
"Tutup mulut kalian!" seru Dara.
Sesaat kemudian salah satu pria dari kelima pria itu mengambil ponselnya, Mereka terlihat ingin melakukan sesuatu. pria yang bernama Vano membuat sebuah siaran langsung di ponselnya, pria itu terus mencela cafe milik Bastian.
"Jaga mulutmu, Tuan!" bentak Nita.
"Kenapa memangnya? kalian benar-benar tidak terima karena aku sudah menjelek-jelekan cafe kalian? Lihatlah cafe ini aku minta memasak Dalam waktu 5 menit tapi mereka tidak mau, Mereka bilang kalau memasak Dalam waktu 5 menit makanannya tidak akan matang." ucap si pria.
PRANG..
Karena benar-benar kesal Dara langsung meraih ponsel itu dan pembanting ponsel itu ke lantai.
"Tuan, kami semua punya kesabaran di sini. segera Pergilah dari sini sebelum kami mengeroyok kalian." ancam Dara.
"Kalian kira kami akan takut." jawab Salah satu pria.
"Lihatlah, Vano. mereka kira kita ini para pria lemah, mereka akan membuat kita takut dengan semua gertakan Mereka!!" seru beberapa pria dari teman seorang pria yang bernama Vano.
"Kalau begitu kita cium aja para Gadis itu!" seru Vano yang membuat Dara langsung mengangkat salah satu kursi yang tidak diduduki oleh siapapun.
"Jika kalian berani mendekat Maka jangan salahkan aku jika kepala kalian itu pecah!" seru Dara.
Para pembeli yang ada di cafe tersebut seketika mereka langsung berdiri, mereka membantu tiga pekerja cafe yang terus diganggu oleh kelima pria tersebut. langkah kaki Bastian mendekati kelima orang itu, Bastian yang tidak suka kata-kata yang diucapkan ke lima pria itu kepada Dara. tentu saja pria itu langsung memberikan sebuah hadiah kepada 5 pria tersebut.
Bastian menarik salah satu pria itu, Bastian memberikan pukulan kepada dua pria yang sudah mengatakan kata-kata yang tidak pantas kepada Dara dan yang lain.
BUKK .
BUKK..
GREPP..
KRESS...
dengan sangat marahnya Bastian langsung mematahkan salah satu tangan pria itu hingga pria itu berteriak kesakitan.
"Aaaa!!!!" teriak salah satu pria yang tangannya sudah dipelintir oleh Bastian hingga mengeluarkan suara yang benar-benar mengerikan.
"Aku tidak suka ada seseorang yang berani menghina para pekerja saya." ucap Bastian.
Dua pria itu merintih kesakitan mereka benar-benar tidak akan menyangka kalau seorang pria mendatangi mereka dan langsung melintir tangan dua pria itu hingga patah.
"Apa yang kau lakukan dan berani sekali kau melakukan hal itu pada teman-temanku!" teriak Vano.
"Dengarkan aku baik-baik, Aku tidak suka dengan seorang pria yang mulutnya busuk." ucap Bastian yang kemudian meninju wajah Vano dengan sangat keras.
Pengunjung cafe benar-benar sangat tersentak, mereka memang selalu mendengar kalau pemilik cafe selalu melindungi karyawannya namun sekarang mereka benar-benar melihat dengan kedua bola mata mereka.
"Ternyata pemilik cafe ini benar-benar sangat luar biasa, Lihatlah dia selalu melindungi para karyawannya." ucap beberapa wanita yang berada di cafe.
"Dia benar-benar sangat istimewa." jawab pengunjung yang lain.
"Pergi dari sini, jika tidak aku akan ku patahkan kakimu!" ancam Bastian.
"Kamu kira aku akan takut." ucap Vano yang kemudian berusaha untuk melawan Bastian.
Percuma saja pria itu melawan seorang pria menakutkan seperti Bastian, beberapa pukulan terus dilayangkan oleh Vano namun tak satupun dari pukulan itu bisa mengenai Bastian.
"Pria banci sepertimu tidak akan bisa melukaiku." ucap Bastian yang kemudian menginjak kaki penuh hingga mengeluarkan suara seperti dua temannya.
