I Am Yours

I Am Yours
42. Gula Darah



Mega melangkah ringan menaiki anak tangga puskesmas, senyum tersemat di bibirnya. Hatinya sedang senang luar biasa, pasalnya bunda Rini akan datang berkunjung ke rumahnya sore ini. Dan Fajar sudah berjanji akan menemaninya menjemput bunda Rini di terminal kota.


Saat melewati koridor puskesmas menuju ruang kerjanya, ia berpapasan dengan Yola yang baru saja keluar dari ruangan dokter Rendra.


Gadis itu terlihat kurang bersemangat dan berjalan sambil menundukkan kepalanya.


“Yola,” sapanya saat sudah saling berhadapan.


“Mba Mega.” Yola mengangkat wajahnya tersenyum kecil menatap ke arah Mega.


“Kamu sakit?” tanya Mega khawatir melihat wanita di hadapannya itu terlihat lesu.


Yola memutar badannya, merapatkan punggungnya ke dinding tembok di belakangnya. Ia menghela napas sesaat, lalu tersenyum menanggapi pertanyaan Mega padanya.


“Bukan penyakit serius, hanya kelelahan dan butuh istirahat untuk sementara waktu. Barusan diperiksa mas Rendra tadi di dalam,” jawabnya sembari menyentuh lengan Mega.


“Mau mampir ke ruanganku? Kita bisa ngobrol sebentar di sana. Masih ada waktu lima belas menit lagi sebelum pasien lainnya datang,” ajak Mega sambil menunjuk ke arah ruang kerjanya.


“Apa tidak mengganggu, lagi pula sebentar lagi jam kerja dimulai. Aku rasa Mba Mega perlu waktu untuk mempersiapkan diri dulu sebelum bertemu dengan pasien,” sahut Yola, sebenarnya ia juga ingin sekali berbincang dengan Mega.


“Anggap saja Kamu pasien pertama Aku hari ini, jadi kita bisa berbincang dan Kamu bisa cerita tentang penyakitmu.”


Yola setuju, keduanya lalu beriringan masuk ke ruang kerja Mega.


Yola sangat menyukai makanan yang manis, dan karbo tinggi. Berat badannya sempat di atas rata-rata ukuran normal untuk gadis seusianya saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Dan hal itu membuatnya kesulitan dalam bergerak.


Memasuki bangku kuliah ia mulai melakukan diet ketat, yang justru berakibat fatal untuk kesehatan tubuhnya. Sehingga untuk beberapa waktu lamanya ia harus mendapat perawatan di rumah sakit.


Beruntung Yola memiliki kakak seorang dokter seperti Rendra yang bisa diandalkan untuk jadi penjaga kesehatan adiknya. Gula darah yang diderita Yola membuat Rendra harus ekstra hati-hati dalam mengatur pola makan adiknya itu.


“Kurangi makanan yang manis-manis. Kalau manis alami sih nggak apa-apa, seperti buah yang bisa kita makan langsung. Ingat ya, gula darah yang paling utama dihindari itu nasi.”


“Iya, Mba. Kalau terasa nyaman suka nambah makannya. Sampai sekarang juga masih suka khilaf kalau lihat makanan yang manis-manis,” sahut Yola sambil tersenyum lebar.


“Mungkin Kamu sudah banyak dengar dari dokter Rendra tentang penyakit yang kamu alami saat ini, Aku hanya ingin menambahkan sedikit saja. Aku harap Kamu nggak bosan apalagi sampai ngantuk dan tertidur mendengarnya,” ucap Mega sebelum memulai penjelasannya.


“Mana mungkin Aku bosan mendengarnya, apalagi ini berkaitan dengan sakit yang Aku alami. Semakin banyak ilmu yang Aku dapat akan membuatku lebih bijak dalam memilih menu makanan,” sahut Yola antusias. “Silahkan Mba, Aku siap untuk mendengarnya.”


“Oke, Aku mulai ya.”


“Sumber makanan manusia memiliki 3 komponen besar, yaitu Protein, Karbohidrat, dan Lemak. Ketika kita makan makanan berkarbohidrat seperti nasi putih dan gula, Karbohidrat tersebut akan menjadi Glukosa. Lalu Glukosa akan masuk ke dalam 2 tempat tubuh manusia, yaitu Sel dan Darah.”


“Jika Glukosa masuk ke Sel, Glukosa tersebut akan menjadi Energi. Tapi, jika Glukosa terlalu banyak masuk ke Darah, akan menyebabkan Gula Darah Tinggi. Lalu Pankreas akan bekerja lebih keras dan lama-lama akan rusak, yang berujung Diabetes. Itulah kenapa orang yang sering makan makanan manis lebih cenderung terkena Diabetes.”


“Penderita Diabetes mengalami kerusakan jaringan tubuh, yaitu kerusakan pada Pankreas penghasil ‘Hormon Pankreas’, padahal fungsi hormon Pankreas adalah memindahkan Glukosa dari Darah ke Sel untuk mencegah gula darah tinggi.”


“Aku saranin nih ya, konsumsi Sopalpha. Suplemen yang berbahan utama Salmon Ovary Peptide, ekstrak SC apel, dan L-Glutathione dengan tambahan kandungan collagen dan ekstrak manggis.”


“Berdasarkan uji klinis yang telah dilakukan, terbukti dapat membantu meningkatkan IGF pada tubuh manusia. Yang artinya, Sopalpha bisa membantu merawat kerusakan pada pankreas untuk memproduksi hormon pankreas. Agar fungsi hormon pankreas yang bertugas untuk memindahkan kadar glukosa dalam darah ke dalam sel menjadi maksimal.” Mega mengakhiri penjelasannya.


(Eh, Aku pikir beneran sedikit seperti kata bu dokter. Pas ditulis ternyata panjang 🤭)


Salmon Ovary Peptide juga sering disebut dengan nama Marine Placenta. Salmon Ovary Peptide adalah Marine Placenta dari ekstrak Ikura (Caviar Salmon) yang berasal dari ikan Salmon langka yang hanya bisa ditemukan di negara Jepang. (Tapi minta resep dokter dulu ya).


“Yol, masih di sini rupanya. Mas pikir sudah pulang tadi,” ucap Rendra tiba-tiba muncul di ambang pintu ruangan Mega. “Jangan ganggu jam kerja dokter Mega, dek!”


“Nggak ganggu kok, justru Aku yang ajak Yola ke mari tadi.” Jawab Mega sembari melihat pada Yola yang meringis melihat kehadiran kakaknya.


“Hehe, pengen konsultasi sama mba Mega tadi. Ini juga mau balik pulang kok,” sahut Yola cepat, lalu bangkit berdiri dan langsung memeluk Mega.


“Makasih ya, Mba. Senang bisa mengenal Mba Mega di sini, Aku jadi merasa langsung betah berada di desa ini.”


“Sama-sama, Aku juga senang. Semangat ya!”


“Aku pamit pulang dulu ya, Mba.” Yola berpamitan dan langsung keluar dari ruangan Mega.


Di ambang pintu Yola berhenti sejenak, lalu berbisik pada Rendra yang langsung dibalas dengan anggukan kepalanya. “Mas, Aku balik ya.”


“Dokter, Aku juga balik ke ruanganku. Terima kasih sudah menerima adikku dengan baik di sini,” ucap Rendra tulus.


“Sama-sama, dok.”


Ya, Mega memang senang bisa berteman dengan Yola. Dilihatnya Yola mulai bersemangat lagi, tidak lesu seperti saat bertemu dengannya tadi pagi.


Mega kembali disibukkan dengan pasien yang datang setelah Yola, hingga tidak terasa waktu berlalu cepat. Mega teringat janjinya dengan Fajar yang akan menjemputnya siang ini.


Sudah jam 3 sore, waktunya Mega pulang. Ia telah selesai dengan pasien terakhirnya. Setelah menanggalkan jubah kebesarannya, Mega berjalan keluar dari ruangannya dan bersiap-siap di depan menunggu Fajar datang menjemputnya.


Tidak berapa lama Fajar datang, lelaki itu turun dari mobil hitamnya tersenyum dan melambai ke arahnya.


“Sudah lama nunggunya?” tanya Fajar masih dengan tersenyum manis.


Mega terpana sesaat, teringat percakapannya dengan Yola tadi pagi di ruangannya.


Ternyata bukan hanya makanan manis saja yang bisa membuat kadar gula darah seseorang jadi tinggi. Senyum manis lelaki di hadapannya itu pun membuat kadar gula dalam darahnya tiba-tiba meroket tinggi, tapi untung saja tidak sampai merusak jaringan sel pada Pankreasnya 😍😍


🌹🌹🌹


Happy reading all 🤗🤗