
Keesokan harinya di kamar suka-duka.
Elea yang sudah mandi dan bingung mencari setelan baju kerja warna merah. Nggak masalah lah ya, ada sedikit sentuhan warna merahnya. Masak harus merah semua. Elea yang keluar dari ruang ganti dengan memakai setelan baju kerja pertama kalinya menggunakan rok hitam selutut dan sepatu warna merah. Bahkan lipstik Elea yang senada dengan warna sepatu yang dikenakan nya.
Rey yang memandang Elea dari atas kepala hingga mata kaki. Rey kemudian menggaruk bagian bawah telinganya dengan jari telunjuknya. Bingung dengan sikap istrinya akhir-akhir ini. Bukan kah dia suka warna purple? Why? harus pakai merah.
Sementara Elea berusaha percaya diri dengan apa yang dikenakannya.
Setibanya di Kantor.
" Pagi Bu Elea." sapa salah satu staf yang berpapasan dengannya.
" Pagi." Elea yang memberi senyum ramah.
" Wah, tumben sekali, penampilan ibu Elea terlihat berani, pakai warna merah lebih segar, terlihat lebih seksih." dibaca dengan gaya sedikit centil.
" Iya juga yah."
Elea sadar, sepertinya penampilannya mengundang pembicaraan. Tapi Elea tetap berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya.
Rey yang merasa aneh dengan sikap Elea akhir-akhir ini. Rey yang duduk di kursi kebesarannya. Menatap layar ponselnya. Sengaja ketika baru beberapa detik Jessica memperbarui updatenya di aplikasi ponselnya. Rey yang sengaja ingin tahu apa yang baru saja diunggah Jessica. Jessica ternyata mengunggah jika dirinya baru saja melepas perban di kelima jemari tangan kanannya. Rey tanpa basa-basi mengirim pesan kepada Jessica. Syukurlah sudah sembuh Jess.
Thanks Rey. jawab Jessica melalui pesan yang dikirimkan Rey kepadanya. Percakapan melalui pesan keduanya berakhir. Baik Rey maupun Jessica berusaha kuat mengendalikan perasaan mereka masing-masing.
Hari berlalu dengan sangat cepat.
Elea yang memasuki ruangan Rey saat pulang kantor. " Honey, sebaiknya kamu pulang duluan."
" Mau kemana?"
" Ada beberapa barang yang harus aku beli."
" Terus kamu pikir? aku akan biarkan kamu naik ojek online."
" Tapi..." Lama.
" Sudah cepat jalan! Kamu tinggal bilang kemana kita mau pergi."
Elea dengan pasrah mengikuti langkah suaminya dari belakang.
Elea yang meminta Rey untuk mengantarnya ke sebuah butik khusus yang menyediakan setelan baju kerja dan juga piyama.
" Betul disini?"
" Iya." Elea keluar mobil diikuti Rey.
" Selamat sore." Senyum sapa ramah pegawai butik.
" Sore mbak." Elea kemudian berjalan memilih piyama terlebih dahulu. Berbagai piyama tidur dari segala model dia ambil dan semua berwarna merah. Dimulai dari lingerie berenda yang tembus pandang hingga piyama celana panjang dengan atasan panjang semua dia ambil dan dimasukkan ke keranjang.
Rey yang terheran ketika mengikuti langkah Elea dari belakang. Matanya mendelik seketika, ketika dia memasukkan lingerie warna merah yang seksi ke keranjang belanja. Kenapa dia aneh ya?
Kamu pasti bingung kan Rey, aku belanja piyama dan lingerie sebanyak ini. warna merah lagi. Tahu nggak sih Rey? Kalau ini aku lakukan semua demi kamu. Demi rumah tangga kita. Dan demi perjanjian yang sudah aku tanda tangani. Aku sebenarnya juga tidak butuh uang ayah kamu. Tapi sepertinya ayah kamu hanya ingin menyelamatkan harta kekayaannya yang susah payah dia rintis dari nol supaya tidak jatuh ke orang yang salah. Dan tidak ada salahnya aku bantu Rey. Meskipun berdalih dengan niat balas Budi yang mengakibatkan pernikahan terpaksa ini.
" Anda sendiri yang menawarkan untuk mengantar?"
" Iya...iya..."
Elea yang kemudian melangkah ke tempat setelan baju kerja. Semuanya yang warna merah Elea ambil dan masukkan ke keranjang belanja.
" What?" Rey yang melongo. " Merah lagi?"
Elea tak menggubris apa kata Rey dan tetap memasukkan semua setelan baju kerja yang kebanyakan warna merah namun dipadupadankan dengan sentuhan warna lain.
Satu jam berlalu, dua jam hingga tiga jam. Rey yang mulai tidak betah dan menggerutu.
" Honey...!" Ekspresi wajah Rey yang sudah lelah. Rey yang menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Tepat pukul 22.00 WIB. Rey dan Elea yang keluar dari butik. Rey yang sedikit kasar melempar paper bag yang dijinjingnya untuk dimasukkan ke bagasi mobil. Wajahnya benar-benar menyesal dan tidak akan mengulangi dengan ikut mengantar Elea berbelanja.
Sementara Elea dengan senyum kemenangan. Elea sengaja mengerjai Rey supaya kedepannya, Rey tidak ikut berbelanja dengannya. ide jitu kan?
" Jangan dibanting! biarpun itu bukan barang pecah belah."
" Iya...iya..." wajah gemas kesal Rey. Rey masuk mobil dan mencari restoran berkelas untuk makan malam. " Yaaaah, tutup." Diikuti bunyi perut Rey yang keroncongan.
" Kamu lapar?"
" Nggak." nada malas Rey lirih. " TAPI SANGAT LAPAR." Rey yang berteriak kesal di dekat telinga Elea.
Elea yang merasa senang sebenarnya, melihat wajah ngambek suami tengilnya. Elea menahan tawa.
" Kenapa ketawa? Bahagia?"
Elea yang masih menahan tawa. " Enggak."
Sesampainya di rumah.
Rey dan Elea yang masuk ke dalam kamar suka-duka. Rey yang membersihkan badannya dan bersiap tidur dengan menahan rasa lapar karena sudah malam.
Sementara Elea yang sibuk memanggang Steak yang menjadi makanan salah satu kesukaan dari Rey. Elea juga membuat ramen untuk keduanya lengkap dengan topping aneka bakso seafood. Elea kemudian naik ke kamar suka-duka membawa pinggan yang di atasnya lengkap dengan dessert andalan yang masih tersisa di lemari pendingin.
Rey yang matanya terpejam namun belum tidur.
Elea dengan jahilnya membawa hotplate yang diatas pinggan didekatkan ke hidung Rey. Elea yang menahan tawa dengan aksinya.
" Huh...Yummy." Rey yang bersemangat bangun dan siap menyantap habis makanan yang ada di atas pinggan. " Thanks Honey...cup." Rey dengan cepat mencium bibir istrinya dan bersiap untuk makan larut malam.
Rey makan dengan sangat lahapnya. Menghabiskan semua makanan tanpa sedikitpun tersisa.
Setelah menikmati makan malam terlambat berdua di dalam kamar suka-duka. Keduanya berjalan ke kamar mandi. Rey yang berkumur mencuci mulutnya. Sementara Elea yang akan mandi dengan air hangat supaya badannya lebih segar.
Elea yang selesai mandi dan tidak sabar menggunakan piyama yang baru saja dibelinya. Malam ini Elea mencoba gaun tidur terusan dengan panjang di atas lutut tanpa lengan dan hanya bertali kecil. Di bagian dada terbuat dari bahan berenda yang menambah kesan seksi jika dikenakannya. Setelah memandangi penampilan yang sebenarnya membuat risih. Namun terpaksa harus dilakukannya. Perjanjian sudah ditanda tangani. Suaminya, biarpun tidak mencintainya, setidaknya tidak akan jatuh ke pelukan wanita lain. Apalagi kembali ke mantan kekasih yang dulu sudah pernah membuangnya. Kamu bisa Elea! Kamu pasti bisa membuat Rey jatuh cinta! Dan melupakan yang namanya Jessica.
BERSAMBUNG