KREKKK..
suara tulang dari Fano yang sudah ditendang dan diinjak oleh Bastian dengan sangat keras. Hal itu membuat Vano benar-benar berteriak kesakitan
"Kami akan melaporkanmu atas tindakan yang kau lakukan ini?!" teriak salah satu teman Vano.
"Laporkan saja, aku akan menuntut balik atas apa yang kalian lakukan kepada para pekerjaku. kemarin aku sudah memenjarakan dua pria yang berusaha untuk melecehkan karyawanku sekarang aku akan memasukkan 6 orang sekaligus ke penjara. sayangnya kedua orang yang kemarin tidak aku patahkan tubuhnya, tapi karena kalian sangat spesial aku akan membuat kalian patah tulang seluruh tubuh kalian." ucap Bastian yang kemudian mencengkram salah satu leher teman Vano.
Dara yang melihat hal itu seketika wanita itu mencoba untuk menghentikan Apa yang dilakukan oleh Bastian. "Sudah Om, sudah jangan lakukan hal ini." ucap Dara.
"Om akan membunuh mereka, biar pria seperti mereka ini tidak hidup di dunia ini." jawab Bastian.
"Kalau Om melakukan hal ini nanti Om akan masuk penjara." ucap Dara yang berusaha untuk menarik tubuh Bastian.
"Aku akan menelpon polisi." ucap Nita yang kemudian menelpon petugas kepolisian.
"Kalian tidak akan bisa memenjarakanku karena aku adalah putra pejabat di kota ini!!" seru Vano yang berteriak sembari merintih kesakitan dengan semua yang telah dia dapatkan dari Bastian.
"Walaupun kamu Putra pejabat banyak saksi mata, di sini ada kamera CCTV yang merekam semua yang kalian lakukan. aku jamin apa yang kalian lakukan itu tidak akan bisa menolong kalian." ucap Bastian yang kemudian berusaha untuk menenangkan dirinya.
Sekitar 10 atau 15 menit kemudian beberapa petugas kepolisian sudah datang ke cafe milik Bastian. "Ada apa Tuan Bastian?" tanya salah satu petugas kepolisian kepada Bastian .
"Tangkap mereka Pak, karena mereka sudah melakukan pelecehan kepada para karyawan wanita yang ada di kafe ini!!" seru para pengunjung kafe.
Beberapa petugas kepolisian seketika langsung membawa keenam pria itu ke kantor polisi.
"Aku akan membalas kalian!!" seru Vano.
"Aku akan memberikanmu hadiah atas segala yang kalian lakukan." jawab Bastian yang kemudian meminta maaf kepada para pengunjung kafe atas semua ketidaknyamanan hari ini.
"Anda benar-benar sangat istimewa, Tuan Bastian. Anda terus memberikan keamanan pada para pekerjaan Anda!" seru beberapa pengunjung.
"Mereka adalah keluarga saya, jadi saya harus melindungi mereka." jawab Bastian yang kemudian meminta para karyawannya untuk kembali bekerja. jika salah satu dari orang yang sudah tertangkap oleh pak polisi itu mengatakan mereka adalah putra dari salah satu pejabat pemerintah, maka Bastian juga harus melakukan sesuatu. dia akan membuat sebuah tontonan kecil melalui rekaman CCTV itu, dengan begitu langkah yang akan dibuat oleh para musuh-musuhnya akan langsung terputus dan membuat mereka tidak akan bisa melakukan apapun.
** 10 menit kemudian **
TOK...
TOK...
TOK...
Dara yang terlihat mengetok pintu kantor Bastian. "Masuk!" serut Damian.
Dara terlihat membawa segelas jus alpukat serta kopi susu ke ruangan Bastian.
"Ada apa?" tanya Bastian kepada Dara.
"Ini dua minuman untuk Om Bastian, biar Om Bastian tidak terlalu kesal." ucap Dara yang kemudian meletakkan secangkir kopi dan jus alpukat yang diberi coklat kesukaan Bastian.
"Kamu tenang saja, Om baik-baik saja kok." jawab Bastian yang kemudian meminum segelas besar jus alpukat.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian