
Salah satu petugas polisi menelpon rumah Bastian, mereka menanyakan mengenai pria yang bernama Bastian untuk segera menjemput keponakannya yang ada di kantor polisi. salah satu pelayan yang ada di tempat itu tentu saja dia sedikit terkejut, dengan segera pelayan menelfon Bastian yang ada di tempat kerjanya dan mengatakan kalau darah berada di kantor polisi karena mengalami suatu insiden.
Sekitar satu jam kemudian akhirnya Bastian sudah ada di kantor polisi, pria itu nampak mencari gadis muda yang sudah tinggal di rumahnya kurang lebih 4 tahun lamanya.
"Dara, kamu ada di mana?!" seru Bastian yang ada di kantor polisi.
"Anda mencari siapa, Tuan?" tanya salah satu polisi.
"Saya mencari keponakan saya, Katanya tadi dia dibawa kemari." ucap Bastian.
"Seorang gadis yang dikejar-kejar preman dan hendak diperkosa ya, Tuan?" tanya pak polisi yang membuat Bastian kebingungan. karena informasi yang dia dapat dari salah satu pembantunya kalau Dara membuat masalah.
"Maksud pak polisi apa ya?" tanya Bastian.
"Keponakan anda tadi hampir diperkosa oleh 4 orang itu." ucap pak polisi yang menunjuk 4 preman yang sudah diborgol.
"Om Bastian udah datang ya?" tanya Dara.
"Kamu ini buat masalah apa aja sih? kalau nggak ditangkap Pak RT, ditangkap polisi. kamu ini mau ditangkap Siapa lagi?" tanya Bastian sembari memijat pelipisnya.
"Kalau aku sih nggak ingin ditangkap Pak RT sama pak polisi, Om." ucap Dara.
"Lalu kamu mau ditangkap Siapa?" tanya pak polisi yang ikut berbicara di antara pembicaraan Dara dan Bastian.
"TTentu saja aku mau ditangkap calon suamiku, Ngapain juga aku mau ditangkap polisi sama Pak RT. memangnya aku ini pencuri apa." jawab Dara dengan perkataan yang benar-benar begitu lolos tanpa kontrol sama sekali.
"Keponakanmu ini usianya berapa sih?" tanya pak polisi.
"Memangnya kenapa Pak?" tanya Bastian kembali.
"Kalau usianya sudah matang mau aku nikahkan sama anakku, anakku bujang sudah berumur 25 tahun." bercanda pak polisi yang membuat Bastian menghela nafasnya dengan sedikit kasar.
"Pak polisi ini bercanda amat sih." ucap Bastian yang kemudian menandatangani laporan yang ada di kantor polisi untuk membawa Dara pulang.
Saat berada di luar kantor polisi nampak Bastian mengelus dadanya kemudian mengatur nafasnya. "Kamu ini lagi ngapain? pulang sekolah Ngapain?" tanya Bastian kepada Dara.
"Y ngapain lagi Om, pulang sekolah kan aku kerja. memangnya ngapain." jawab Dara.
"Om kan udah bilang kamu itu sekolah aja Ngapain pakai kerja?" tanya Bastian yang membuat Dara sedikit tersenyum sembari memperlihatkan giginya.
"Masa aku hidup numpang, sekolah numpang, Makan numpang setelah itu minta uang juga numpang sih Om." ucap Dara.
"Lah, kamu mau apa lagi?" tanya Bastian.
"Ya gak gitu om, om tahu sendiri kan kalau bapak akhir-akhir ini sering sakit. Aku nggak mau deh terus-menerus bergantung sama Om, kalau om nanti udah menikah setelah itu bagaimana kehidupanku, Om?" tanya Dara kepada Bastian.
"Kamu ini pikirannya terlalu jauh banget sih." ucap Bastian.
Setelah perdebatan yang tidak selesai itu akhirnya Bastian lebih memilih untuk mengalah dan membawa darah untuk segera pulang ke rumahnya.
"Om, makasih ya selalu menolong Dara." ucap dara kalau bukan Om siapa lagi yang mau nolong kamu, bapakmu kan sedang kerja." jawab Bastian.
