
* Keesokan hari *
Keesokan hari setelah kejadian itu Dara sudah berada di kantor Bastian. Bastian benar-benar tidak akan pernah melepaskan siapapun yang berusaha untuk mencelakai atau mengganggu Dara.
"Om." panggil Dara.
"Ada apa?" tanya Bastian.
"Makasih ya Om, karena selalu membantu Dara." ucap Dara yang membuat Bastian yang sedang meneliti beberapa laporan yang ada di cafenya langsung menghentikan aktivitas kedua tangannya.
"Memangnya Kenapa?" tanya Bastian.
"Om selalu membantuku dan Dara selalu merepotkan." ucap Dara yang membuat Bastian menggerakkan salah satu jarinya yang bertanda memanggil Dara.
"Ada apa Om?" tanya Dara yang sudah berjalan mendekati Bastian.
"Om Bastian kan sudah bilang sama kamu, Om tidak akan membiarkan orang-orang itu berusaha untuk mencelakaimu." ucap Bastian.
"Kalau begitu apa Om akan selalu sama Dara, Nanti kalau om udah menikah lalu bagaimana?" tanya Dara yang membuat Bastian menepuk dahi Dara.
"Dengarkan Om baik-baik ya, Om Bastian tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kapanpun. kita akan hidup bersama menua bersama dan Om akan mati bersama denganmu." jawab Bastian yang membuat Dara memutar kedua bola matanya.
"Om kira Om itu pacar Dara, Dara aja belum memikirkan mengenai cari pacar kok Om bilang gitu. kalau ada yang salah paham dikira Om itu pacar Dara." ucap Dara yang membuat Bastian tersenyum.
"Dengarkan Om baik-baik, Dara. Om tidak akan membiarkanmu terluka dengan siapapun." ucap Bastian Dara.
"Aku ini sudah berumur 18 tahun Om, Dara harus mencari kekasih dan memulai hubungan itu." ucap Dara yang membuat Bastian langsung tersedak oleh air liurnya sendiri.
UHUK-UHUK....
"Maksudmu?" tanya Bastian.
"Ya tentu saja, Dara harus mencari kekasih. masa Dara sendirian sampai tua, Om kira Dara ini tidak laku apa, hingga jadi perawan tua." ucap Dara yang membuat Bastian ingin marah namun tidak bisa.
"Dengar ya Dara, lebih baik fokuslah belajar tidak usah memikirkan pria. dasar bocah bengek..," ucap Bastian yang kemudian mengambil air untuk menetralkan pikirannya.
Bastian selalu merasa kesal dan marah saat Dara mengatakan ingin mencari seorang pacar, sudah berapa kali Dara selalu mendapatkan surat cinta namun Bastian selalu menghancurkan surat-surat yang sudah dikirimkan ke Dara.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya Dara keluar dari kantor Bastian, wanita itu nampak menatap para pelanggan yang benar-benar begitu banyak.
"Dari mana saja sih kamu, Dara?" tanya Nita.
"Tuh dari ruangan Pak Bos." jawab Dara.
"Sana kamu layanin para pengunjung." minta Nita.
Dara mengambil menu makanan dan memberikan kepada seorang pria tampan yang begitu mempesona. "Selamat siang, tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dara yang membuat si pria tampan langsung menoleh dan menatap Dara.
"Saya mau pesan makanan ini, ini dan ini. tolong segera bawa kemari karena aku sudah lapar." pinta si pria.
"Lima belas menit lagi akan siap, Tuan." ucap Dara.
"Apa tidak bisa lebih cepat, karena aku ingin makan makanan itu." ucap si pria.
"Dengarkan saya, tuan. kami memasak di sini semuanya secara fresh semuanya, Kami tidak menyimpan makanan sisa tadi jadi kami akan memasaknya sekitar 10 atau 15 menit." jawab Dara.
Setelah berteriak, beberapa teman dari si pria langsung menghampirinya. "Ada apa Vano?" tanya beberapa teman si pria.
"Ini kafe Aku minta 5 menit makanan sudah siap, malah pelayan cantik ini bilang butuh waktu 10 atau 15 menit." ucap si pria dengan nada yang begitu arogan.
"Saya bisa memberikan Anda makanan dalam waktu 5 menit, tapi anda mau kalau makanan itu sisa dari makanan orang lain?" tanya Dara yang membuat si pria bersama 4 temannya sedikit tersinggung dengan kata-kata Dara.
"Maaf tuan, kami tidak bisa memasak Dalam waktu 5 menit. makanan itu tidak akan matang." ucap salah satu pelayan cafe tempat Bastian.
"Aku tidak mau tahu, dalam 5 menit pesananku harus sudah siap semua!" bentak si pria.
"Anda sudah dengarkan, Tuan? Kami tidak akan bisa memasak Dalam waktu 5 menit. Jika makanan itu sisa makanan orang lain maka Dalam waktu 5 menit kami bisa langsung menyajikan di meja Anda." ucap Dara yang membuat si pria benar-benar kesal. apalagi keempat temannya juga adalah pemuda yang begitu arogan dan sombong.
"Kalau begitu tutup saja cafe ini, cantik. daripada cafe ini tidak berguna." ucap si pria.
Bastian yang dari tadi mendengar perdebatan antara Dara dan pelayan yang ada di cafenya dengan beberapa pria itu, nampak Bastian masih tetap tenang.
"Kalau anda tidak ingin menunggu dalam waktu 15 menit, silakan Anda keluar. kami tidak memberikan pelayanan secara singkat karena kami memasak makanan secara matang, bukan makanan mentah." ucap Dara.
Beberapa pelanggan yang ada di cafe tersebut nampak mencibir seorang pria dan temannya yang terus-menerus meminta masakan matang Dalam waktu 5 menit.
"Itu pria apaan sih, dikira masak Dalam waktu 5 menit itu udah matang. Dia kira ini restoran simsalabim udah matang apa." cibir pembeli yang lain.
"Diam kalian, jika kalian ikut campur maka akan aku buat kalian juga merasakan sesuatu!" bentak si pria.
"Dengar ya tuan, anda jangan mengancam di tempat ini. jika anda terus-menerus melakukan hal itu maka kami akan melaporkan anda!!" seru Nita yang juga Mulai kesal.
"Memangnya Kenapa, Apa kalian ingin melakukan sesuatu?!" seru kelima pria itu yang sudah mendekati Dara, Nita dan salah satu karyawan wanita.
"Memangnya Kenapa? kamu ingin apa?" tanya Dara yang benar-benar begitu kesal.
Kemarin ada dua pria yang berbuat tidak senonoh kepada Dara dan sekarang ada seorang pria yang berusaha membuat cafe tersebut rusak.
"Baiklah kalau begitu, kami akan menunggu makanan itu matang dalam 15 menit. tapi aku mempunyai syarat untuk kalian." ucap si pria.
"Syarat? kami tidak menerima syarat dan tidak membuat syarat." jawab Dara.
"Aku akan menunggu dengan manis di tempat ini asalkan kamu mau menemani kami, Kalian bertiga menemani kami di sini dan duduk di pangkuan kami." ucap si pria dengan begitu santai sambil tersenyum
Bastian yang berada tidak jauh dari kantornya terlihat pria itu sudah mulai marah dengan kata-kata yang diucapkan oleh salah satu pembeli yang ada di cafenya, seketika langkah kaki Bastian mendekati si pria. tatapan mata yang benar-benar begitu marah itu menunjukkan kalau Bastian akan memberikan hukuman pada kelima pria yang sudah membuat keributan di cafenya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian