I Am Yours

I Am Yours
chapter 5



Dengan rasa penasaran Jonas mengikuti jejak setiap darah dan betapa terkejutnya ia setelah mengetahui bahwa jejak tersebut berhenti di ambang pintu kamar milik sang gadis.


Sebuah tangan ia ulurkan untuk mendorong kenok pintu dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara, hingga terpapanglah sang gadis yang tidur tengkurap dengan baju yang sedikit kotor, banyaknya keringat disekujur tubuh sedangkan kaki penuh luka hingga berdarah darah.


dalam hati Jonas bertanya tanya,apa yang sebenarnya gadis ini lakukan? dari pulang larut malam hingga luka dikakinya sungguh ia dibuat penasaran dengan itu.


"huft...gadis nakal ini" Jonas mengambil p3k dan segera membersihkan luka, kemudian Jonas berikan obat hingga membalut luka nya dengan hati hati.


beberapa menit kemudian.


Jonas berdiri, melangkah pergi meninggalkan gadis yang saat ini sedang berbaring tak sadarkan diri tapi langkahnya terhenti seketika dan kembali menoleh gadis itu,lama ia menatap hingga akhirnya Jonas menghela nafas berat,ia pun kembali mendekat, tangan nya menjalar mengambil sebuah selimut hingga ditarik nya menutupi seluruh badan sang gadis kecuali kepala.


Sebenarnya Jonas merasa kasihan dengan keponakannya ini, kenapa dia begitu pulas dengan memakai pakaian kotornya? apalagi dengan keringat disekujur tubuh.jika Jonas mengganti pakaian gadis ini ..apa yang akan dipikirkan nya ketika bangun pakaiannya sudah berbeda? pasti nya gadis itu langsung mencurigainya,memangnya siapa lagi di rumah ini selain mereka berdua?


Apakah Jonas akan disebut om om mesum?cabul?atau mungkin pedofil? entahlah...itu semua terdengar mengerikan jika menyebutnya begitu.


...****************...


"ck mana gadis pemalas itu?! kenapa lama sekali bisa bisa saya terlambat masuk kantor?"terus melihat jam tangannya, yang kini menunjukkan pukul 7.03 a.m.


Di sisi lain seorang gadis yang masih asik dengan bunga tidur nya membuat nya enggan untuk bangun juga seolah lupa akan dunia saat ini.Jonas sudah tidak tahan lagi dengan situasi menyebalkan ini.Dengan perasaannya yang kesal Jonas melangkahkan kakinya ke kamar dan berniat menyerat si tukang pemalas, dirinya tak punya waktu untuk melakukan hal yang tidak berguna ini jika kakanya tidak berpesan untuk selalu mendidik Gaya agar jadi lebih disiplin.


BRAK!!


pandangan nya melihat sekitar yang tak kunjung menemukan si tukan pemalas,"dimana gadis itu?!"ujar Jonas kesal."mungkinkah dia sedang mandi"langkahnya menuju kamar mandi, kemudian diketuknya.


tok..tok...tok


~hening~


CEKLEK!


"ck kemana sebenarnya bocah pemalas itu?!,saya sudah tidak ada waktu lagi untuk ini,biarlah, saya tak pedul"Jonas berjalan keluar kamar, kemudian ia memasang kembali jas kantor yang memang sempat ia lepaskan,segera menuju mobilnya dan tanjap gas.


dringggg....dringggg


terdengar suara jam Beker "PLAK!"


"Akh...bangst!"umpatnya kesal ,tak lama kemudian kepalanya terbentur bawa ranjang saat gaya tiba-tiba bangun,Gaya melihat sekitar yang masih gelap,yang ternyata ia berada di bawah kolong ranjang.


...****************...


BRAK!!


"SIAPA YANG_"bentakan BuGen terpotong saat melihat siapa yang masuk.


"KAU...LAGI LAGI BERAPA KALI IBU BILANG JANGAN TERLAMBAT, DASAR ANAK NAKAL!!"capek BuGen dengan kelakuan nakal Gaya.


"berisik!!"ujar gaya kesal,"ANAK INI!!" geram bugen menatap gaya yang mengacuhkan nya.


"pestt...woy,Gaya kok ga sopan sama BuGen ?"bisik Boli


"bodo amat"ucap gaya acuh.


"cih tiap hari melakukan kaya gini ,gaya kapan berubahnya sih"boli menatap sahabatnya yang asik main hp.


"taun depan,mungkin"ucapnya asal.


"kenapa ga sekarang aja,pokonya boli mau liat gaya yang berubah"


gaya menatap boli datar."apa!?"Boli yang ditatap merasa heran.


"lu lama lama ngelunjak ya?"


"ah.....bisa aja kan boli cuma nanya"sembari senyum malu-malu.gaya menatap boli aneh.Bagaimana ia bisa mempunyai sahabat seperti dia, sepertinya ia sangat menyesal memiliki sahabat dengan orang disampingnya.


"YANG DIBELAKANG BISA DIAM GA?!! KENAPA DARI TADI BERISIK SEKALI SAYA TIDAK _"terpotong saat tau siapa yang berisik.tiba tiba mata nya memerah.


"gaya Boli takut"menciut


"hahh.."gaya berdiri dari tempat duduknya, kemudian berjalan keluar melewati BuGen memuju pintu.


...****************...


jangan lupa like vote dan komen ya guys 🤗