Forced to Marry

Forced to Marry
Bab 9



Terbang di udara selama kurang lebih 5 jam dengan kecepatan sedang skala pesawat rata-rata 700 km/ jam akhirnya keduanya sampai juga di Australi.


Edo yang sudah mengirim fasilitas seperti mobil untuk menjemput keduanya di Bandara.


" Tuan Rey." Salah satu supir yang di suruh Edo untuk menjemput Rey di Bandara.


" Yes."


" Please follow me!"


" Okay." Rey dan Elea akhirnya masuk ke dalam mobil yang membawanya sampai di sebuah Hotel Mewah bernama The Westin Melbourne. Edo dan calon istrinya yang bernama Miranda Walk sudah menunggu Rey dan Elea.


Mobil berhenti tepat di depan pintu loby hotel.


Edo dan Miranda yang menyambut Rey dan Elea.


Edo dengan senyum gembira yang memperlihatkan gigi rapi seorang pria berjalan penuh semangat dan langsung memeluk Rey dengan erat. Pelukan antar pria, pelukan antar sahabat yang sudah satu tahun lamanya tidak bersua. " Thanks kawan!"


" Sama-sama Do." Rey yang melepaskan pelukan antar sahabat. " Kenalkan! ini istri saya. Elea." Rey yang menaruh lengan nya di pundak Elea.


" Elea." Elea yang menjabat telapak tangan Edo.


" Edo. Sahabat super dekatnya Rey. Rey tentu sudah ceritakan ke kamu."


Elea dan Rey yang saling berpandang.


" Oya kenalkan ini calon istri saya, Miranda Walk." Miranda yang memberikan tangan nya untuk berkenalan dengan Elea dan juga Rey.


" Miranda." senyum ramah Miranda kepada Elea dan juga Rey. Mereka berempat akhirnya berbincang sebentar dengan menikmati jamuan Lamington dengan berbagai varian rasa yang sudah Hotel persiapkan.


Tampak sekali Rey begitu sangat perhatian dengan menyuapi Elea dengan Lamington berbalut lelehan coklat dengan taburan kelapa kering yang sangat smooth dan delicious.


Edo yang menatap Rey sepertinya telah benar-benar melupakan Jessica yang sudah 10 tahun bertahta di hatinya. 4 tahun menjalin hubungan cinta dengan Jessica namun yang 6 tahun adalah masa penyembuhan dari rasa sakit hati yang Jessica berikan kepada Rey.


Edo juga memperhatikan saat Rey menyapu pinggir bibir Elea yang belepotan karena lelehan coklat Lamington. Edo sampai terkesima melihat keromantisan mereka berdua.


Siapa wanita itu? Wanita yang berhasil membuat Rey bertekuk lutut seperti ini. Sepertinya dia benar-benar sudah melupakan Jessica. Edo yang bertanya pada dirinya sendiri dengan tanpa henti matanya mengarah ke sikap manis Rey terhadap istrinya Elea.


" Oya Rey, aku akan antar ke kamar kalian."


" Okay."


Edo yang berjalan dan memanggil petugas Hotel untuk membawa koper Rey dan Elea naik ke lantai 5. Rey yang tak sedetik pun melepaskan genggaman tangannya dari kelima jemari Elea, membuat mata Edo sesekali melirik ke arah Rey dan Elea seperti pasangan yang sedang di mabuk asmara.


Lift hotel berhenti di lantai 5. Edo dan Miranda yang terlebih dulu keluar diikuti dengan Rey dan juga Elea. Edo dan Miranda kemudian memandu Rey dan Elea berjalan menuju kamar yang akan mereka tinggali selama 3 sampai 4 hari.


" Ini kamar kalian berdua. Rey, thanks ya sekali lagi, kamu dan istri kamu sudah korbankan waktu kamu yang super duper sibuk buat datang di acara pernikahanku."


" Santai saja lah Do."


" Oya, satu baris ruang ini adalah ruang tamu VVIP aku. Dan ruang paling sudut adalah ruangan ku Rey, Jika kamu perlu apa-apa, bisa calling aku, atau ketuk pintu ku!"


" Yap, thanks bro."


Rey yang mengangguk masuk ke dalam pintu kamar. Sore harinya Rey hanya sekedar ingin keluar dari kamar Hotel melihat matahari terbenam. Karena Elea yang sibuk membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


Saat Rey baru saja melangkahkan kaki beberapa langkah. Jessica ternyata sedang berjalan dari arah berlawanan. " Jessica." Suara lirih Rey.


Begitu juga Jessica " Rey." Kedua bola mata saling tatap. Langkah kaki keduanya pun semakin dekat. Apalagi tidak ada seorang lainnya pun yang berjalan dalam lorong yang diapit oleh kamar-kamar Hotel. Binar mata Jessica tak bisa dibohongi lagi. " Rey." Jessica yang memeluk Rey dengan sangat bahagia.


Elea yang baru saja mandi dan mendapati Rey tidak ada di dalam kamar setelah memanggilnya berulang. Elea kemudian membuka pintu kamarnya dan seketika terkejut melihat suaminya berpelukan dengan seorang wanita. Satu detik, dua detik kemudian Elea menutup pintu kamar nya kembali. Dadanya bergemuruh. Menyandarkan tubuh dan kepalanya di balik pintu dengan sedih penuh dengan tanda tanya.


" Jess." Rey yang berusaha melepaskan pelukan dari Jessica. Rey yang bingung harus berkata apa. Jessica mengira, Rey belum bisa melupakannya karena nyatanya Rey masih mau datang ke Bandara saat itu. Apalagi saat itu, Rey seperti terbuka kepada Jessica, hanya saja waktu yang tidak tepat untuk kembali karena Rey telah menikah. Tidak bisa dipungkiri, nama Jessica bahkan sulit untuk lenyap begitu saja dari ingatan Rey.


" Akhirnya kita ketemu lagi Rey. Aku tidak menyangka, kalau Edo mengundang kamu juga." Jessica yang berkata penuh antusias.


Sementara wajah Rey yang diam tanpa kata.


" Rey." Jessica memanggil Rey karena Rey seperti orang yang sedang bingung.


" Eh, iya Jess."


" Kamu mau kemana?"


" Em, a-aku hanya mau melihat matahari terbenam."


" Aku juga Rey. Bagaimana kalau kita sama-sama lihat matahari terbenam."


" Oh, maaf Jess, aku akan jalan-jalan melihat matahari terbenam dengan Elea." Rey yang berjalan mundur beberapa langkah dan mengetuk pintu kamarnya. " Honey.. apa kamu sudah siap?"


Elea yang terkejut Rey mengetuk pintu, sementara dirinya berdiri tepat di balik pintu dengan perasaan sedihnya. Elea dengan cepat membukanya.


" Honey, ayo cepetan! aku akan ajak kamu lihat matahari terbenam."


Jessica yang menatap keduanya.


Elea yang bingung dengan Rey. Namun akhirnya keluar dari kamarnya.


Rey yang menarik pergelangan tangan dan menggenggam jemari Elea. " Sorry ya Jess, aku akan lihat matahari terbenam dengan Elea." Rey yang berat hati harus melakukannya supaya Jessica berhenti mengharap cintanya kembali.


Jessica hanya diam dengan wajah sendu.


Menatap keduanya berjalan beriringan meninggalkan dirinya. " Apa aku boleh gabung dengan kalian? Maaf Rey. JESSICA." Jessica yang memberikan telapak tangannya dan memperkenalkan diri kepada Elea.


" Elea."


" Senang berjumpa dengan kamu Elea." Jessica yang memberikan senyum ramahnya kepada Elea. " Aku juga ingin melihat matahari terbenam. Karena akan sangat indah sekali kalau kita bisa melihatnya. Dan aku akan jadi guide buat kalian berdua, karena aku tahu tempat dimana bisa melihat matahari terbenam dengan saaangat indahnya."


Elea dan Rey yang kemudian saling tatap.


" Bagaimana?" Jessica yang tak pantang menyerah. " Yuk! Jessica yang memberi titah kepada Rey dan Elea kemana harus mengikutinya.


BERSAMBUNG