pengantin baru yang beberapa hari menikah dengan situasi yang benar-benar begitu berbeda.
"Oh ya mas, kita akan di sini Berapa hari?" tanya Dara kepada sang suami
"Mungkin kita akan di sini selama dua hari, Sayang. aku ingin mengamankan beberapa tempat ini, lagi pula kita akan ke Bogor kan? tidak enak kalau kita langsung pergi." ucap Bastian.
"Ya sudah kalau begitu." jawab Dara yang kemudian tersenyum kepada sang suami. mencoba untuk memahami dan bertahan sebagai seorang istri, itulah yang sekarang dilakukan oleh Dara. sebagai istri dari pria yang begitu mengagumkan seorang pria yang mempunyai tugas yang begitu luar biasa, di balik tugas itu ada ancaman yang mungkin membuat Dara dan Bastian tidak akan bisa tenang.
"Mas!" panggil seorang wanita yang berada di cafe.
"Ya mbak." jawab Bastian.
Terlihat mendekati seorang wanita yang memanggil Bastian.
"Mas, bisa minta foto, tidak?" tanya seorang wanita kepada Bastian.
Dengan sangat bijak dan sangat lembut Bastian menolak permintaan wanita itu, Dara yang melihat hal itu nampak wanita itu tersenyum dengan semua keteguhan dari sang suami. wanita yang ada di tempat itu memang sangat cantik bahkan bodynya begitu aduhai dengan paras yang begitu menawan.
"Ayolah Mas, boleh tidak kami foto dengan kamu." pinta Rahma kepada Bastian.
"Saya mohon maaf, Mbak. saya tidak bisa foto dengan kalian, Kalau kalian mau foto di tempat ini, silakan. saya bukan pajangan untuk ditunjukkan ke layar suka-suka kalian." jawab Bastian yang kemudian menyapa para tamu.
Sesaat kemudian Dara mendekati sang suami, wanita itu menatap suaminya dengan tatapan mata yang penuh dengan cinta.
Beberapa pria nampak menatap Dara dengan tatapan mata yang begitu nakal, terlihat mereka menatap Dara seolah wanita itu masih single dan belum mempunyai kekasih sama sekali.
"Kalau aku bisa aku pasti akan mencolok mata mereka." ucap Bastian yang membuat Dara tersenyum.
"Kenapa kamu harus marah, Mas. lihat saja para wanita itu menatapku dengan tatapan mata yang begitu genit, lalu Mengapa kamu tidak boleh memperbolehkan mereka menatapku bercanda." Dara yang membuat Bastian langsung mencibir kan bibirnya.
"Besok aku akan memberi make up yang sangat jelek biar mereka tidak melihatmu." ucap Bastian.
"Kalau begitu aku juga akan melakukannya, akan kubuat kamu seperti topeng monyet." jawab Dara yang kemudian mengajak sang suami untuk keluar dari cafe tersebut. Cafe berlantai dua itu sudah dipenuhi dengan tamu, beberapa pria nampak menatap sepasang suami istri yang ada di luar sana.
"Menurut kalian, cantik mana sih wanita itu sama aku?" tanya Rahma kepada teman-temannya.
"Kalau dibilang cantik, wanita itu cantik. imut tubuhnya seksi dan yang kalau aku lihat wajahnya itu mudah sekali menarik perhatian para pria." ucap teman-teman Rahma.
"Kalian kira aku ini tidak cantik hingga kalian mengatakan hal itu padaku, kalau masalah menarik perhatian pria sih aku sangat pandai melakukan hal itu." jawab Rahma yang benar-benar tidak suka dengan kata-kata yang diucapkan oleh teman-temannya itu.
"Tapi, kalau dari segi umur kelihatannya wanita itu lebih muda darimu." sindir teman Rama yang membuat Rama sedikit kesal.
"Maksud kalian aku lebih tua dari dia, gitu?" tanya Rama yang kemudian melotot ke arah teman-temannya.
"Ya tidak, kamu lihat aja. kelihatannya Gadis itu masih imut-imut mungkin usianya sekitar 20. kalau kamu kan usianya sudah 30." ucap teman-teman Rahma yang membuat Rahma sedikit kesal.
"Kalian itu selalu membuat aku kesal, lihat aja aku pasti akan merebut pria itu dari istrinya. sehebat apa sih wanita itu hingga kalian mengatakan hal seperti itu, lihat saja aku pasti akan membuat wanita itu kehilangan suaminya." ucap Rahma yang kemudian pergi dari Cafe.
Berapa banyak wanita yang selalu memandang Bastian dengan tatapan mata yang begitu mengharapkan, Dara terkadang harus bersabar dengan semua yang sudah terjadi dengannya, Sekarang para wanita itu berbondong-bondong untuk mendekatimu, Mas. coba Beberapa bulan yang lalu ketika wajahmu masih menakutkan, Apakah mereka mau mendekatimu?" tanya Dara yang
membuat Bastian malah tersenyum.
"Bukannya mendekat malah mereka akan lari terbirit-birit." jawab Bastian sembari memeluk pinggang sang istri.
"Ya tentu saja lari terbirit-birit, Mas. mereka mencintaimu kan hanya dari wajahnya saja bukan dari hatinya." ucap Dara yang kemudian meminta sang suami untuk membawanya berjalan-jalan di sekitar Cafe.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan