Forced to Marry

Forced to Marry
Awal dari perjalanan



Haiii temen temen ini karya pertama author dan jika ada kesalahan ya mohon dimaafkan dan juga jalan lupa dukung author dengan vote cerita ini dan like juga tambahkan ke favorit ya






Saat ingin mengoleskan salep itu Naura membayangkan bahwa itu pasti sangat sakit,Varel yang melihat itu langsung mengambil salep itu.


“Biar aku yang oleskan”ucap Varel.


“Tak usah biar aku saja”jawabnya.


Dia masih malu memperlihatkan tubuhnya itu ke suaminya apalagi itu daerah yang sangat sensitif bagi Naura.


“Biar aku saja”paksa Varel.


“Aku malu”


“Aku sudah menjelajahi semua lekuk tubuhmu”goda Varel.


Naura yang mendengar itu bertambah malu,tapi bagaimana lagi jika tidak di obato rasa sakitnya tak akan berkurang.


Varel yang langsung membuka selakangan Naura hanya bisa melihatnya dengan mencoba menahan nafsunya.


Varel tahan jangan sampai kau lepas kendali batinya


Varel mulai mengoleskan salep itu dengan hati-hati,karena dia tak menyangka milik Naura sangat bengkak sebelumnya Varel tak berfikir akan terjadi separah ini.


Naura yang merasakan sentuhan itu sangat tersiksa,sekarang nafsunya terpanggil kembali entah mengapa sentuha Varel sangat memanjakanya,tapi Naura mencoba untuk menahanya.


Setelah terasa sudah cukup Varel berniat menyudahi mengobati miliknya itu,miliknya?entah mengapa Varel mulai menganggap semua tubuh Naura adalah miliknya tak seorangpun dapat melihatnya kecuali dirinya.


“Kau basah sayang?”bisik Varel pada Naura,karena saat dirinya melihat milik Naura basah lagi.


“Apa kau mau aku puaskan lagi?”goda Varel.


“Tidak,aku ingin makan”jawab Naura mengalihkan topik.


“Baiklah,baiklah”ucap Varel membuka pintu untuk membiarkan staf hotel masuk menaruh makanan.


“Ayo makan”ucap Varel mengendong Naura ke sofa.


Mereka pun makan dengan lahap,ya bagaimana tidak lahap energi mereka sudah habis di pakai untuk bertempur kemarin.


“Varel aku ingin berjalan jalan di sekitar hotel”ucap Naura yang sedang menonton televisi.


“Tidak”


“Kenapa?aku sangat bosan di sini”


“Apa kau sudah bisa berjalan?”


“Belom,tapi sudah jauh lebih baik dari pada tadi”


“Kalau begitu diam dan biarkan dirimu istirahat”


“Tapi—“


“Apa kau mau ku hukum seperti kemarin”ancam Varel.


“Baiklah aku diam saja di sini”jawabnya takut.


Yaa,bagaimana tidak takut yang sekarang saja masih nyeri jika sampai melakukannya lagi bisa-bisa robek nanti.


Hari ini hari yang sangat membosankan bagi Naura,karena seharian ini dia hanya di kamar hotel sedangakan Varel sangat sibuk dengan laptop nya.


Tak terasa hari sudah menjelang malam merek pun langsung tidur tapi sebelum tidur Varel mengecek apakah bagian sensitif istrinya sudah sembuh atau belum dan kembali mengoleskan salepnya.


*******


Tak terasa mataharu sudah mulai menampakan dirinya Naura yang sudah bangun langsung pergi membersihkan dirinya.Naura sudah bisa berjalan hari ini bertanda hari ini dia bisa berjalan-jalan ke pantai yang jaraknya sangat dekat dengan hotel yang mereka tempati.


“Varel bangunlah ayo kita ke pantai”ucap Naura sambil mengoyangkan badan suaminya itu.


“Varel”teriak Naura semakin kesal melihat suaminya itu belum bangun.


“Auuu,sakit sekali”ucap Naura sengaja dibuat buat.


Varel yang mendengar itu mendadak terbangun dari tidurnya.


“Kenapa?apa yang terjadi?apa itumu sakit?”tanya Varel panik.


Seketika tawa Naura pecah mendengar perkataan Varel yang terlihat sangat panik tapi anehnya masih orang yang belum terbangun sepenuhnya.


“Tidak ada aku hanya berbohong”ucap Naura yang masih tertawa.


Varel yang mendengar itu langsung berpura pura marah pada istrinya itu.


Tapi Naura menganggap Varel benar benar marah padanya.


“Maaf kan aku”ucap Naura menyesal.


“Sebagai hukumannya berikan aku morning kiss”


Entah mengapa pasangan ini sekarang sudah mulai berkembang mungkin sudah mulai tumbuh rasa cinta di hati mereka.


Setelah memberikan morning kiss pada suaminya itu,Naura langsung menyuruhnya mandi.


“Mandilah setelah itu temani aku jalan jalan”


“Siap laksanakan”ucap Varel sambil berjalan menuju kamar mandi.


Naura yang menunggu Varel kini sedang duduk di sofa yang menghadap jendela luar.


“Apa mungkin jika aku mencintai Varel apakah itu benar?tapi bagaimana jika dia tak mencintaiku seperti aku mencintainya?tapi malah mencintai orang lain”pertanyaan itu terus mengelilingi otak Naura.


Tak terasa Varel sudah keluar dari kamar mandi.


“Kau sedang memikirkan apa?”tanya Varel yang sedang mengeringkan rambut dengan handuk.


“Ehh,ayo kita barangkat”ucap Naura kaget.


Merekapun pergi dari hotel itu dan ke pantai yang jaraknya sangat dekat jadi mereka memutuskan untuk tidak membawa kendaraan.


Menghabiskan waktu sampai akhirnya matahari hampir tenggelam,sekarang mereka sedang duduk di pinggir pantai sambil melihat tenggelamnya matahari.


“Varel apakah aku boleh bertanya?”


“Tentang apa?”


“Tentang masa lalumu”


“Aku tak suka menoleh ke belakang”


“Tapi aku ingin tau”


“Katakan”


“Apa kau pernah memiliki hubungan dengan wanita lain selain aku?”


“Pernah”


“Siapa dia?”


“Seseorang yang dulu sangat aku cintai tapi dia meninggalkan ku dengan tiba tiba dan tanpa ada sebab”


“Apakah wanita itu masih ada di sekitarmu?”


“Mungkin,aku tak tau kabarnya”


“Oohhh”


“Kenapa kau tiba tiba tanya tentang hal itu”


“Tidak apa hanya penasaran aja”


Merekapun kembali ke hotel dan membersihkan dirinya.


Kini Naura sedang berendam di bak mandi sambil berfikir tentang percakapanya dengan Varel saat di pantai.


Bagaimana wajah wanita ,itu dari mana dia,bagaimana dia bisa membuat Varel suaminya yang begitu dingin luluh,hanya itu yang di pikirkannya.


“Naura apa kau baik baik saja”ketuk Varel dari balik pintu.


“Iya aku baik baik saja”ucap Naura bergegas membilas tubuhnya.


Oke sekian dulu makasih💜


jangan lua like,vote,dan tambahkan ke favorit yaa..


Maaf kalau ada typo typo karena author bukan komputer jadi pasti ada typo hehe..


Aku akan usahain untuk up setiap selasa dan jum’at tapi kalau telat maaf ya karena aku lagi banyak tugas.


Salam dari aku...


Tetep jaga kesehatan dan pola makan


❤️🖤❤️🖤❤️🖤