I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Dara di culik



"Apa!!" seru Bastian.


"Iya mas Bastian, tolong kejar orang-orang itu. mereka mau membawa Dara!" seru Lia. dengan segera Bastian langsung mengarahkan motornya ke arah tiga pria tersebut.


Kondisi Dara sudah dibekap mulutnya, terlihat wanita itu mencoba untuk meminta bantuan. "Pukul lehernya!!" seru salah satu pria yang membuat Dara langsung pingsan ketika lehernya dipukul dengan keras.


"Bawa dia ke mobil!" teriak salah satu pria.


Dengan segera tiga pria itu membawa Dara ke dalam mobil sedangkan Bastian tentu saja pria itu tidak akan membiarkan Dara di bawah oleh tiga pria tersebut. dengan segera Bastian mengejar laju mobil dengan kecepatan yang sangat luar biasa.


"Berani sekali kalian melakukan hal ini kepada wanita yang aku cintai." ucap Bastian yang kemudian melajukan motornya dengan begitu kencang.


"Pria itu mengejar kita!!" seru salah satu pria.


"Biarkan saja dia tidak akan bisa mengejar kita." jawab pria yang lain.


Ketiga pria itu mengajukan mobilnya dengan kecepatan luar biasa, sedangkan Bastian Tentu saja dia langsung melepaskan helmnya dan menggunakan helm itu untuk memukul kaca pintu mobil.


BRUK..


BRUK..


BRUK...


berulang kali Bastian memukul kaca pintu mobil tersebut, Hal itu membuat beberapa pria yang ada di dalam mobil langsung kebingungan.


"Lajukan mobilnya dengan kencang!!" seru seorang pria.


Setelah melakukan hal itu seketika Bastian mengelurkan sesuatu yang membuat ketiga pria itu sangat ketakutan. Bagaimana tidak, Bastian mengeluarkan sebuah pistol dari balik jaketnya.


"Aku mau lihat apakah kalian bisa hidup setelah ini." ucap Bastian yang kemudian mengarahkan pistol itu ke kaca mobil. Hal itu membuat supir yang ada di dalam mobil langsung menghentikan laju mobilnya dengan segera.


CITTTT....


Mobil itu langsung terhenti ketika melihat sebuah pistol sudah berada di depan mereka.


"Apa yang kamu lakukan?!" teriak dua pria yang ada di belakang kemudi.


"Kalian lihat kan, pria gila itu hampir menembakku." jawab pria yang mengemudi.


Seketika Bastian memutar motornya, pria itu mengangkat pistolnya dan mengarahkan pistol itu ke pria yang mengemudi.


"Lihatlah, pria ini bila benar-benar sinting. ternyata dia membawa pistol!!" seru pria pengemudi.


"Tabrak saja dia." jawab pria yang ada di belakang.


"Kamu gila ya, jika aku melajukan mobil ini dia akan langsung menembak kita." jawab pria pengemudi.


Dengan segera akhirnya Bastian mengarahkan pistol itu ke arah salah satu pria yang ada di dalam mobil. "Kita keluar, kita hajar dia. dia sendirian kita bertiga." ucap salah satu pria yang membuat kedua temannya langsung keluar.


Ketiga pria itu masih belum mengetahui siapa yang akan mereka lawan, Mereka begitu santai dengan semua pemikiran yang mereka miliki. setelah beberapa menit kemudian terlihat ketika pria itu tersenyum sembari menatap Bastian yang berjalan ke arah mereka.


"Apa kita habisi saja pria itu bersama wanita ini?" tanya salah satu pria.


"Jangan." jawab pria lain.


Tanpa mengatakan apapun Bastian langsung mengarahkan tinjunya kepada salah satu pria hingga membuat pria itu langsung tersungkur di aspal jalanan.


BUG...


BUG..


ZDUKKK...


"Beraninya kalian penculik wanita itu!!" seru Bastian.


"Siapa kamu, Kenapa kamu ikut campur?" tanya salah satu pria.


"Kalian benar-benar brengsek." ucap Bastian.


BUG..


BUG..


BUG..


ZDUKKK..


KREKK..


Bastian mulai merasakan amarahnya, terlihat pria itu sudah mulai menggila. Bastian menghajar tiga pria itu bahkan salah satu diantara tiga pria itu tangannya sudah dipatahkan. raut wajah yang begitu menakutkan, tatapan mata seorang pembunuh ditunjukkan oleh Bastian.


"Kalian mencari masalah." ucap Bastian.


Bastian berjalan mendekati tiga pria itu, sebuah pukulan telak diarahkan Bastian ke dada salah satu pria hingga membuat pria itu merintih kesakitan.


"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Bastian.


"Memangnya kenapa? kau mau apa?" tanya salah satu pria.


"Aku tanya sekali lagi, siapa yang menyuruh kalian?" tanya Bastian yang benar-benar sudah kehilangan kesabarannya.


Ketiga pria itu menunjukkan senyum yang begitu mengejek, Hal itu membuat Bastian langsung marah dan memberikan pukulan yang begitu keras ke hidung salah satu pria hingga hidungnya patah.


"Aaaaa!!!" teriak si pria.


"Aku tanya sekali lagi, jangan sampai aku kehilangan kesabaran ku. aku pasti akan membunuh kalian setelah itu akan kucari tahu keberadaan keluarga kalian." ucap Bastian.


"Hahaha.., kamu kira kamu itu siapa." ejek salah satu pria.


Seketika Bastian ikut tersenyum, sesaat kemudian Bastian menelpon Tony dan memintanya untuk ke tempat dia berada.


"Kita akan lihat apakah kamu itu masih bisa hidup, satu tangannya patah, satu lagi kemungkinan besar tulang dadamu retak, satu lagi hidungnya patah. aku yakin kalian tidak akan bisa pulang dengan selamat." jawab Bastian.


Ketiga pria itu benar-benar merasakan kesakitan yang luar biasa, lihat saja apa yang sudah dilakukan oleh Bastian ketika orang itu benar-benar tidak akan bisa melarikan diri. beberapa saat kemudian Tony sudah datang ke tempat itu dengan membawa beberapa peralatan.


"Apa kamu ingin langsung membunuh mereka?" tanya Toni dengan membawa kapak berukuran besar.


Seketika tiga pria itu benar-benar terkejut luar biasa, Mereka melihat sebuah insiden dari kapak besar yang sudah ada di tangan seorang pria. "Kita akan bunuh mereka, kita mutilasi mayatnya dan kita bakar kepalanya hingga tidak tersisa." ucap Bastian yang membuat Toni tersenyum. dengan segera Bastian mengayunkan kapaknya, salah satu pria langsung berteriak dengan kencang ketika melihat Bastian mengarahkan kapak itu ke pada dirinya.


"Kami akan bicara, kami akan bicara!" seru pria yang terlihat memegang dadanya.


"Katakan Siapa yang telah menyuruh kalian!!" seru Toni.


"Namanya Sarah, kami tidak tahu siapa dia. tapi dia membayar kami dengan uang yang sangat banyak." jawab si pria.


Sebuah nama yang benar-benar membuat Bastian langsung murka murkanya. "Bisakah aku minta tolong padamu?" tanya Bastian.


"Baiklah kalau begitu, aku akan membawa gadis ini pulang ke rumahnya, kamu hati-hati." ucap Toni yang kemudian menggendong Dara ke mobil, sedangkan Bastian sendiri terlihat pria itu akan pergi ke rumah Sarah. Namun karena suatu hal Bastian langsung membatalkan rencananya. Bastian mengantarkan darah kembali terlebih dahulu setelah itu dia langsung bergegas pergi ke rumah Sarah untuk mencari keberadaan wanita itu.


Sarah benar-benar tidak tahu diri, kesempatan pertama dia sudah dilepaskan oleh Bastian namun sekarang terlihat pria wanita itu berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Dara hingga membuat Bastian benar-benar tidak akan bisa melepaskannya.


"Dasar wanita ular, dia benar-benar brengsek, aku sudah memberikan Dia kesempatan namun dia melakukan sesuatu yang tidak bisa aku terima." ucap Bastian yang melajukan motornya dengan kecepatan luar biasa.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian