
BRAKKK...
Bastian langsung mendobrak pintu rumah Sarah, terlihat Sarah sendiri sedang berada di sebuah ruangan. karena mendengar suara dobrakan pintu, seketika wanita itu berdiri dan melihat Apa yang terjadi.
"Siapa orang yang berani mendobrak pintu rumahku." ucap Sarah yang kemudian berjalan ke arah pintu rumahnya. ketika dia sampai di ruang tengah di sana sudah ada Bastian yang sudah memasuki rumah Sarah, Untung saja di rumah itu tidak ada CCTV yang terpasang. karena itu Bastian lebih leluasa untuk melakukan sesuatu dan memberikan hukuman kepada Sarah.
PLAKK...
PLAKK...
dua tamparan langsung diarahkan oleh Bastian ke wajah Sarah dengan begitu kerasnya.
"Bastian." ucap Sarah.
"Aku sudah memberikan kamu kesempatan, sekarang kamu benar-benar berusaha melakukan sesuatu kepada Dara." jawab Bastian.
"Apa maksudmu, aku tidak mengerti." ucap Sarah.
"Kamu kira aku bodoh ya, Untung saja kamu itu seorang wanita. Aku tidak akan melakukan kekerasan padamu, Namun kita akan lihat apa yang terjadi besok, aku tidak akan membiarkanmu hidup bebas seperti ini." ucap Bastian yang kemudian pergi dari rumah Sarah.
Beberapa detik kemudian terlihat Sarah mulai memikirkan mengenai tiga pria yang dia suruh untuk menculik Dara.
"Jangan-jangan mereka bertiga sudah tertangkap." ucap Sarah yang kemudian berusaha untuk menelpon tiga pria tersebut.
Setelah beberapa menit berusaha menelpon tidak ada jawaban dari 3 pria tersebut.
"Ada apa ini, ke mana mereka." ucap Sarah.
Di tempat lain terlihat Bastian berusaha melakukan sesuatu, pria itu terus menatap dara yang baru terbangun dari tidak sadarkan diri. "Kamu baik-baik saja?" tanya Bastian.
Dara menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia mencoba untuk terbangun dari tidurnya.
"Kamu berbaring aja, Jangan melakukan sesuatu." ucap Bastian.
"Bagaimana aku bisa di rumah om?" tanya Dara.
"Sudah sudah, lebih baik kamu istirahat dulu ceritanya nanti saja setelah kamu sudah lebih baik kan." ucap Bastian yang membuat Dara menganggukkan kepalanya.
Pak Rusdi yang melihat keadaan Dara seketika pria itu mendekati Bastian. "Mas ingin bicara denganmu sebentar, Bastian." ucap Pak Rusdi.
"Iya Mas." jawab Bastian.
Melihat Bapak dan pria yang dia cintai keluar dari kamarnya tentu saja dia langsung berpikiran kalau ada sesuatu yang terjadi.
"Memangnya ada apa, Bastian?" tanya pak Rusdi.
"Tenang saja Mas, semuanya akan baik-baik saja." jawab Bastian.
"Aku percaya dengan kamu, Bastian. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Dara." ucap Pak Rusdi yang kemudian mengajak Bastian untuk duduk di teras rumahnya. pria itu tidak tahu apa yang terjadi, namun Pak Rusdi akan selalu yakin kalau Bastian bisa melakukan sesuatu dan menjaga Dara.
Keesokan hari Dara diantarkan oleh Bastian ke tempat kerjanya.
"kamu jangan ke mana-mana aku nanti akan menjemputmu." ucap Bastian.
"Ya Om, aku tidak akan kemana-mana. aku akan menunggu Om di sini saja." jawab Dara yang kemudian melambaikan tangannya kepada Bastian.
Ketika memasuki tempat kerjanya terlihat Lia yang melihat Dara nampak wanita itu sedikit khawatir. "Bagaimana kondisimu, Dara?" tanya Lia.
"Aku baik-baik saja." jawab Dara.
"Apa kamu yakin?" tanya Lia.
"Tentu aku yakin, kamu tenang saja." jawab Dara.
Beberapa jam kemudian di tempat lain terlihat seorang wanita sudah berada di ruangan rektor, beberapa dosen juga ada di sana terlihat Sarah benar-benar kebingungan dengan semua yang terjadi ruang itu.
"Ada apa ya pak?" tanya Sarah.
Sarah sedikit kebingungan karena di ruangan itu sudah ada beberapa dosen yang berkumpul. "Ini ada apa ya, Kok kumpul di sini semua?" tanya Sarah.
"Entahlah, Pak rektor belum Bilang apa-apa." jawab beberapa dosen pria dan wanita.
Sekitar 5 menit kemudian Bastian juga memasuki ruangan itu. "Selamat siang, pak." ucap Bastian.
"Siang, Pak Bastian. silakan duduk kita akan memulai rapat yang akan kita adakan." jawab Pak rektor.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya pak rektor mengatakan Kenapa para dosen dan pengurus kampus dikumpulkan.
"Ada apa ya Pak?" tanya Sarah kembali.
"Baiklah kalau begitu, Bu Sarah. kita akan membahas mengenai suatu insiden yang berhubungan dengan salah satu dosen yang berusaha untuk mencelakai mahasiswa yang ada di kampus ini." ucap pak rektor.
Para dosen nampak saling menatap satu sama lain, sesaat kemudian pintu ruangan itu terbuka dan masuklah beberapa pria di ruangan itu. Sarah yang melihat ketiga pria itu tentu saja dia benar-benar sangat terkejut luar biasa. Sarah benar-benar tidak pernah mengira kalau tiga pria suruhannya sudah berada di tempat tersebut.
"Anda mengenal orang-orang itu, Bu Sarah?" tanya Pak rektor yang membuat Sarah benar-benar sangat kebingungan.
Tak Ada jawaban yang dikatakan oleh Sarah, terlihat Wanita itu sangat terkejut saat melihat 3 pria yang dia suruh Kemarin. "Saya.., saya tidak mengenal orang-orang itu Pak." jawab Sarah.
"Benarkah?" tanya Pak rektor.
"Tentu saja Pak, Memangnya kenapa saya harus mengenal orang-orang itu, apa tiga pria itu dulu sekolah di kampus ini?" tanya Sarah kepada Pak rektor.
"Baiklah kalau begitu, aku katakan sekali lagi. ada salah satu mahasiswa di kampus ini yang kemarin hampir diculik." jawab Pak rektor yang membuat para dosen benar-benar sangat terkejut.
"Maksud pak rektor?" tanya para dosen.
Pak rektor menatap wajah Sarah. "Katakan apa yang kalian tahu, karena kita harus membicarakan hal ini dan membawa kasus ini ke polisi." ucap pak rektor yang membuat Sarah langsung terkejut.
"Maksud pak rektor apa Ya?" tanya Sarah.
"Kenapa Bu Sarah sangat terkejut?" tanya beberapa dosen yang membuat Sarah langsung kebingungan dan menunjukkan senyumnya.
"Bukan begitu, memangnya siapa yang sedang ada masalah?" tanya Sarah.
"Dara, kemarin ada salah satu dosen di tempat ini yang menyuruh para berandalan ini untuk menculiknya. hampir saja wanita itu dalam masalah yang sangat besar, Namun karena ada seseorang yang membantunya Akhirnya dia berhasil selamat." jawab Pak rektor yang membuat para dosen langsung terkejut.
Akhirnya ketiga pria itu membuka suaranya dia menceritakan apa yang dilakukan oleh Sarah.
"Bohong, mereka semuanya itu pembohong, Pak!!" seru Sarah.
"Apakah kamu yakin, Sarah? jika kamu berbohong maka aku akan melakukan sesuatu yang sangat menakutkan." ucap Bastian.
"Memangnya apa yang harus aku lakukan? aku bukanlah seorang wanita brengsek yang akan melakukan sesuatu." ucap Sarah.
"Aku sudah memperingatkanmu dengan semua yang kau lakukan, tapi karena kau tidak mau bertanggung jawab saya serahkan semua ini pada Pak rektor." jawab Bastian yang membuat pak rektor membuat sebuah keputusan yang akan disesali oleh Sarah.
"Apa maksud Pak rektor?" tanya Sarah.
"Mulai sekarang anda diberhentikan dari kampus ini, Bu Sarah. anda sudah berbuat kejahatan yang akan menyeret nama kampus kami." ucap pak rektor.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian