
Merasakan tidurnya terusik membuat gaya kesal, sungguh mamahnya Santi selalu membangunkannya pagi pagi buta katanya biar ga terlambat dan jadi anak rajin,rajin? apa itu rajin ? sangat bertolak belakang dengan sifatnya.gaya yang selalu membenci bacotan guru mapel, bangun terlambat,bolos bahkan selalu tidur di saat jam pelajaran.
...****************...
karena kesal usaha Jonas membangunkan gaya gagal, seperti nya Jonas harus banyak banyak bersabar selama tinggal bersama keponakannya.huft...
"oh masih belum bangun juga,mau saya seret keluar? sepertinya kesabaran saya cukup tipis untuk menghadapi kamu".
tunggu?! bukan suara mamanya! berarti ?
seakan hilang dari rasa kantuknya setelah mendengar suara seseorang tersebut,membuat gaya memelekan matanya kemudian menoleh keasal suara.astaga kenapa om Jon ada dikamar nya?
segera gaya berlari kebawah setelah mendengar suara bariton mengatakan hal yang hampir saja ia lupakan.
"apa yang kau tunggu?! turunlah, ibumu mau berangkat sekarang juga .dasar gadis pemalas"gumamnya diakhir kata.
...****************...
"mah maaf aku terlambat, harusnya mamah bangunkan aku lebih awal biar bisa bantu mamah siap siap "ucap gaya sedih.kemudian dibalas senyumman oleh Santi.
"gapapa kok sayang,kamu baik baik sama om Jon okeh?"seraya mengusap puncuk kepada gaya.
"kalau ada apa-apa segera hubungi mamah sama papah kamu,em....ah jangan terlambat bangun lagi ya sayang,biar jadi anak rajin!"senyum manis.
gaya memutar bola matanya dengan malas.
"yaudh sayang mamah berangkat dulu,papamu pasti udah nunggu dibandara "mencium kening gaya.
"kak!"
"hem?!"Santi menoleh menatap orang yang memanggilnya.
"hati-hati "ucap Jonas datar.sedangkan Santi tersenyum geli melihat tingkah adiknya."iya.tolong jaga keponakan mu selagi kami berdua tidak ada, sayangilah seperti kami menyayanginya dan jadilah pelindung untuk gaya".
Jonas hanya mengangguk mengiyakan permintaan Santi,entahlah menurut Jonas perkataan Santi seperti perpisahan terakhir mereka seakan Santi tau bahwa ia tak bisa bertemu dengan mereka setelah pertemuan ini.ya tuhan tolong lindungi mereka setidaknya demi anaknya Gaya.
"apaan sih mah,jangan ngomong aneh-aneh deh,aku ga suka"gaya juga merasa bahwa perkataan mamahnya ada yang aneh,tapi ia tepis pikiran negatif itu karena itu ga mungkin.
"om!"panggil gaya pertama kali.
sedangkan Jonas yang merasa dipanggil pun menoleh heran dan menaikkan satu alisnya.
"apa lebih baik kita susul mamah aja yah, dari tadi firasat aku ga enak "tanpa menoleh.
Jonas terdiam dengan penuturan sang gadis.
"makan lah"tak lama ia pergi meninggalkan gaya yang terus menatap jalanan.
...***************...
"kemarilah!"perintah nya tanpa menghentikan makannya.
"saya tidak suka ngulang kedua kalinya!"Suara berat bariton tersebut membuat Gaya mau tak mau menuruti nya.
"apa?!"
"duduk!"gaya menurutinya.
"makanlah!"Gaya menurutnya.lagi.
beberapa menit kemudian.
Jonas beranjak dari tempat makannya dan pergi meninggalkan gaya.
"anj kok gue nurut sih"seakan tersadar,tapi masih melanjutkan makannya karena enak.
sore.ini gaya terlihat bersemangat dengan pakaian casual,tak lupa ia memoleskan beberapa makeup tipis, gaya senang untuk mengunjungi tempat favoritnya sudah lama ia tak berkunjung bahkan hanya untuk melihat tempatnya saja ia tak pernah.
Gaya berjalan perlahan keluar dari kamarnya menuruni tangga dengan perlahan agar tidak ketahuan oleh pamannya.Langkah Demi Langkah Gaya berjalan menuju pintu utama dan tanpa diketahuinya ternyata Ada sesosok mata yang mengintainya dari jauh.
hai apakah kalian suka dengan cerita ini?coba komen like and vote