I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Kemarahan Bastian



BRAKKK...


Seketika Bastian membuka pintu ruangan dokter Adam dengan sangat kasar. dokter Adam sendiri dan Bu Sri yang sedang berbincang-bincang nampak mereka berdua langsung menoleh menatap seorang pria yang sudah berdiri di ruangan itu, dokter Adam sangat terkejut begitu pula dengan Bu Sri. wanita itu menatap Bastian yang sudah berada di ruangan itu dengan raut wajah yang sangat menakutkan.


"Beraninya sekalian melakukan sebuah kejahatan!!" seru Bastian yang sudah berdiri di ruangan dokter Adam. pria itu sangat marah seolah tubuhnya terbakar oleh sesuatu, salah satu tangan Bastian menelpon Toni dan memberitahukan temannya itu kalau sekarang dia berada di salah satu ruangan yang ada di rumah sakit.


"Siapa kamu, kenapa kamu masuk kemari?!" tanya Dokter Adam kepada Bastian.


"Seharusnya akulah yang bertanya kepadamu, berani sekali kau menculik wanita itu!!" seru Bastian yang membuat dokter Adam kebingungan. Sebenarnya dokter Adam tidak tahu kalau wanita yang ada di ruangannya itu sedang diculik.


"Apa maksudmu, apa yang kamu bicarakan?" tanya Dokter Adam.


Bu Sri yang melihat Bastian ada di ruangan itu seketika raut wajahnya langsung berubah, wanita setengah baya itu sangat takut dia melihat seorang pria yang ada di rumah Pak Rusdi.


"Kamu, kenapa kamu ke sini?" tanya Bu Sri.


"Dasar wanita tua bangka, beraninya kamu menculik Dara!" seru Bastian.


Dokter Adam yang mendengar perkataan menculik, sebuah kalimat yang akan membuatnya dalam masalah. seketika dokter Adam menanyakan sesuatu kepada Bastian.


"Menculik, Memangnya Siapa yang menculik?" tanya Dokter Adam.


"Apakah kamu tidak tahu wahai pria, bahwa wanita yang ada di ruangan itu diculik oleh wanita tua ini." jawab Bastian sambil menunjuk wajah Bu Sri.


Raut wajah Bu Sri langsung saja ketakutan, salah satu tangannya gemetar setelah melihat Bastian ada di ruangan dokter Adam.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan, Coba kamu jelaskan dengan perkataanmu tadi?" tanya dokter Adam.


"Wanita yang sedang terbaring itu adalah calon istriku, dan wanita yang duduk di depanmu itu adalah wanita yang sudah menculiknya. dia ingin membunuh calon istriku dan dia juga berusaha untuk menghabisinya kemarin, dia datang ke rumah kami membuat keributan dan memaksa wanita itu untuk pergi dengannya. kami tidak tahu Setelah beberapa tahun dia menghilang tiba-tiba dia kembali, ternyata dia mempunyai rencana untuk mengambil jantung dan ginjalnya." ucap Bastian.


Setelah mendengar jawaban dari Bastian dokter Adam menatap Bu Sri, wanita itu sedikit kebingungan untuk menjawab kata-kata yang diucapkan oleh Bastian. "Bohong, pria itu bohong." ucap Bu Sri.


"Bohong, Apakah kamu yakin kalau aku berbohong?" tanya Bastian.


Bu Sri benar-benar sangat kebingungan, wanita itu harus mencari cara agar Dara segera dioperasi dan diambil jantung serta ginjalnya. "Ayo kita segera lakukan operasi, dokter." pinta Bu Sri.


"Jika kamu berani melakukan operasi kepada wanita itu, maka jangan salahkan aku jika aku langsung menembak mu. akan ku tembak mati kau di ruangan ini." ucap Bastian yang membuat dokter Adam langsung terdiam.


Memang Bastian tidak membawa senjata, pria itu hanya berdiri di depan ruangan dokter Adam.


"Pergi kamu dari sini!!" seru Bu Sri.


"Dasar wanita murahan, wanita brengsek. dasar pelacur, kamu meninggalkan wanita itu selamat bertahun-tahun. tiba-tiba kau kembali dan kau ingin mengambil jantung dan ginjalnya, kau ini seorang ibu atau seorang pembunuh!!" teriak Bastian yang membuat Bu Sri langsung terdiam.


Dokter Adam yang mendengar semua penjelasan yang diucapkan oleh Bastian seketika pria itu terdiam. "Apakah kamu yakin? Apakah kamu mempunyai bukti kalau wanita itu adalah calon istrimu?" tanya Dokter Adam.


Bastian tersenyum, pria itu menatap dokter Adam kemudian mengambil ponselnya. layar ponsel Bastian menunjukkan foto Dara dan dirinya, memang seluruh foto yang ada di ponsel Bastian hanya menampilkan Dara, darah dan darah. "Kamu sudah percaya, dokter. wanita itu adalah calon istriku dan wanita yang ada di depanmu ini sedang duduk sembari mengharap kehidupan orang lain. tapi membunuh wanita lain, Dia adalah seorang pembohong." ucap Bastian yang membuat dokter Adam langsung terdiam.


Pria itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan. "Apakah yang dikatakan pria itu benar, Bu?" tanya Dokter Adam.


Bastian terlihat terduduk di depan kursi yang ada di samping Bu Sri, pria itu menatap Bu Sri. wanita tidak tahu diri dan wanita penghibur itu benar-benar tidak menyukai kedatangan Bastian.


"Apakah kau sendiri atau kamu bersama dengan anak buahmu?" tanya Adam.


Bu Sri nampak menelan ludahnya dengan susah payah, sesaat kemudian dua pria yang baru keluar itu kemudian masuk kembali ke ruangan dokter Adam setelah mendengar keributan. "Nyonya." Panggil dua pria yang kemudian masuk ke ruangan dokter Adam.


"Lihatlah, mereka itu adalah yang menculik calon istriku. Mereka berdua adalah orang brengsek." ucap Bastian.


Seketika Bastian langsung menonjok dua pria yang sudah menculik Dara tersebut, beberapa pukulan dilayangkan Bastian kepada dua pria itu. Bastian yang bertubuh tinggi besar dan gagah tentu saja pria itu tidak akan tinggal diam saja. "Berani sekali kalian menculik wanita itu, Kalian cari mati ya." ucap Bastian yang kemudian menghajar dua pria itu berkali-kali hingga wajahnya mengeluarkan Dara.


Dokter Adam dan Bu Sri nampak ketakutan dengan pria yang baru datang dan sudah menghajar dua pria tersebut.


"Apakah kamu masih berani melakukan tindakan kejahatan, dokter?" tanya Bastian.


Beberapa saat kemudian Tony sudah datang ke ruangan Bastian, pria itu menatap dua pria yang sudah tersungkur di lantai dengan kondisi wajah Bapak belur dan berdarah. "Bastian." Panggil Tony.


"Hubungi polisi, Tony. Aku ingin dua orang ini masuk penjara!!" seru Bastian.


Saat Tony hendak menelpon polisi seorang pria paruh baya nampak masuk ke ruangan itu. "Ada apa ini?" tanya suami dari Bu Sri.


Bastian menatap seorang pria yang berdiri tersebut. "Apakah kamu adalah pria piaraan wanita ini?" tanya Bastian kepada suami Bu Sri.


"Dasar kurang ajar, Jaga mulutmu!" teriak suami Bu Sri.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, berani sekali kamu menculik wanita itu dan hendak mengambil jantung serta ginjalnya." ucap Bastian.


Seorang wanita muda sudah tidak sadarkan diri di atas ranjang ruangan dokter Adam.


"Ayo dokter kita lakukan operasi." pinta suami Bu Sri.


Bastian yang mendengar perkataan pria tua tersebut tentu saja pria itu langsung marah, seketika Bastian menarik kerah pakaian pria itu. "Jika kamu berada di rumah sakit ini sendirian Maka jangan harap Kanu bisa kembali hidup-hidup. Jika kamu ke sini bersama anak buahmu maka akan kuhabisi kalian semuanya!!" teriak Bastian dengan ada suara yang benar-benar begitu keras.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian