
Keesokan paginya. Elea dan Rey yang berada dalam satu mobil.
Bagaimana caranya aku bisa ke toko buku ya? Apa aku diam-diam pergi ke toko buku pas jam makan siang saja?
Rey yang terus memperhatikan istrinya mulai aneh semenjak kemarin siang.
Sesampainya di kantor. Elea segera mengerjakan tugas dari Rey dan berusaha secepat mungkin menyelesaikan semua pekerjaannya.
" Ibu Elea." Sapa Fany sekretaris Rey.
" Hai Fany. Elea yang berlari cepat dengan melambaikan tangan ke Fany.
" Ibu Elea mau kemana? kok naik ojek online. Padahal ada pak Rey. Kenapa nggak suruh antar pak Rey saja." Fany yang melihat ke arah Elea yang sedang memakai helm ojek online.
" Fany." Sapa Rey yang berjalan menuju ke ruang kerja Elea.
" Sepertinya ibu Elea sudah makan siang duluan pak."
Langkah Rey yang terhenti dengan mengintip kaca besar pembatas ruangan. Tumben Elea tepat waktu pergi makan siang. Sendiri lagi. Kemarin juga dia makan siang sendiri. Sikapnya aneh akhir-akhir ini.
Elea yang sudah sampai di depan toko buku.
" Makasih ya pak." Elea memberikan uang untuk ojek online dan juga helm milik ojek online kembali.
" Iya nona, sama-sama."
Langkah Elea memasuki toko buku.
" Siang nona, apa ada yang bisa dibantu?" Sapa ramah pegawai toko buku.
" Siang mbak." Tidak mungkinkan, aku menyuruhnya mencarikan buku panduan memikat hati suami. mulut Elea yang umak-umik sendiri.
Lorong demi lorong dia jelajahi, Sampai dimana dia menemukan sebuah buku yang dia cari. Panduan Memikat Hati suami. Cara menaklukkan Suami di Ranjang. Cara Membuat Suami Jatuh Cinta. Mata binar Elea yang riang karena mendapatkan apa yang dia cari. " Aha...Akhirnya dapat juga." Apa buku ke yang kedua harus aku beli juga. Menaklukkan suami di Ranjang. Sepertinya tidak perlu dulu. Aku juga belum siap untuk itu kembali setelah...Elea yang memainkan bibirnya dengan sedikit bingung. Meletakkan buku kedua itu ke rak kembali. Lalu berjalan. Namun akhirnya Elea kembali dan memutuskan membeli buku itu sekalian. Sekalian ajalah, suatu saat aku juga pasti membutuhkannya. Langkah ragu dengan sikap gelisah yang tak bisa ditutupinya. Sedikit malu dengan pegawai kasir dan juga pegawai yang berada di dekat kasir jika membaca judul-judul buku yang dia beli.
" Sudah nona." tanya pegawai kasir kepada Elea.
" Ehm...sudah mbak." Elea dengan ragu menyerahkan semua buku yang akan discan di meja kasir. Mata pegawai kasir dan mata Elea saling melirik pandang. Elea yang salah tingkah dan garuk-garuk kepalanya padahal tidak gatal.
" Terimakasih nona sudah berbelanja di toko kami." Pegawai toko yang menyerahkan paper bag berisi 3 buah buku yang dibeli Elea.
" Iya mbak sama-sama." Elea kemudian keluar toko dan berjalan menuju ke ojek online yang sudah dipesannya.
" Dengan nama Elea Noor Maina?"
" Iya pak."
" Ini nona helmnya. Tujuan mana?"
" Ke Jalan Semangat Berkarya no. 10-20 B ya pak."
" Siap nona."
Rey yang makan siang di kantin Kantor. Mata para staf karyawannya tertuju kepadanya semua.
" Kemana istrinya?" tanya staf yang sedang makan siang dengan temannya.
" Enggak tahu. Tumben juga pak Rey makan siang di kantin. Biasanya juga di luar." staf-staf yang membicarakannya.
" Astaga...honey bunny sweety qiu. Tumben sekali bos tampanku makan di kantin. Salah staf yang centil memandangi terus suami Elea yang sedang makan siang. Tingkahnya yang genit membuat Rey risih dan geli.
Rey akhirnya memutuskan pergi keluar kantin dengan berjalan cepat dengan sedikit kesal. Hingga menabrak Elea.
Rey sekilas melihat buku-buku itu terlempar dari tempatnya. Namun dia tidak sempat terlalu lama memperhatikannya. " Kamu dari mana saja?"
" E- aku dari makan siang di luar." Elea yang menyembunyikan paper bag di belakang pinggulnya.
" Apa tadi?"
" E-enggak papa." Elea yang berjalan cepat masuk ke ruang kerjanya.
" Tuh kan aneh lagi dia." Rey yang memperhatikan sikap aneh Elea.
Haduh bisa gawat, kalau dia tahu aku beli buku-buku seperti ini. Bisa-bisa dia mentertawakan aku sampai kiamat. Elea yang tergesa memasukkan buku-buku itu ke dalam laci meja kerjanya.
Jam pulang kantor dan waktunya pulang.
" Ibu Elea buruan!" Rey yang tidak sabar ingin pulang karena perutnya terasa lapar.
" Iya...iya..." Elea yang membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.
Rey yang mengambil tas Elea dengan cepat.
" Apa di tas kamu tidak ada makanan ringan?"
" Eits..." Elea yang menyambar tasnya dari tangan Rey. " Nggak ada makanan ringan tas ku." Elea menghela nafas lega. Bisa malu seumur hidup aku, kalau Rey tahu buku-buku ini.
" Astaga...apa sih isinya? sampai segitunya."
" Ng-nggak ada apa-apa. Buruan jalan Honey!" Elea yang memberi senyum palsu dengan menepuk tulang rahang berpagar bulu-bulu tipis menggoda. Entah mengapa Elea sangat suka sekali menyentuh bagian menggoda yang dimiliki sang suami. Yaitu bulu-bulu tipis yang memagari tulang rahangnya.
Setibanya di rumah.
Rey yang langsung menuju dapur dan mencari makanan berat untuk mengisi perutnya.
" Ah, ini dia." Rey memakan cake buatan bibi yang tersaji di meja dapur. Rey juga menyantap dessert andalan Keluarga Andro yang tidak pernah ketinggalan.
Sementara Elea di kamar suka-duka.
Elea yang sudah mandi, rapi dan wangi. Sembunyi-sembunyi dibalik etalase tempat aksesorisnya. Duduk di lantai dengan membaca buku pertama dengan judul Panduan Cara Memikat Hati Suami. Elea benar-benar dibuat gugup dengan aksinya. Matanya tidak berhenti tengak-tengok ke arah pintu, takut kalau Rey tiba-tiba masuk ke ruang gantinya.
Elea menelan ludah. Membuka lembaran halaman pertama. Cara pertama Memikat Hati suami adalah. 1. Pakai merah. Di buku dijabarkan jika kita memakai warna merah. Itu menandakan kita lebih menarik dan lebih seksi. Itu bisa membuat daya tarik pasangan kita. " Pakai warna merah." Elea yang menutup buku yang baru saja dibacanya dan menyembunyikan buku tersebut. Elea lantas membuka lemari bajunya dan mencari piyama warna merah. Yah, baju-baju ku yang warna merah sedikit sekali. Piyama warna hanya 1 ini. Elea yang mengambil piyama berbentuk kimono berwarna merah dan memakainya. Tidak mungkin kan Elea, kamu pakai piyama ini terus? Besok adalah waktu dimana kamu harus belanja Elea!
" Kamu sedang apa?" Rey yang tiba-tiba sudah terlihat segar dengan piyama tidurnya.
" Enggak." Elea yang berjalan menuju Rey.
" Elea." Wajah tengil Rey yang mengerjai Elea kembali.
" Apa?" Elea yang menoleh ke arah Rey.
" Ke co ak." Rey yang 100% pintar aktingnya. Jari telunjuknya mengarah ke area rambut Elea.
" Hah..." Elea yang geli dan panik. " Mana...? Mana..? Mana...? Elea yang mengibas-ngibas rambutnya dan berlari geli ke arah Rey. Elea mendekap dada Rey karena saking geli nya kalau sampai ada kecoak menggerayangi tubuhnya.
" Hahaha....Tapi bo Ong." tawa tengil Rey.
" Apaah?" Elea yang melepaskan pelukannya ke Rey. Melengos dengan mengibaskan rambut Curly andalannya hingga mengenai wajah Rey. berjalan kesal kepada suami tengilnya yang dua hari ini setiap malam selalu mengerjainya.
BERSAMBUNG