
Dara benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia dengar, Bastian mencintai dia? Dara takut jika pendengarannya itu tidak normal wanita itu terlihat berusaha untuk bersikap senormal mungkin. setelah Bastian meletakkan Dara di ranjang pria itu bergegas keluar dari kamar Dara.
Ketika Bastian sudah keluar, Dara langsung membuka matanya, terlihat gadis muda itu benar-benar memikirkan apa yang dikatakan oleh Bastian. Apakah benar yang dikatakan oleh pria itu? Apakah benar kalau Bastian benar-benar mencintainya. setelah mendengar semua yang dikatakan oleh Bastian akhirnya Dara hanya bisa terdiam. gadis itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan, tiba-tiba saja dia mendengar sebuah kalimat yang mengatakan kalau pria itu mencintai dia semenjak beberapa tahun yang lalu, itu artinya selama ini sikap Bastian bukan karena perhatian seperti seorang paman dan keponakan.
Namun pria itu memiliki perasaan yang begitu tulus kepada Dara, karena pusing dengan semua pemikirannya akhirnya Dara terlelap malam itu. Bastian menelpon Pak Rusdi menceritakan semuanya, Pak Rusdi Tentu saja sangat marah dengan semua yang dilakukan oleh Bu Sri. seorang ibu yang tega melakukan kejahatan seperti itu, seorang wanita yang tega ingin membunuh darah dagingnya.
Keesokan pagi Dara membuka matanya, gadis muda itu menatap kamar yang selalu dia tempati. Dara kembali memikirkan perkataan Bastian. "Aku tidak boleh terlalu memikirkan hal itu, aku belum yakin kalau Om Bastian benar-benar mencintaiku. lalu Kalau pria itu benar-benar mencintaiku apa yang harus aku lakukan." guman Dara yang benar-benar kebingungan. wanita itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan, semuanya seperti mimpi saat dia terlelap dan bangun. dia berharap mimpi itu pergi selamanya.
TOK...
TOK...
suara pintu kamar Dara diketok.
"Iya." jawab Dara yang kemudian berdiri untuk membuka pintu kamarnya, ketika Dara membuka pintu kamarnya tatapan matanya langsung menatap Bastian yang sudah berdiri di depan kamarnya.
DEG...
Dara benar-benar tersentak ketika pandangan matanya menatap wajah Bastian, Dara langsung kebingungan dia salah tingkah dan kata-katanya serasa terbelit di tenggorokan.
"Kamu sudah bangun, Dara?" tanya Bastian kepada Dara.
"Sudah Om." jawab Dara.
Bastian yang melihat raut wajah Dara yang kebingungan seketika pria itu takut jika terjadi sesuatu kepada Dara. "Ada apa? Apakah ada sesuatu, Kenapa wajahmu kebingungan seperti itu?" tanya Bastian.
"Ti- tidak, tidak ada apa-apa Om. aku hanya kebingungan saja waktu bangun aku ada di sini." jawab Dara yang berusaha untuk bersikap senormal mungkin.
"Ya sudah kalau begitu, cepat kamu mandi setelah itu turun ke bawah. bapakmu sudah menunggumu." ucap Bastian.
Saat Bastian hendak meninggalkan Dara, seketika gadis muda itu memanggil Bastian. "Om." Panggil Dara.
Bastian menoleh, pria itu menatap Dara yang memanggilnya. "Ada apa?" tanya Bastian.
"Tidak tidak ada apa-apa, Om." jawab Dara.
Setelah mendengar jawaban dari Dara, seketika Bastian pergi meninggalkan kamar Dara.
DEG..
DEG..
jantung Dara berdebar begitu kencang ketika dirinya menatap wajah Bastian yang tersenyum begitu tampan padanya, kalau biasanya Dara hanya bersikap manja kepada Bastian namun setelah ungkapan perasaan Bastian tiba-tiba Dara kebingungan dengan perasaan pria itu.
Beberapa hari kemudian setelah kejadian penculikan itu Dara berangkat ke cafe Bastian dengan menggunakan motor, ketika hendak masuk ke dalam cafe seorang wanita terlihat berdiri di depan cafe Bastian.
"Wanita ini lagi ngapain di sini." guman Dara saat melihat Sarah berada di depan cafe Bastian.
Langkah kaki Dara masuk ke dalam cafe, sedangkan sara yang melihat Dara ketika wanita itu memanggil.
"Gadis tengil!!" seru Sarah.
Dara menoleh, gadis muda itu menatap dara, yang sudah memanggilnya. "Iya Tante, ada apa ya?" tanya Dara yang membuat sarah langsung marah ketika dirinya dipanggil tante oleh Dara.
"Dasar gadis tengik tidak tahu diri, apa kamu bilang tadi Kamu memanggilku apa?!" seru Sarah.
"Tante." jawab Dara.
"Memangnya apa yang harus aku katakan, apa aku harus memanggilmu nyonya atau bagaimana?" tanya Dara.
Sesaat kemudian akhirnya Sarah masuk ke cafe Bastian dan mencari pria itu.
"Di mana Bastian, di mana bos kalian?" tanya Sarah kepada beberapa pegawai cafe Bastian.
"Memangnya kenapa anda mencari Bos kami?" tanya Nita yang terlihat tidak suka dengan kedatangan Sarah. Wanita yang sama sepertinya selalu mengejar Bastian.
"Aku mau mencarinya atau apa itu adalah urusanku." jawab Sarah.
"Kalau kamu tidak mau mengatakan apa keperluanmu di sini, maka aku tidak akan mengatakan di mana Pak Bastian." ucap Nita.
"Dasar, Kalian itu cuma pelayan. kerjanya di sini cuma melayani kami lalu berani sekali kamu menanyakan sesuatu yang lain?" tanya Sarah.
"Kalau kamu tidak punya sopan santun sama sekali lebih baik kamu pergi dari sini!!" seru Nita.
"Dasar kalian ini kerjaannya cuma pelayan, kalian sombong sekali!!" teriak Sarah.
Dara yang melihat pertengkaran 2 wanita itu nampak dia hanya terdiam, dua wanita yang ternyata saling memperebutkan Bastian. "Gila ini cewek-cewek kenapa memperebutkan om Bastian ya, walaupun mereka itu cantik tapi akhlak mereka itu rendah banget." ucap Dara yang terus melihat pertengkaran antara Sarah dan Nita.
Sekitar 10 menit kemudian Bastian baru masuk ke dalam cafe, pria itu melihat Sarah dan Nita yang sedang bertengkar karena sesuatu. "Apa yang sedang kalian pertengkaran di sini!" seru Bastian.
Sarah yang mendengar suara Bastian, seketika wanita itu menoleh dia menatap Bastian dengan tatapan mata yang benar-benar terpukau. "Bastian, Lihatlah para karyawanmu ini tidak punya tata krama sama sekali." ucap Sarah sembari bergelayut manja di lengan Bastian.
Dara yang melihat hal itu kedua bolanya langsung membulat sempurna. "Ini wanita benar-benar ya, masa dia melakukan hal seperti itu." ucap Dara yang melihat Bastian mencoba melerai dua wanita tersebut.
"Bastian!" seru Sarah.
"Pergi dari sini, jangan buat keributan. Jika kamu membuat keributan di sini maka kalian berdua akan aku lemparkan!" seru Bastian.
Sarah dan Nita langsung terdiam, sesaat kemudian seorang pelanggan cantik yang ada di cafe nampak tersenyum sembari menatap Bastian. "Tuh cowok benar-benar sangat luar biasa, lihat deh dia benar-benar membuatku tergila-gila." ucap si wanita yang kemudian mendekati Bastian.
"Mas." Panggil seorang wanita kepada Bastian.
"Iya." jawab Bastian.
"Mas, bisa minta nomor teleponnya nggak?" tanya si wanita dengan kata-kata yang begitu manja dan menggoda. Dara yang melihat hal itu nampak gadis itu sedikit tersentil.
"Tuh para wanita ngapain sih mereka bersikap ganjen seperti itu." guman Dara sembari menatap beberapa wanita yang sudah mengajak Bastian berbicara.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian