
Hari ini acara kampus diadakan dengan begitu meriah, salah satu dosen meminta acara itu dikatakan sebagai acara perkenalan dosen dan para mahasiswanya. Bastian dan Dara berangkat ke pesta itu, terlihat Dara memakai riasan natural dengan pakaian yang sudah dipilihkan oleh Bastian.
"Kamu benar-benar sangat cantik, Dara." ucap Bastian.
"Terima kasih ya Om." jawab Dara.
Bastian tersenyum begitu menawan, pria itu terus menatap Dara dengan tatapan mata yang benar-benar begitu luar biasa. sekitar 30 menit kemudian Bastian sudah sampai di sebuah tempat yang menjadi tempat pesta tersebut.
"Ayo keluar." ajak Bastian.
"Kelihatannya pestanya rame banget ya, Om?" tanya Dara.
Bastian nampak tersenyum, Sebenarnya dia enggan pergi ke pesta karena Dara yang meminta akhirnya Bastian mengiyakan datang ke acara tersebut. beberapa dosen lajang dan para mahasiswi yang ada di kampus tersebut ingin mengetahui dengan siapa Bastian datang karena mereka yakin pria itu akan mengajak Sarah ke acara pesta tersebut.
Langkah kaki Bastian dan Dara memasuki gedung tersebut, tatapan mata para pria menatap Dara dengan begitu cantik dan luar biasa. Seperti itulah yang dikatakan oleh para pria yang ada di pesta tersebut, Bastian terus menggenggam tangan Dara, beberapa wanita yang ada di tempat itu malah tidak suka saat melihat Dara datang bersama Bastian. tentu saja jawabannya hanya satu karena mereka juga mempunyai rasa terhadap Bastian.
"Lihatlah Pak Bastian datang sama wanita itu, lalu ke mana Bu Sarah? apa Wanita itu sudah tidak laku lagi." ucap beberapa mahasiswi.
"Sudah-sudah, kita lihat Bu Sarah datang sama siapa, karena kita tahu kan kalau wanita itu selalu mengatakan kalau dirinya adalah kekasih dari Pak Bastian." ucap beberapa mahasiswi.
Tatapan mata Ferdi menatap Dara yang sudah datang ke acara tersebut, kedua mata Ferdi menatap Dara tanpa berkedip sama sekali. pria itu benar-benar terpukau dengan Dara, pria itu benar-benar begitu terpesona ketika Dara datang dengan dress panjang berwarna biru langit dengan motif bunga serta hiasan di pakaian tersebut.
"Pak Bastian!" seru Jena dan Della.
Bastian menoleh menatap dua mahasiswinya yang selalu membuat keonaran terhadap Dara. "Kalian datang juga?" tanya Bastian.
"Iya Pak." jawab Jena yang terlihat menatap Bastian dengan memakai jas berwarna hitam dan dandanan yang begitu tampan. setelah melihat Bastian sesaat kemudian tatapan mata Jena menatap Dara yang sudah digandeng oleh Bastian dengan begitu erat.
"Loh Pak Bastian tidak datang sama Bu Sarah?" tanya Della.
"Ngapain aku harus datang sama wanita itu." jawab Bastian.
Bibir yang manyun raut wajah yang ditekuk-tekuk dan gerutuan panjang lebar dari Jena ketika melihat Dara mengenakan pakaian bagus dan make up yang begitu sempurna.
"Ayo Dara, kita masuk." ajak Bastian.
Sarah yang baru masuk ke tempat itu ternyata wanita itu datang sendiri, terlihat wanita itu menatap Bastian yang masuk ke dalam pesta bersama dengan Dara.
"Lihat saja akan kubuat kamu malu di dalam pesta itu, akan kubuat kamu menangis." guman Sarah dalam hati. terlihat wanita itu masuk ke dalam pesta dengan raut wajah yang benar-benar tidak menyenangkan. Bagaimana tidak dengan kedua bola matanya Sarah melihat Bastian berada di dalam pesta bersama dengan Dara.
Pesta hari ini benar-benar begitu meriah, para mahasiswi dan mahasiswa nampak berdansa dengan begitu meriah. Bastian mengajak Dara berdansa, pria itu menatap Dara dengan Tatapan yang begitu berbeda.
"Bagaimana kamu suka nggak?" tanya Bastian.
"Lumayan Om." jawab Dara sambil tersenyum.
DEG.
DEG..
jantung Bastian berdebar begitu kencang ketika dirinya melihat Dara bersikap begitu lembut padanya, sedangkan Dara sendiri terlihat Gadis itu menatap Bastian dengan tatapan mata yang sedikit berbeda. Sekitar 15 menit kemudian pesta dansa sudah selesai.
"Pak Bastian." Panggil salah satu dosen pria kepada Bastian.
"Iya Pak." jawab Bastian.
"Bisa kita bicara sebentar, tidak? karena para pengajar ingin membicarakan sesuatu." ucap salah satu dosen.
"Kamu jangan kemana-mana dan ingat, kamu jangan keluar sama siapapun." ucap Bastian yang kemudian menyentuh pipi Dara Kemudian pergi ke tempat para dosen.
Sarah yang melihat hal itu nampak wanita itu mempunyai sebuah kesempatan untuk membuat Dara malu di pesta tersebut, langkah kaki Sarah mendekati Dara. wanita itu menatap Dara dengan tatapan yang benar-benar membenci, Jena dan Della yang ada di tempat itu nampak mereka berdua juga ingin memberikan pelajaran kepada Dara.
"Wanita sok cantik yang selalu dipuja begitu banyak pria, entah apa yang kamu lakukan kepada Bastian hingga membuat dia selalu menuruti Apapun yang kamu katakan." ucap Sarah yang mendekati Dara.
"Halo Bu, Apakah ibu sedang berbicara denganku?" tanya Dara sambil menatap Sarah .
"Dengarkan aku baik-baik, lebih baik kamu jauhi Bastian karena aku tidak suka kamu dekat-dekat dengannya." ancam Sarah.
"Kenapa saya harus menjauh dari Om Bastian, Memangnya ibu itu siapanya?" tanya Dara.
Sarah sangat geram dengan kata-kata yang diucapkan oleh Dara, seketika wanita itu mengulurkan tangannya dan menarik dress yang dipakai oleh Dara. "Kamu ini benar-benar menyebalkan!!" seru Sarah.
Jena dan Della yang melihat hal itu seketika mereka berdua membantu Sarah. "Hajar saja Bu, wanita ini benar-benar sangat menjengkelkan!!" seru Jena.
Ferdi yang ada di dekat Dara nampak pria itu ingin membantu Dara. "Hentikan apa yang kalian lakukan!" seru Ferdi.
Sarah menatap Ferdi dengan tatapan mata yang begitu benci. "Pergi dari sini dan jangan melakukan apapun." ancam Sarah.
Ferdi tidak akan tinggal diam saja dengan semua yang dilakukan oleh Sarah dan yang lain, terlihat Jena mengambil sebuah gunting dan langsung menggunting dress yang dipakai oleh Dara.
BRUKK...
seketika Dara langsung menendang Jena hingga membuat Gadis itu langsung tersungkur di lantai.
"Berani sekali kalian lakukan hal ini padaku!" teriak Dara dengan nada suara yang begitu keras.
Sarah yang hendak melakukan sesuatu kepada Dara seketika wanita itu dijambak rambutnya dengan sangat kasar oleh Dara.
"Dasar wanita tidak tahu diri, kamu terus-menerus aja mengganggu Om Bastian. kamu itu dasar wanita tua tidak laku!!" teriak Dara dengan nada suara yang begitu keras.
Ferdi yang ada di sana nampak pria itu menyingkirkan Della yang dari tadi memegang tangan Dara. "Pergi kamu!" seru Ferdi yang mendorong tubuh Della.
Suara teriakan itu membuat beberapa pria dan Bastian yang sedang berada di sebuah ruangan nampak mereka langsung keluar.
"Ada apa ini?" tanya salah satu dosen.
"Bu Sarah dan Della serta Jena merusak pakaian Dara, Pak." jawab beberapa mahasiswa.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian