I Am Yours

I Am Yours
episode 4



"huft.."Gaya mendongak menatap langit yang cerah dengan diiringi derasnya suara air terjun. "Bunda apa kabar? aku kangen Bunda?Bunda kangen aku nggak?Maaf bunda aku jarang nyapa bunda.bunda pasti marah ya?Maafkan aku,tapi aku kangennn banget sama bunda.Bunda jangan marah-marah lagi ya. Aku takut Bunda ninggalin aku lagi". Gaya menangis tersedu-sedu menatap jantuhnya air terjun.


Tak disangka ternyata ada sosok pria yang mendengarkan racawan seorang Gaya entah siapa sosok itu tapi yang pasti sosok itu selalu memperhatikan Gaya.


Gaya menghela nafas lelah "Bun apa bunda akan marah kalo aku pergi dari rumah?huft..aku lelah dan muak sama mereka!Bun aku ngantuk aku tidur sebentar ya?!" Tak lama mata gaya tertutup menutup sempurna dan segera menyusul ke alam bawah sadarnya.


Tak lama itu juga sisosok mendekat dengan memperhatikan paras manis sang gadis,lama ia memandai membuat jantungnya berdebar kencang, hingga tersadar tubuh sang gadis hendak tumbang dari tempatnya membuat dirinya sepontan menahan dan meletakkan kepala sang gadis pada pundak lebarnya.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepatnya, langit berganti gelap dengan cahaya sang Dewi malam serta sang bintang kejora yang bersinar terang, seolah menambah kesan indah yang memukau mata.


Tidak dengan dua sejoli yang asik dengan bunga tidurnya yang akhirnya ada sesuatu yang mengusik pendengaran si sosok yang mendesak segera membuka mata.Pandanganya tak lepas dari wajah ayu sang gadis disampingnya, nampak seutas senyuman di wajah menawannya.Hingga tersadar bahwa langit sudah berganti gelap.


Dengan berat hati sosok itu melangkah menjauh dari sang gadis yang perlahan membuat senderan Gaya menurun hingga...


Bruak!!


"akkh..shitt!"


Kepala Gaya terbentur batang kayu disebelah tempat dirinya berada yang membuat sakit menjalar di kepalanya.Gaya bermain mata melihat sekeliling yang ternyata sudah gelap gulita hingga menyisakan sedikit cahaya dari rembulan.


Dengan tergesa-gesa Gaya beranjak dari tempatnya dan segera berlari dari hutan tersebut.Walau dengan situasi gelap gulita dengan mengandalkan penerangan dari cahaya purnama, Gaya menelusuri jalan raya yang terlihat senyap.Sunyi nya malam hari, membuat Gaya merinding ketakutan apalagi ditambah dengan dinginnya angin malam yang tembus menusuk tulang.


Sial, tidak ada taxi yang lewat malam ini, bagaimana caranya untuk pulang?!


Gaya mengecek benda pipih di tangannya yang ternyata sudah mati total.


Terpaksa Gaya harus menggandakan kedua kakinya untuk kembali ke rumahnya.


Waktu berlalu hari nampak lebih gelap yang akhirnya Gaya sampai di tempat tujuan.kakinya sangat amat sakit dengan penuh luka akibat sepatunya yang melukai jempol kaki.hingga membuat gaya mau tak mau harus melepaskan sepatu yang ia pakai, akibat itu pula kakinya tergores benda tajam yang membuat kakinya berdarah.Sungguh sial bukan?


Gaya membuka pintu perlahan yang ternyata tidak dikunci, dengan langkah yang teratih-atih gaya berusaha agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


dalam hati nya gaya berdoa agar tidak ketahuan pulang larut malam bisa bisa habis dia.


Bruak!!


"huwahh capekk!"membating dirinya sendiri.


berjalan kaki dengan jarak kurang lebih 2 kilometer membuat nya kelelahan apa lagi di tengah malam yang membuat matanya ingin segera menutup sempurna.


Jonas merasakan pegel sekaligus haus yang menjalar di tenggorokan nya akibat terlalu lama mengurus semua berkasnya.kedua kakinya ia langkahkan menuju dapur,segera ia mengambil gelas yang diisi air, diperjalanan menuju kamar,ujung ekor mata Jonas tak sengaja melihat bercak noda merah.darah?


...****************...


**maaf guys lama up


tolong vote like and comen okey**?