Forced to Marry

Forced to Marry
Bab 8 part 1



Rey yang melepaskan keningnya dari kening Elea. " Makanya, ayah ku sangat menyayangi kamu melebihi aku sendiri. Bahkan mungkin, kamu tahu rahasia dia, ketimbang aku."


Elea yang terkejut. Menelan ludahnya. " Aku masih tidak mengerti."


" Dulu ayah kamu, selalu menomor satukan aku ketimbang kamu yang anaknya sendiri." Rey yang berdiri dari ranjang. Berjalan dan membayangkan kejadian 20 tahun silam. Mengingatkan kenangan pahit dalam sejarah hidupnya yang mungkin Elea saja bahkan lupa. Karena waktu itu Elea masih duduk di bangku kanak-kanak. " Maka tak heran, jika ayah sangat khawatir bahkan jika aku menyakiti hati mu. Inilah alasannya, mengapa ayah begitu menginginkan aku dan kamu menikah. Andai aku tidak bertemu anak laki-laki yang menangis di rumah sakit. Mungkin aku tidak pernah tersadar, karena jujur. Aku benar-benar tidak ingin membuka sejarah paling menyedihkan dalam hidupku. Setiap hari aku menangis, menginginkan ayahku datang untuk menjemput ku yang saat itu harus menerima hukuman penjara akibat ulah orang kepercayaannya. Dan itu usiaku masih 7 tahun. Hatiku benar-benar hancur, hanya ayah yang aku punya saat itu. Namun aku dipisahkan olehnya. Dan ayah kamu. Ayah kamu adalah dewa penolong ku saat itu. Ayah kamu dengan sabar menghadapi ku, merawat ku hingga SMP. Kamu tahu? Banyak hal, yang kita habiskan waktu kita masih kecil. Kamu mungkin lupa. Kalau ayah kamu selalu membuatkan sarapan pagi telur ceplok dan mie instan kuah. Dan kita pasti berebut. Berujung dengan kamu menangis dan merengek kepadaku meminta bagian yang lebih banyak." Rey yang penuh derai air mata membasahi pipinya.


Begitu juga dengan Elea yang mengingat kejadian 20 tahun silam. Elea dibuat menangis. Kedua matanya memerah. Mengenang masa kecil bersama dengan Rey yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri.


" Dan kamu tahu? apa yang aku lakukan. Aku selalu tidak tega melihat wajah kamu yang menangis dan merengek manja walaupun kadang kamu pura-pura."


Elea yang berusaha berdiri, ingin memeluk Rey. Rey yang tahu itu, kemudian mendekat ke arahnya dan memeluk tubuh Elea. Hati keduanya menyatu. Meskipun awalnya mereka terpaksa mengiyakan pernikahan ini. Namun di pertengahan jalan rumah tangga mereka. Keduanya sadar, bahwa pernikahan ini, layak di perjuangkan. Pernikahan ini juga harus berakhir bahagia. Meskipun jujur, tidak bisa dipungkiri selama 6 bulan pernikahan, banyak sekali hal yang sudah terlewatkan.


" Aku janji. Aku akan menjadi suami yang baik untuk kamu. Setelah kamu sembuh. Aku akan melakukan kewajiban ku sebagai seorang suami. Seperti pasangan suami istri pada umumnya tanpa harus bersandiwara lagi di depan ayah, atau siapapun." Rey yang kemudian melepaskan pelukannya dan kembali mengecup kening Elea.


Aaaaaaaaa...sudah tentu hati Elea berbunga-bunga. Senyum mengembang dari kedua pipinya. Binar matanya juga tidak bisa dibohongi lagi. Akhirnyaaa...Aku bisa bernafas lega setelah melewati badai 6 bulan ini ya Tuhan. Thanks. Dalam hati penuh girang.


Keduanya kemudian memakan telur ceplok dan juga mie instan bersama dengan penuh tawa ceria dari kedua wajah mereka.


Tuan Di yang sedang duduk di meja makan.


" Apa Elea dengan Rey tidak sarapan pagi?"


" Tadi Tuan Rey, minta dibuatkan telor ceplok dan mie instan Tuan."


" UG..UG..UG.." Tuan Di yang tetiba batuk-batuk. " Telor ceplok, mie instan?"


" Saya sendiri juga kurang tahu Tuan, namun Tuan Rey meminta saya membawakan ke kamarnya, dan sudah saya antar."


Tuan Di yang terdiam.


" Saya permisi ke dapur Tuan."


Tuan Di hanya mengangguk.


Sementara di tempat berbeda. Australia. pukul. 10.00 pm.


Jessica yang sedang sibuk menatap layar laptopnya berada di ruang kerja salon kecantikannya.


Mike Walls adalah mantan kekasih Jessica yang masih mengejar Jessica. Mike Walls merasa tidak terima jika Jessica memutuskan jalinan cintanya begitu saja setelah apa yang sudah dia korbankan dan sudah memberikan segalanya untuk Jessica.


" Hai Jess." Mike yang sudah berdiri tepat di depan Jessica. " Akhirnya kita bertemu kembali. Mungkin kita memang berjodoh." Mike yang berani menyentuh jemari Jessica dan mengecupnya.


" Hai Mike." Jessica harus bersikap manis di depan Mike karena Jessica tidak ingin Mike bersikap kasar dengan nya. Hal inilah yang tidak disukai Jessica dari Mike. Mike bahkan bisa bersikap lebih brutal jika Jessica tidak menuruti kemauan nya. Namun selama menjalin hubungan kekasih selama 5 tahun. Jessica banyak cara untuk membuat Mike tunduk kepada nya.


" Aku senang baby, kita bisa bertemu kembali." Mike yang mendekatkan bibirnya ingin mengecup leher Jessica.


Namun Jessica menangkis dengan telapak tangannya. " Kita sudah putus Mike." Jessica yang masih bersikap manis dengan Mike hanya karena tidak ingin Mike berbuat kasar dengan menjambak rambutnya yang dulu sering dia lakukan kepadanya. Iya, Mike sering menjambak rambutnya namun setelah dia berbuat kasar semaunya. Dia langsung memberikan kartu hitamnya, dan menyuruh Jessica untuk berfoya-foya. Namun itu dulu. Menurutnya, Mike tidak memberi pengaruh positif kepada hidupnya. Jessica sudah tersadar dari tidur panjangnya, usianya tidak akan dia pergunakan untuk bersenang-senang dan menghabiskan waktu yang tidak berguna. Apalagi dengan seorang kekasih yang jelas-jelas hanya memikirkan kesenangan sesaat.


" Ayolah Baby, come on!"


" Please Mike. Saya sedang ada kerjaan." Jessica yang berjalan meninggalkan Mike namun harus terhenti karena Mike menarik lengannya dan membuat wajah Jessica tepat di hadapan wajah Mike.


" Berapa uang yang kamu butuhkan Jess?"


" Hehm..." Seringai senyum Jessica. " Aku tidak butuh uang kamu Mike."


" Sok suci kamu sekarang Jess. Apa kamu lupa...?"


" Jangan ingatkan aku soal itu lagi!" Jessica yang benar-benar marah di depan wajah Mike.


Mike dengan senyum piciknya. " Sayangnya aku akan terus mengingatkan kamu."


" Pergi!" Nada tingkat sedang dari Jessica.


" Pergi!" Nada yang sama. Namun Mike yang masih tak bergeming dari posisi berdirinya.


" Pergiiii!" Teriak Jessica yang mendorong punggung Mike untuk meninggalkan ruang kerjanya.


Mike kemudian pergi dengan sangat marahnya melihat tingkah Jessica yang memperlakukannya dengan hina.


Sementara Jessica dengan kesal dan juga mata berkaca-kaca, menangis jika mengingat kejadian malam kelam bersama Mike yang berani menodai kehormatannya dengan cara licik menggunakan obat tidur. " Aaaaaarrrrrrgh." Jessica yang memukul-mukulkan kepalan tangan nya ke dinding berulang sambil terisak tangis sesak jika mengingat kejadian itu. Dan kejadian seperti itu tidak hanya satu kali dia lakukan. Namun Mike bahkan secara kasar menginginkan nya dan memperlakukannya seperti wanita malam. Entah mengapa Jessica saat itu seperti tidak bisa lepas dari Mike dan selalu menuruti apa mau kekasih pecundangnya itu.


BERSAMBUNG