
"hahh.."gaya berdiri dari tempat duduknya, kemudian berjalan keluar melewati BuGen menuju pintu.
...****************...
"gaya mau kemana kamu!?"sewot BuGen.
"saya laporin kamu yah ke kepala sekolahh,biar manggil orang tua kamu kesini"lanjutnya geram
di satu sisi Boli ingin sekali menyusul Gaya keluar,tapi mau gimana lagi orang dia takut dimarahin BuGen.Apalagi jika ibu dan ayahnya tau entah bagaimana nasibnya.
"CK punya masalah apa sih itu BuGen sama gue,kek nya demen banget marahin gue tiap hari "gumamnya kesal.
"masih pagi juga!"
gaya melangkahkan kedua kakinya menuju tempat yang paling disukai dan dinanti semua siswa yaitu kantin.Iya mendudukan pantatnya,tak lupa dengan hp ditangan kirinya.
"Bu,mau mendoan sama baksonya 1 dong!"dari tadi perutnya udah minta di isi dari sekarang, karena ia tidak sempat sarapan sabab buru² karena kesiangan.
"siap neng"jawab ibu kantin.
gaya yang terlalu sibuk dengan hp nya,sampe tidak menyadari ada seseorang didepannya yang menatapnya intens.
"lu dari kelas 12 kan?"ucapnya spontan,membuat gaya melonjak kaget.
"Anj!!".
"gak usah kaget juga kali"menatap ibu kantin yang sedang menyajikan makanan yang gaya pesan.
"ini neng,pesanannya".
"makasih bu".
Ucap gaya ramah,sedangkan si ibu kantin cuma ngangguk lalu pergi.1 bakso masuk ke dalam mulut, tak lupa matanya tetap fokus pada layar hp,tak mempedulikan human didepannya.
"lu niatan ga sih, ngasih dikit gitu?"tanya cowok yang diketahui namanya Janu Pangestu si murid teladan yang suka bolos.
"lu siapa?kenal?"tanya balik gaya menaikan sebelah alisnya.
"njirr beneran nggak kenal gue,wahh..wah...lu orang pertama yang kagak kenal gue,nih kenalin Janu Pangestu gue terkenal sering bolos, nggak pernah absen, keluar masuk ruang bk"ujar Janu dengan bangganya.
gaya menatap orang didepannya dengan aneh,tak lama ia kembali melanjutkan acara makannya,seakan mengabaikan human 1 didepannya,dengan mempercepat makannnya.
"btw kok lu bisa ada di kantin,padahal masih jam pelajaran,jangan² lu bolos yah?"tebaknya asal.gaya berdiri kemudian melangkah pergi.
"Bu.. ini bayarannya udah pas yah?".
"ah.. iya,makasih neng"ibu kantin menerima uang bayaran gaya dengan wajah full senyum.setelah itu gaya melangkah pergi,begitu pun dengan Janu yang terus menerus mengikuti kemana gaya melangkah.
rooftop.
"sampai kapan lu ngikuti gue terus?"tanya gaya tanpa menoleh ke belakang.
Janu yang merasa bingung,menoleh kebelakang melihat siapa yang mengikuti gadis di depannya.gaya menoleh ke belakang disaat tidak ada sautan dari arah belakangnya.
"siapa?"
tanya Janu polos sedangkan gaya berdecih pelan dengan memutar bola matanya malas.
"bodoh!!"umpatnya pelan, tetapi masih kedengaran oleh human di belakang.
"lu bicara sama gue?!"tanyanya dengan tangan telunjuk menunjuk dirinya sendiri.
"terus,gue ngomong sama siapa lagi kalau bukan sama lo?!"emosinya sekarang sedang tidak stabil akibat makhluk tolol dihadapannya.
"oh."
satu kata laknat yang keluar dari mulut si cowok bodoh,yang mampu membuat emosi gaya benar² di ujung tanduk.tangannya merogoh sesuatu di saku jasnya,tak lupa ia membakar sebatang ujung rokok yang barusan ia ambil dan segera memasukan nya di mulut.
"lu ngerokok?"kaget
"huft.... fyuhh...."mata gaya tak lepas dari pandangan yang begitu memukau mata,sebuah lapangan luas dengan banyaknya orang yang dengan aktivitasnya masing-masing.keinginannya hari ini untuk melompat kesana,begitu besar. tapi dalam hati kecilnya menyuruhnya untuk bertahan walau hanya sebentar semuanya pasti baik² saja.
"kalau ia kenapa?lu mau?"tawarnya menyodorkan beberapa batang rokok beserta korek api.Janu melihat sebentar "karena ini pemberian dari lu,kenapa tidak?!"mengambil satu batang rokok kemudian di nyalakan nya.
"cetak!!"
hening.hanya suara helaan nafas yang begitu berat didengar oleh telinga gaya, membuat nya cape setiap mendengar helaan Tersebut.
...****************...
sampai sini dulu ya gays,maaf kalo chapter nya pendek.
jangan lupa untuk like, vote dan komen.