I Am Yours

I Am Yours
50. Kolesterol



Siang itu jarum jam di pergelangan tangan Fajar sudah menunjukkan angka sebelas, sementara mereka berdua masih berada di salah satu toko alat pertanian yang dikelola Fajar.


Mega terlihat antusias dan terus bertanya tentang bibit tanaman dan jenis pupuk yang di jual di sana.


“Aku senang melihat Kamu tertarik dan punya minat pada hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaanku,” ucap Fajar tersenyum menatap wanita di hadapannya itu.


“Harus! Biar bagaimana Aku juga harus tahu tentang hal itu, tidak melulu soal kesehatan saja. Apalagi itu berhubungan dengan Kamu, Mas.” Mega balas tersenyum.


“Hem, kita pulang yuk.” Fajar menggandeng tangan Mega mengajaknya pulang setelah terlebih dahulu berpamitan dengan anak buahnya di toko.


“Makan siang di rumahku ya, gantian. Masa Aku terus yang makan di rumah Kamu,” ucap Fajar sambil memasukkan kunci kontak dan menghidupkan mesin mobilnya.


“Ya udah, kita singgah di rumah makan dulu. Pesan sekalian bawa pulang,” sahut Mega mengiyakan.


Fajar menggeleng, “Sri masak besar hari ini. Pagi tadi dia sudah pesan buat ajak Kamu ke rumah buat makan siang bareng sama yang lainnya.”


“Kok Mas nggak bilang dari tadi, memang lagi ada acara apa? Aku ‘kan bisa bantu-bantu masak kalau tahu gitu.”


“Nggak perlu, yank. Sudah ada yang bantuin juga,” sahut Fajar kemudian. “Nggak ada acara apa-apa, cuman makan siang biasa saja.”


“Memang siapa aja yang datang selain Aku?”


“Yang sudah pasti itu Rendra sama Yola, Bayu sama anak istrinya juga.”


“Oh, gitu! Kalau mba Astri, diundang juga nggak nih?”


Untuk kedua kalinya, Fajar menggelengkan kepalanya. “Astri sudah balik ke kota lagi, hanya seminggu dia di bertahan di desa ini.”


“Oh.”


“Ish, ah oh ah oh!” Fajar melirik sebal. “Panjangin dikit napa bicaranya.”


“Hahaha,” Mega terkekeh mendengarnya.


Mega meletakkan jari telunjuknya di pipi, lalu tersenyum menggoda.


“Senyum mas bos, jangan manyun gitu. Coba lihat Aku,” ucap Mega sambil memiringkan wajah dengan tetap memasang senyum terbaiknya.


“Ish!”


Mau tidak mau Fajar menoleh dan langsung tersenyum lebar melihatnya, dengan tangannya yang bebas ia mengusap pelan rambut Mega.


Tidak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan. Fajar memarkir mobilnya masuk ke dalam garasi rumahnya.


Kedatangan keduanya disambut Bayu dan anak lelakinya yang sedang bermain di teras rumah.


“Bay,” sapa Mega sambil tersenyum pada si kecil Rio, yang tengah bergelayut manja pada leher sang ayah.


“Hei jagoan, sini gendong tante yuk.” Mega mengulurkan tangannya pada Rio yang menatapnya ragu.


“Enaknya panggil tante apa budhe ya, Mas?” tanya Mega menoleh pada Fajar yang diikuti kekehan Bayu.


“Coba tanya sama Iyo,” sahut Fajar sambil menowel pipi tembem Rio.


“Budee,” sahut Rio lalu menyembunyikan wajahnya di leher Bayu.


“Oke deh kalau begitu,” ucap Mega lalu menyusupkan tangannya di pinggang Rio dan langsung membawanya masuk dalam pelukannya. “Ikut Bude masuk ke dalam ya.”


“Maaf ya, Aku nggak bisa bantuin masak.” Mega menyapa semua yang ada di dapur, dilihatnya di meja makan sudah tersaji berbagai macam hidangan yang pastinya menggugah selera.


Sri menoleh dan langsung tersenyum lebar melihat Mega yang berdiri di belakangnya sambil menggendong Rio.


“Tenang bu dokter. Selama masih ada Sri, berreess semuanya!”


“Megaa,” Alya melepas buah di tangannya dan langsung berjalan memeluk Mega. “Apa kabar?”


“Baik Al,” sahutnya lalu mengusap lembut perut Alya. “Sehat terus ya dedek bayinya.”


“Alhamdulillah. Sehat tante,” sahut Alya.


“Budee,” sela Rio sambil menggerakkan tubuh kecilnya.


Rio meminta turun dari gendongan Mega, dan setelahnya langsung berlari keluar menemui ayahnya.


“Maaf bu dokter Mega, setelah makan siang nanti kita boleh konsultasi ya bu?” tanya Yola yang langsung disambut antusias oleh yang lainnya.


“Boleh, silahkan saja kalau ada yang mau ditanyakan. Setelah makan siang ya,” jawab Mega.


Setelah makanan selesai di tata di meja makan, semua orang berkumpul dan mulai menyantap hidangan.


“Mas,” panggil Mega pada Fajar yang memilih untuk duduk di depan televisi tidak jauh dari meja makan.


“Ada kari ayam, ada sayur lodeh juga, ikan bakar, kenapa makan sayuran sama tempe tahu doang?”


“Aku nggak terlalu suka makanan yang banyak santan gitu,” sahut Fajar sambil melirik piring makan Mega.


“Kalau Mas nggak suka, kenapa masak menu itu?”


“Yang nggak suka Aku doang, yang lain pada doyan. Kamu sendiri kenapa nggak pakai nasi, ikan sama urap gitu aja.”


“Ssttt, Aku juga nggak terlalu suka. Untung aja ada urap sama ikan bakar,” sahut Mega berbisik.


“Hehehe, ternyata samaan kita.” Keduanya pun tertawa bersama.


“Mas, habis makan siang ada yang mau konsultasi di sini, boleh ya.”


“Silahkan, yank. Aku sama Rendra mau ke kebun sebentar, Kamu tunggu ya. Selesai dari sana Aku antar pulang,” sahut Fajar kemudian.


“Oke!”


Setelah menyelesaikan makan siang dan membereskan sisa makanan di atas meja, para wanita berkumpul di ruang tengah sementara para lelaki ikut Fajar dan Rendra ke kebun.


Salah satu dari mereka yang ada di sana bertanya tentang kolesterol tinggi yang di tengah dialaminya.


Tanpa banyak menunda waktu lagi, Mega mulai menjelaskannya.


“Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh hati, dan juga dapat diperoleh dari makanan. Tubuh memerlukan kolesterol untuk memproduksi sel-sel sehat dan sejumlah hormon.”


“Selain kolesterol ada juga jenis lemak lain yaitu Trigliserida yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi.”


“Kolesterol di dalam darah diikat oleh protein dan membentuk Lipoprotein. Ada dua jenis Lipoprotein, yaitu :


- High Density Lipoprotein (HDL) yang biasa disebut dengan kolesterol baik yang berfungsi membawa kolesterol yang berlebihan ke hati.




Low Density Lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat yang berfungsi membawa kolesterol ke sel tubuh.


“Untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, disarankan untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur sekitar 500 gram setiap harinya. Kandungan serat dalam buah dan sayur mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.”


“Makanan kaya Omega-3 dipercaya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan Trigliserida dalam darah. Pilihan makanan yang kaya akan kandungan asam lemak Omega-3 cukup beragam, di antaranya ada ikan salmon, makerel, tuna, sarden, kacang kenari, dan biji chia.”


“Untuk membantu menurunkan kadar kolesterol, disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung serat larut, misalnya alpukat, ubi jalar, brokoli, lobak, pir, wortel, apel, kacang merah, biji rami, dan gandum.”


“Agar lebih praktis, dapat juga mengonsumsi produk suplemen atau minuman yang mengandung serat larut Beta glucan dan Inulin. Beta glucan mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dan kolesterol total dalam tubuh. Sedangkan Inulin bermanfaat menurunkan kadar kolesterol total dan Trigliserida dalam darah.”


“Akan lebih baik lagi jika produk minuman tersebit mengandung Vitamin B1 dan B2 yang mampu membantu pembakaran kolesterol dalam tubuh menjadi energi.”


“Tetap jaga kesehatan, perhatikan pola makan.”


“Intinya, jaga usus kita dengan baik, makan makanan berminyak dan bersantan jangan terlalu berlebihan. Usus yang buruk akan menimbulkan berbagai gejala penyakit.”


“Semoga bermanfaat, salam sehat untuk kita semuanya🤗🤗🤗”




🌹🌹🌹