Sesaat kemudian tiba-tiba saja Dara melakukan sesuatu yang membuat Bastian langsung diam membeku.
CUP..
Tiba-tiba saja Dara mencium pipi Bastian, ciuman itu terasa begitu membuat jantung Bastian terhenti. kalau dulu sih oke-oke aja ketika usia Dara masih kecil, namun sekarang usia Gadis itu sudah remaja.
"Om, nanti sekalian turunin aku ke minimarket ya." pinta Dara.
"Kamu mau apa?" tanya Bastian.
"Pokoknya ada deh." ucap Dara.
"Cepat katakan kamu mau apa, jika tidak bilangnya sejujurnya Om pasti nggak bakal menghentikan mobilnya." ancam Bastian yang membuat Dara tersenyum kemudian membisikkan sesuatu di telinga Bastian.
"Aku ingin membeli pembalut, Om." bisik Dara yang membuat Bastian kembali terdiam lagi.
Dara selalu saja membuat Bastian merasakan sesuatu yang benar-benar sangat berbeda, Dara yang sudah berusia 16 tahun dan 2 bulan lagi akan menginjak 17 tahun itu akan menjadi murid kelas 2 SMA.
"Kamu ini ngomongnya kok gitu amat sih? nggak bisa apa kamu ngomong secara sembunyi-sembunyi." ucap Bastian.
"Tadi Om tanya pakai ngancam lagi." jawab Dara.
Senyum yang begitu cerah ceria selalu ditunjukkan oleh Dara pada Bastian, seorang pria yang sudah berusia 30 tahun itu selalu saja dibuat kehilangan akal setiap kali Dara selalu dekat dengannya.
** Beberapa bulan kemudian **
"Dara." Panggil Pak Rusdi.
"Ada apa Pak." jawab Dara.
"Nanti antarkan bapak ya." ucap pak Rusdi.
"Bapak mau ke mana?" tanya Dara.
"Bapak mau lihat rumah di dekat sini." jawab pak Rusdi.
"Bapak jadi beli rumah itu ya?" tanya Dara.
"Iya," jawab pak Rusdi.
"Mas, ngapain sih mas pindah dari sini?" tanya Bastian.
"Mas mau membuat Dara menjadi lebih mandiri." jawab pak Rusdi.
"Tapi mas..," ucap Bastian.
Sebuah rumah sederhana yang ada di dekat rumah Bastian di beli oleh pak Rusdi, pria tua itu tidak ingin terlalu bergantung kepada Bastian.
Satu minggu Kemudian pak Rusdi dan Dara pindah ke rumah baru mereka, pindah di rumah yang ada di sebelah rumah Bastian.
pagi ini Dara datang ke rumah Bastian, terlihat gadis berusia 17 tahun itu selalu datang ke rumah Bastian saat ada masalah yang tidak bisa dia selesaikan.
"Mbok, om Bastian ada di rumah gak?" tanya Dara kepada mbok Rum.
"Mas Bastian masih tidur." jawab mbok Rum.
"Oya, ini kan hari Minggu. pantas aja masih tidur." ucap Dara yang kemudian berjalan ke kamar Bastian.
TOK..
TOK..
TOK..
"Om!" panggil Dara yang sudah ada di depan kamar Bastian.
TOK..
TOK..
TOK...
pintu kamar Bastian di ketok oleh Dara kembali.
"Om!!" seru Dara yang berulang kali.
karena tidak ada sahutan dari pemilik kamar sesaat kemudian Dara masuk ke dalam kamar Bastian. tatapan Mata darah menatap Bastian yang masih berada di atas ranjangnya, pria itu masih memejamkan matanya.
Dara berhenti di depan kamar Bastian, menatap pria yang masih tertidur lelap sembari menyelimuti dirinya dengan selimut.
"Om...," panggil Dara di telinga Bastian.
"Hem...," jawab Bastian.
"Om...," panggil Dara kembali sambil meniup wajah Bastian.
Serasa ada seseorang yang hendak melakukan sesuatu kepadanya, seketika Bastian menarik tangan Dara hingga membuat Dara langsung terbanting di kasur Bastian.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian