Forced to Marry

Forced to Marry
Benci



Haiii temen temen ini karya pertama author dan jika ada kesalahan ya mohon dimaafkan dan juga jalan lupa dukung author dengan vote cerita ini dan like juga tambahkan ke favorit ya






Hari ini hari pertama Naura sebagai seorang istri di rumah suaminya,Naura bangun lebih awal untuk menyiapka sarapan seketika Naura ingat bahwa di dapur tidak ada apa apa,barang dapur juga kurang lengkap.


Naura membangunkan Varel yang sedang nyenyak tidur


“Varel,bangun”ucap Varel sambil mengoyangkan tubuhnya.


“Hemm”jawab Varel yang masih menutup mata.


“Cepat bangun ayo kita beli keperluan dapur”jelas Naura.


“Yaa,aku bangun”ucap Varel sambil berjalan ke kamar mandi.


Setelah mereka bersiap ke mall dekat rumah mereka untuk membeli ke butuhan dapur.


Tapi saat mereka ingin pergi,ada panggilan di handphone Varel.


“Halo”


Varel cukup lama berbincang membuat Naura bosan.


“Apa kalian tidak becus,begitu saja tidak becus”ucap Varel di telpon dengan nada keras padahal di sampingnya masih ada Naura.


Varel sudah menutup pangilan membanting handphone nya karena sangat merasa kesal.


“Ada apa Varel?”tanya Naura memberanikan diri.


“Diam kau aku sedang pusing”bentak Varel.


“Aku hanya bertanya baik baik kenapa kau malah membentakku”bentak Naura balik.


“Kau hanya bisa membuatku tambah pusing turun dari mobil”bentak Varel.


“Kenapa aku turun”ucap Naura tak mau kalah.


“Apa kau tidak dengar cepat turun”bentak Varel yang sudah sangat marah.


Naura yang takut dengan ekspresi Varel memutuskan untuk keluar dari mobil,setelah keluar mobil Varel langsung melaju meninggalkan Naura.


“Dasarr Varel apa kau gila kau tadi yang memutuskan untuk mengantarku sekarang kau meninggalkan ku” teriak Naura.


Naura yang sangat marah dengan sikap Varel langsung memesan taksi untung saja dia tidak di tinggalkan di tengah jalan.


Setelah menunggu beberapa menit taksi yang di pesan Naura datang,Naura langsung mengatakan arah tujuannya.


Saat di perjalanan Naura menghubungi ke dua sahabatnya untuk bertemu di mall itu.


Naura sampai lebih dulu dari pada temannya karena Naura meminta bertemu dadakan.


Sekarang Naura sudah ada di sebuah restoran di dalam mall itu.


“Naura”sapa ke dua sahabatnya.


“Din,Nit duduklah”ucap Naura.


“Ada apa kau menyuruh kita kesini?”tanya Dinda.


“Aku sangat kesal dengan Varel”curhat Naura.


“Kenapa?apa kau bertemu dengannya?apa kalian ada hubungan?”tanya Anita penasaran.


“Aku minta maaf sebelumnya pada kalian karena tidak


mengundang kalian ke pernikahanku”ucap Naura.


“Apa kau sudah menikah?dengan siapa?”jawab Dinda dengan wajah tak percaya.


Info ya guys jadi kedua sahabat Naura sedang di luar negeri saat Naura melaksanakan pernikahanya,tapi acara pernikahan Naura sudah banyak di perbincangkan di dalam negri bahkan luar negri mungkin ke dua sahabatnya memang kurang update.


Balik kecerita


“Aku menikah dengan Varel beberapa hari yang lalu”jelas Naura.


“Apa kailan menikah,bukannya kau mengagap Varel musuh?”tanya Dinda tak percaya.


“Yaa aku membencinya bahkan sekarang lebih membencinya”jelas Naura.


“Kenapa kau mau di nikahkan dengannya?”ucap Anita.


“Aku dipaksa oleh ke dua orang tuaku”jelas Naura.


“Apa!!jadi kalian dijodohkan begitu?”ucap ke dua sahabat Naura tak percaya.


“Iya”jawab Naura tampak lesu.


“Apakah zaman sekarang masih ada yang namanya perjodohan”ucap Dinda.


“Sudahlah lupakan saja aku disi ingin menyegarkan mood ku”ucap Naura.


“Baiklah kalau begitu ayo kita belanja”sorak Anita.


“Ayoo”jawab Dinda dan Naura bersamaan.


Mereka berbelanja sampai tidak ingat waktu dari belanja baju,tas,dan sepatu dengan harga yang tentunya tidak murah.


“Huhh akhirnya udah semua”ucap Dinda.


“Ohh iya aku hampir lupa antar aku ke supermarket di sini untuk membeli kebutuhan dapur”ajak Naura.


“Baiklah tuan putri kita akan selalu ada untuk membantumu”ujap Anita bergaya bak bodyguard,sedangkan yang lain hanya tertawa.


Semua sudah dibeli yang direncanakan maupun yang keblabasan.


“Naura apa kau bisa bawa semua belanjaan ini”ucap Dinda sambil menunjuk kantong belanjaan.


“Aku usahakan bisa”jawab Naura.


“Apa kau yakin?”tanya Anita.


“Iya,sekarang aku akan pesan taksi”jawab Naura.


“Apa kau tidak bawa mobil?”


“Kemana mobilmu?”


“Apa Varel tidak memberikanmu fasilitas sebagai istri?”


Ucap mereka bergantian.


“Aku tidak bawa mobil,mobilku masih di rumah mamaku,tentang fasilitas aku saja tadi di tinggal”jawab Naura sambil memasukan hanphone nya setelah memesan taksi.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya taksi yang di pesan Naura tiba,supir itu langsung memasukan belanjaan Naura ke bagasi mobil.


“Aku pulang dulu ya”pamit Naura kepada sahabatnya.


“Baiklah hati hati di jalan”ucap meraka.


Setelah beberapa menit akhirnya Naura sampai di depan rumah.


“Pak apa saya boleh minta tolong bawakan ke dalam?”minta Naura.


“Baik,Nona”ucap supir tadi.


Tapi saat sudah di depan pintu tiba tiba pintu terbuka sendiri dan ada sesosok orang yang sudah lumayan berumur membukanya.


“Anda siapa ya?”tanya Naura bingung.


“Saya pembantu baru nyonya muda”ucap pembantunya.


“Panggil saja saya Naura saja bik lagi pula anda lebih tua dari saya,oh iya siapa nama anada?”tanya Naura.


“Tidak enak di dengar nyonya muda,nama saya Lastri nyonya”ucap bik Lastri.


“Baiklah terserah bibik”ucap Naura sambil mencoba masuk.


“Biar saya saja yang bawakan nyonya muda”ucap bi Lastri.


“Tidak bi,saya bisa sendiri lagian itu sudah di bantu supir”tolak Naura.


Naura pun langsung menuju dapur ,dan menata barang belanjaan setelah membayar supir taksi.


“Huhh,akhirnya selesai”ucap Naura.


“Ada yang bisa saya bentu nyonya muda?”tanya bi Lastri yang darang setelah selesai membersihkan rumah.


“Tidak usah bi lagian sudah selesai semua”jawab Naura.


“Kalau begitu saya ke kamar dulu ya bi”ucap Naura sambil membawa barang yang ia beli tadi.


Saat sampai kamar sudah ada Varel di sana,lagian ini juga sudah sore.


“Dari mana kau?”ucap Varel.


“Belanja”jawab Naura singkat.


“Dapat uang dari mana kau?”


“Uang ku sendiri”


“Apa kau bekerja,tidak kan”


“Aku memakai kartu keredit dari papa ku puas kau”


“Kenapa kau tidak minta uang ke aku”ucap Varel yang sudah meninggi.


“Kau meninggalkana ku tadi bagaimana aku bisa minta uang dari mu,sekarang kau marah-marah”ucap Naura yang sudah kesal.


Setelah mendengar itu Varel langsung mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartu kredit kepada Naura.


“Mulai sekarang pakai kartu itu untuk kebutuhanmu”ucap Varel.


“Kenapa aku haru mengunakan ini”ucap Naura.


“Karena mhlai sekarang kau tanggung jawabku”jawab Varel.


Setelah pertengkarang kecil itu terjadi,Nauramasuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah lengket.


Oke sekian dulu makasih💜


jangan lua like,vote,dan tambahkan ke favorit yaa..


Maaf kalau ada typo typo karena author bukan komputer jadi pasti ada typo hehe..


Aku akan usahain untuk up setiap hari tapi kalau telat maaf ya karena aku lagi banyak tugas.


Salam dari aku...


Tetep jaga kesehatan dan pola makan


❤️🖤❤️🖤