I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Hadiah valentine



Kata-kata yang diucapkan oleh Dara benar-benar membuat Sarah sangat marah, wanita itu menatap Dara yang sudah meninggalkan ruangan. "Lihat saja aku pasti akan mengambil Bastian darimu." guman Sarah dalam hati.


Setelah keluar dari ruangannya Bastian terlihat memegang tangan Dara dengan begitu erat, beberapa mahasiswi yang melihat pemandangan itu seketika mereka langsung cemburu karena melihat kemesraan pria itu.


"Ternyata benar apa yang dikatakan rumor itu, ternyata pak Bastian Udah mempunyai kekasih." ucap beberapa mahasiswi.


"Iya, kekasihnya imut cantik dan senyumnya juga menawan." jawab beberapa mahasiswi yang lain.


Beberapa mahasiswa yang memang dulu satu angkatan dengan Dara, nampak mereka menatap Dara dengan tatapan mata yang selalu memukau. "Apa kalian tidak tahu ya kalau wanita itu adalah primadona Di kampus Ini, dia selalu menjadi incaran para mahasiswa yang ada di sini." ucap salah satu mahasiswa.


"Jadi dia adalah wanita yang selalu dikatakan oleh para pria yang ada di sini?" tanya para wanita.


"Benar sekali, bahkan senior kalian yang bernama Ferdi itu juga menyukai wanita itu." jawab seorang pria.


"Ferdi? Bukankah dia adalah wakil dari dosen Guntur?" tanya para gadis.


"Benar sekali, tapi sekarang Ferdi sudah berpacaran dengan Husna, seorang gadis yang selalu menjuarai perlombaan kampus?" jawab seorang pria.


Entahlah apa yang selalu menjadi rumor di kampus, terlihat Bastian membawa Dara ke sebuah tempat. "Kita mau ke mana, Om?" tanya Dara kepada Bastian.


"Aku ingin membawamu ke suatu tempat." jawab Bastian.


Tanpa sepengetahuan Dara Bastian sudah mempersiapkan sebuah cincin yang dipesan di salah satu toko perhiasan, sekitar beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di tempat tersebut.


"Pesanan saya yang beberapa hari yang lalu sudah, bukan?" tanya Bastian kepada pelayan toko.


"Sudah Tuan." jawab pelayan toko.


Sesaat kemudian pelayan toko perhiasan tersebut membawa sebuah cincin cantik yang ingin dihadiahkan oleh Bastian untuk Dara.


"Sebenarnya aku sudah memesan cincin ini, sudah lama tapi aku ingin menunggumu mengatakan Kamu mau bersamaku." ucap Bastian.


Sebuah cincin yang memang tidak ada berliannya, tapi Bastian ingin memberikan cincin itu sebagai tanda cintanya. "Boleh aku sematkan di jarimu kan?" tanya Bastian.


Dara tidak mengeluarkan sepatah kata pun, terlihat wanita itu tersenyum begitu sumringah. "Aku akan menunggumu sampai kau mau mengatakan kalau sudah siap. aku sudah mempersiapkan sepasang cincin yang ingin aku jadikan hadiah cinta kita." ucap Bastian.


DEG..


DEG..


jantung Dara berdetak begitu kencang ketika Bastian mengatakan hal itu, terlihat wanita itu menatap cincin yang sudah disematkan Bastian di jarinya. "Terima kasih ya Om, Karena Om menungguku." ucap Dara.


"Tentu saja aku akan menunggu menunggu kamu menjawab sudah siap." jawab Bastian.


Valentine tahun ini menjadi Valentine yang begitu indah pagi Dara, terlihat Gadis itu tersenyum sembari menatap cincin yang sudah diberikan oleh Bastian. "I love you uncle Bastian." ucap Dara yang secara tiba-tiba hingga membuat Bastian langsung menghentikan langkahnya.


"Apa?" tanya Bastian.


Sesaat Kemudian dilihat Dara berjalan mundur kemudian menarik kerah baju Bastian. "I love you uncle Bastian." bisik Dara di telinga Bastian hingga membuat pria itu benar-benar wajahnya memerah karena bisikan Dara.


Seketika Bastian memeluk Dara, menggendong gadis muda itu kemudian mencium di pipinya. Baru kali ini Bastian mendengar perkataan Cinta dari Dara, pria itu tidak akan pernah melepaskan darah bagaimanapun caranya. hari ini dihabiskan oleh Dara dan Bastian di sebuah wahana rakyat, mereka berdua seperti sepasang anak kecil yang bermain-main di tempat tersebut. ketika malam sudah menjelang Bastian mengantarkan Dara Kembali pulang.


Bastian memberikan ciuman di kening Dara kemudian menunggunya masuk ke rumah, sepasang kekasih itu tersenyum begitu bahagia. jantung mereka berdebar begitu kencang ketika sebuah kalimat itu sudah terucap. pak Rusdi yang melihat putrinya tersenyum begitu bahagia Hal itu membuat Pak Rusdi yakin kalau putrinya sedang mendapatkan kebahagiaan.


Sekitar beberapa menit kemudian tiba-tiba saja ada beberapa pria yang langsung menyergap Dara, salah satu teman Dara yang bekerja di butik terlihat wanita itu hendak mengejar Dara karena mereka tinggal di tempat yang sama. gadis itu mengejar Dara namun sesaat kemudian langkah kaki Gadis itu terhenti ketika dia melihat beberapa pria sedang mengganggu Dara.


"Siapa kalian!!" seru Dara.


"Jangan banyak bicara wahai gadis cantik, ikutlah dengan kami Aku ingin bersenang-senang denganmu." jawab tiga pria yang sudah mengerumuni Dara.


"Pergi dari sini, aku tidak kenal kalian dan aku tidak sudi bermain-main dengan kalian!!" bentak Dara yang terlihat berusaha untuk mengusir 3 pria itu.


"Ketus banget sih, tapi aku suka deh kalau wanita yang sedang aku kejar itu ketus." ucap si pria.


Dara yang melihat tiga pria itu bermaksud jahat padanya seketika akan memberikan pelajaran kepada tiga pria tersebut, seorang gadis yang bernama Lia. wanita itu terlihat kebingungan dengan apa yang dia lihat di tempat itu. "Aku harus mencari bantuan untuk membantu Dara." ucap Lia sembari mengambil ponselnya.


"Pergi kalian!" seru Dara.


"Cantik-cantik kok galak sih." ucap tiga pria yang kemudian berusaha untuk menyentuh tubuh Dara.


BUKK..


BUKK..


ZDUKKK...


Dara berusaha untuk mempertahankan dirinya, dia memukul tiga pria itu dengan membabi buta. "Pergi dari sini, jika tidak aku akan menghajar kalian!!" seru Dara.


Salah satu pria memberikan kode kepada salah satu temannya, teman pria itu nampak mengambil sebuah sapu tangan dari sakunya. Dara yang melihat hal itu tentu saja di dalam pikirannya langsung terkonek Kalau sapu tangan itu pasti ada obat biusnya.


"Tangkap wanita itu!!" seru salah satu pria.


Dara terus melawan ketiga pria itu, dia tidak boleh sampai dibius oleh para pria itu. Dara menendang salah satu ************ si pria, wanita itu terus melakukan perlawanan. Lia yang benar-benar kebingungan dia harus mencari pertolongan untuk membantu Dara.


Sesaat kemudian seorang pria yang sedang mengendarai motor besar terlihat mendekat ke arah Lia. "Stop! stop! stop!!" seru Lia yang menghentikan sebuah motor.


Si pria nampak menghentikan motornya, dia membuka helmnya dan ternyata itu adalah Bastian.


"Lia, ada apa?" tanya Bastian.


"Mas Bastian, mas Bastian tolong Dara!!" seru Lia sembari menunjuk ke arah beberapa pria yang sudah menyekap dan membekap Dara. Bastian yang melihat hal itu seketika pria itu langsung melajukan motornya ke arah tiga pria yang sudah membekap Dara dengan sapu tangan yang mereka bawa.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian