
"Tidak bisakah kalian diam!" teriak Farel kesal memegang pinggang Hana dan Maya langsung menarik tubuh Delia.
"Aku ingin menghajar wanita ini!" teriak Hana kesal.
"Kau! Berani sekali kau akan menghajarku, apa hakmu?" teriak Delia, "kau dulu juga mengambil Albert dariku. Apa pernah aku menjambakmu?" teriak Delia.
"Albert yang mau denganku bukan aku! Buktinya aku tidak menikah dengannya?" teriak Hana.
"Karena engkau bersekongkol dengan Nyonya Janti, bukan? Kau pikir aku tidak tahu rencana apa yang kau mainkan bersama Nyonya Janti untuk menyingkirkan Emilia?" teriak Delia.
Bruk!
Farel melepaskan pegangan tangannya dari tubuh Hana membuat Hana terjatuh ke lantai, "Apa maksud semua ini Delia?" tanya Farel tidak mengerti.
"Kau tanya saja pada istrimu yang pintar bersilat lidah ini!" balas Delia kesal, "tapi, aku rasa dia dan ibumu tidak akan pernah mau jujur akan hal itu," balas Delia.
"Hana, apakah yang telah dikatakan oleh Delia, benar begitu? kau dan mama telah bersengkongkol untuk memisahkan dengan Emilia, gitu?" tanya Farel tidak mengerti akan semua hal yang membuatnya semakin sakit hati. Farel tidak menyangka jika Janti akan tega melakukan hal itu setelah sekian lama mereka berumah tangga dan baru saja dikarunia seorang putra.
Farel mengetahui jika mamanya Janti tidak pernah menyukai Emilia menjadi istri anak dan menantunya, "Apa salah Emilia?" batin Farel kesal, "jika itu benar! Betapa kejamnya mama, padaku. Itu akan menjadi penyesalan yang sangat dalam," batin Farel.
"Siapa yang bilang kami bersekongkol?" tanya Janti di depan pintu.
"Mama?" tanya Farel dan Hana yang berlari ke arah Janti, "mama … Mas Farel benar-benar menikah lagi. Sakit hatiku, Ma!" rengek Hana memeluk Janti dengan terisak menangis. Hana merasa bahagia, "akhirnya, kau akan menyingkir dari kehidupanku, Delia! Seperti Emilia, kau pun akan menghilang pelan-pelan," batin Hana tersenyum penuh kemenangan.
"Sabarlah, Nak! Bagaimanapun hanya engkaulah menantu sahku bukan wanita murahan itu!" teriak Janti geram.
"Hahaha, bukankah kalian yang murahan? Kalian telah bersekongkol ingin menyingkirkan Emilia dan sekarang kalian ingin menyingkirkanku? Silakan saja! Asal kalian tahu, aku memiliki semua bukti kejahatan kalian berdua," ancam Delia dengan tenang.
"Rahasia apa? Jangan sembarangan!" tantang Janti, "kau jangan mengada-ada, Delia!" teriak Janti.
"Kau pikir aku tidak tahu, apa yang kalian buat untuk menyingkirkan Emilia? Hah! Kau dan Hana merencanakan dengan membubuhkan obat perangsang di minuman Farel bukan? Jika kamu tidak percaya aku punya videonya, Mas!" balas Delia.
Janti dan Hana tercekat mereka tidak menyangka, "Bagaimana bisa Delia bisa mendapatkan semua semua itu? Padahal tidak seorang pun yang mengetahui apa yang kami lakukan?" batin Hana dan Janti bersamaan.
"Oh, jadi kalian berdua bersekongkol dengan berbuat demikian. Apa salahku dan Emilia, Ma? Mengapa kalian tega!" teriak Farel.
"Mama tidak suka kamu menikah dengan Emilia! Dia tidak selevel dengan kita, hanya Hanalah yang selevel dengan kita!" balas Janti sengit.
"Baik, jika Hana memang selevel dengan kita. Dia bisa menjadi menantu Mama selamanya tapi, dia juga akan rela dan ikhlas jika aku akan menikahi 10 wanita lagi. Sekarang aku telah menikahi Delia terimalah nasibmu itu, Hana. Mulai sekarang, jangan harap aku 'kan tidur bersama denganmu lagi.
Delia melangkah dengan angkuh menatap ke arah Hana dan Janti, "Farel! Farel!" teriak Janti, "dasar, anak durhaka!" rutuk Janti.
Namun, Farell dan Delia terus pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai mobil. Janti dan Hana jatuh terduduk mereka tidak tahu lagi harus berbuat apalagi, "Mama apa yang harus aku lakukan? Farel benar-benar mencampakkanku karena Delia!" rengek Hana.
Maya hanya terdiam, "Kasihan sekali, Hana. Aku tidak tahu jika Albert pernah meninggalkan Delia. Delia tidak pernah mengatakan apa pun saat mereka putus! Semua itu, karena Hana? Ya Tuhan, ini benar-benar gila!" batin Maya.
"Hei, Kau! Seharusnya kau bisa mengajar dan mendidik putrimu dengan benar, bukan begini caranya!" ujar Janti marah kepada Maya, "ini malah mengambil suami sepupunya. Keluarga macam apa itu?" hina Janti.
"Bukankah Albert juga pernah diambil oleh Hana? Jangan mengajariku tentang banyak hal! Bukankah kau juga gagal mendidik putramu," balas Maya.
"Anakmu itu, wanita murahan!" ketus Janti.
"Anakku murahan? Makanya jodohnya juga murahan! Ingatlah itu, Nyonya! Jodoh itu adalah cerminan dan pasangannya. Jadi, wajarkan? Jika pria murahan bertemu dengan wanita murahan!" balas Maya.
"Kau!" teriak Janti ia tidak menyangka mendapatkan saingan yang seimbang di dalam bertengkar dan adu mulut.
"Mengapa kau marah kepadaku? Seharusnya Kau marah kepada putramu! Kau menganggap menantimu ini paling mulia? Kau tidak tahu siapa dia? Wanita panggilan seperti Hana kau bilang mulia? Ckckck jangan-jangan kau pun sama!" balas Maya menghinanya.
"Kau! Sialan, Kau! Pergi dari rumah anakku!" teriak Janti.
"Ini rumah anakmu tapi anakmu adalah menantuku! Satu hal, sekarang aku menyadari satu hal, mengapa Farel memiliki sikap yang kasar arogan, dan merasa paling mulia? Itu karena didikanmu! Jika aku memang bukan orang yang baik, tapi aku menikah dan bercerai baik-baik," balas Maya, ia meninggalkan kedua wanita tersebut di sofa.
"Hei, kamu mau ke mana? Aku belum selesai berbicara!" teriak Janti kesal.
"Sudahlah! Kau dan menantumu yang paling mulia itu, dia akan menemani dan teruslah berbuat onar. Kalian ngobrol sajalah, mending aku tidur!" balas Maya naik ke kamarnya, "sial! Mengapa semuanya menjadi semakin kacau begini?" batin Maya.
Ia mengunci kamarnya dan berdiri di depan jendela, "Mas Rahman, mengapa kau tega melakukan semua ini? Padahal tinggal selangkah lagi aku akan menguasai semua hartamu!" batin Maya kesal.
"Mengapa semua orang benar-benar tertarik dan jatuh cinta kepada Emilia? Apa kelebihan Emilia?" batin Maya bingung, "dia bukan cantik wanita sederhana dan biasa saja, tapi mengapa Farel dan Deffri bisa tergila-gila pada wanita itu? Apakah dia menggunakan pelet atau susuk begitu?" batin Maya bertanya.
Ia mondar-mandir di dalam kamarnya, "Apa yang harus aku lakukan? Jika terus-terusan begini? Aku bisa kacau! Bagaimana jika Janti dan Hana membuat skenario yang mengerikan dan mencampakkanku bersama Delia. Walaupun Rahman memberikan warisan yang banyak, tapi itu tak akan pernah cukup!" batin Maya.
Ia terus memutar otaknya, "apakah aku harus berusaha membuat Farel mencintai Delia? Dan menyingkirkan Hana?" batin Maya bertanya banyak hal.
***
Sementara Deffri masih bersama Emilia menikmati bulan madu mereka yang penuh cinta dan kasih sayang, yang ditunjukkan oleh Deffri kepadanya. Walaupun Emilia masih saja sedikit kikuk dan sering terkejut bila mendapati Deffri setiap bangun tidur di sisinya, "aku belum terbiasa saja!" batinnya, "bagaimanapun 10 tahun pernikahanku bersama Farel, membuatku sedikit gamang. Aku rasa tak ada seorang wanita pun yang menginginkan perpisahan bersama suaminya," batin Emilia.