
Teriakan Jessica memancing kemarahan Mike. Mike lantas menggelandang Jessica dan melemparkannya ke atas ranjang. Bugg.
Meskipun terlempar diatas ranjang, namun lengan-lengan Jessica terasa sakit akibat cengkraman Mike yang begitu kuat dan kasarnya.
" Jangan gila kamu Mike! Atau aku akan berteriak." Jessica dengan sangat takut namun harus memberanikan diri jika harus berhadapan dengan Mike. Mata keduanya saling tatap penuh amarah dan kebencian.
" Teriak lah! Aku bahkan sudah tidak perduli dengan hidupku lagi."
Jessica yang berusaha meraih gagang telepon hotel yang terletak di meja samping tempat tidur besar.
Namun Mike lagi-lagi bisa menghentikan langkah Jessica. Keduanya berebut gagang telepon dan akhirnya Mike memutus kabel sambungan telepon Hotel tersebut.
Jessica yang ketakutan ketika Mike mencengkeram kedua pundak dan menatapnya dengan tajam. " Baby, apa sulitnya hanya menuruti keinginan ku?"
Jessica yang berusaha melepaskan cengkraman dari kedua tangan Mike. Plak Jessica kemudian menampar Mike. Nafas Jessica tak beraturan.
Mike yang menyentuh pipi nya yang baru saja ditampar oleh Jessica. Wajah keduanya yang beradu dalam ketegangan yang tak pernah selesai.
" Jangan sentuh aku Mike." Nada penuh kebencian Jessica kepada Mike.
Mike kemudian berdiri dan melangkah kan kakinya keluar dari kamar Jessica penuh amarah. Brak. Pintu kamar yang sengaja Mike banting dengan sangat kerasnya. Membuat Rey yang baru saja masuk ke dalam kamar menoleh ke arah suara itu berasal. Rey dan Elea yang baru saja kembali dari acara pemberkatan pernikahan Edo dan Miranda dan berencana istirahat sebentar sebelum acara resepsi dan juga pesta dansa nanti malam.
Rey hanya bisa melihat punggung laki-laki sosok tinggi kekar yang perawakannya tidak jauh beda dengan dirinya keluar dari kamar Jessica. Bukannya itu kamar Jessica. Rey yang kemudian menutup pintu kamarnya mengingat di acara pemberkatan. Rey ingat bahwa Jessica keluar sesaat setelah dirinya dan Elea masuk ke dalam Ballroom dan duduk menyaksikan acara pemberkatan pernikahan Edo dan Miranda.
Jessica yang menangis sesenggukan. Menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Kesedihannya tentang Rey yang membuat dirinya harus pergi meninggalkan Surabaya, malah membuat dirinya harus terjebak dengan Mike Walls yang jelas-jelas sudah dia putuskan jalinan cintanya. Menurutnya sangat adil. Jika Mike mendapatkan itu semua karena jalinan cintanya tidak lah sehat untuk ke depannya. Itulah yang membuat Jessica benar-benar harus memutuskan, meninggalkan dan menguras habis uang Mike dan pergi kembali ke Surabaya.
Malam resepsi dan pesta dansa pernikahan Edo dan Miranda telah di mulai. Lampu kerlap-kerlip yang menghiasi langit-langit Ballroom dan juga alunan musik piano dari pianis ternama di Australia begitu sangat mempesona untuk dilewatkan. Edo dan Miranda benar-benar sudah mempersiapkan resepsi dan pesta dansa ini dengan sangat apik. Semua dirancang begitu sangat terlihat sempurna dimata para tamu undangan nya. Tamu undangan Edo yang dari berbagai belahan dunia yang sesuai dengan pekerjaannya yang menjalin hubungan kerja sama dengan para pengusaha di berbagai belahan dunia.
Elea yang malam itu mengenakan gaun malam panjang berwarna hitam, begitu terlihat menggodanya dengan lipstik warna maroon yang membuat Rey semakin terpesona jika berada di dekatnya dan memandangi wajah teduhnya. Rey juga sudah siap dengan setelan jas warna hitam nya untuk menuju ke Ballroom yang siang tadi di sulap seperti negeri dongeng oleh Wedding Organizer.
Pesta dansa dimulai.
Jessica yang berdiri di tengah-tengah pasangan yang hampir semuanya berdansa dengan pasangannya masing-masing. Sementara dia terlihat frustasi dengan segelas anggur yang ada dalam genggaman tangan kanannya.
Rey dan Elea yang menikmati alunan musik dengan berdansa mesra seperti pasangan lainnya. Tak sengaja matanya memandang Jessica yang terlihat meneguk anggur dalam gelas yang dipegangnya.
Mike tiba-tiba berada di dekat Jessica dan membuat Jessica terkejut. Mike kemudian menggelandang pergelangan tangan Jessica dengan kasar dan membawanya keluar dari Ballroom.
Tahan Rey! Tahan! Kamu tidak harus perduli lagi dengan Jessica. Di depan kamu sudah berdiri wanita yang layak kamu cintai. Tapi...
Pikiran Rey kacau. " Honey, aku akan ke kamar mandi sebentar."
" Iya."
Rey kemudian bergegas mengikuti langkah laki-laki yang menggelandang Jessica dengan sembunyi-sembunyi dan langkah yang tak bersuara supaya laki-laki itu tak mengetahuinya.
" Lepaskan Mike." Teriakan Jessica yang terdengar jelas di telinga Rey.
Mike? Jadi dia mantan kekasih Jessica. Ada ada masalah apa mereka?
Sepertinya Mike tidak menghiraukan permintaan Jessica. Hingga sampai loby, Jessica yang berusaha minta tolong ke petugas Hotel maupun keamanan, Mike selalu bisa berdalih dengan mengatakan jika Jessica sedang mabuk dan dia adalah kekasihnya. " Masuk!" Mike yang melempar tubuh Jessica masuk ke dalam mobil dengan begitu kasar.
Jessica yang sedikit pusing karena meneguk beberapa gelas minuman anggur saat pesta dansa pernikahan Edo dan Miranda.
Mike yang masuk mobil dengan cepat dan menjalankan mobilnya. Sementara Jessica berusaha memukul-mukul kaca jendela mobil berharap ada yang menolong.
Rey yang tahu itu tidak beres kemudian mengejar mobil yang membawa Jessica.
Di dalam mobil, terjadi pertengkaran hebat antara Mike dan Jessica.
" Turunkan aku Mike!" Teriak Jessica kepada Mike.
" Sebentar lagi baby!"
" Apa mau kamu Mike?"
" Apa kamu lupa? Tadi siang aku mau apa?"
" Kamu gila Mike!"
" Apa kamu bilang, gila? ha..ha.. iya Jess, aku sudah tergila-gila dengan kamu. Aku rindu dengan...Ha...ha...ha..." Tawa Mike yang membuat Jessica semakin tidak tenang.
30 menit sudah mobil Mike berada di jalanan malam Melbourne. Tiba di sebuah salah satu rumah Mike. Mike yang turun dari mobilnya dan menarik Jessica untuk keluar.
" Lepaskan aku! aku bisa jalan sendiri." Jessica yang menarik lengannya dari cengkraman kuat Mike.
Setelah keduanya masuk ke dalam rumah. Mike yang pergi mengambil minuman anggur dan membawakannya untuk diminum dengan Jessica.
Pyuk Jessica membuang minuman anggur yang diberikan kepadanya ke wajah Mike.
Mike dengan amarahnya meletakkan minuman anggur yang dipegangnya di atas meja. Plak. Tamparan dari tangannya mengenai Jessica.
Rey yang sudah geram melihat mantan kekasih Jessica di balik Jendela. Apa yang diperbuat Jessica sampai mantan kekasihnya kasar seperti itu?
Jessica yang menyentuh pipi memerahnya bekas tamparan Mike.
Mike menarik kasar Jessica dan membawanya ke dalam sebuah kamar. Mike bahkan sudah mengoyak gaun pesta yang Jessica kenakan.
Namun Jessica tak tinggal diam. Perkelahian keduanya tak terelakkan lagi dengan aksi Jessica yang melemparkan sembarang barang ke arah Mike.
" Jessica dengan penampilan berantakan nya. Nafas yang tersengal penuh keberanian berusaha melawan Mike. " Aku bukan Jessica yang dulu Mike! Nada tinggi Jessica yang ditangannya membawa botol whiskey yang sudah dia pecahkan. Aku bahkan tega membunuh kamu dengan pecahan beling botol ini. "
Mike yang berusaha mengendalikan Jessica.
Sementara Rey yang mengetahui kejadian di dalam rumah. Rey tidak ingin jika Jessica terkena masalah berat nantinya. Rey berhasil menghubungi polisi Australia.
BERSAMBUNG