Forced to Marry

Forced to Marry
Bab 10



" Aarrrrrgh!" Mike yang berada di dalam mobil di parkiran kantor polisi Australia. Memukul setir mobilnya dengan sangat kuat, " Sialan! siapa yang telah membuatku berurusan dengan polisi." Mike dengan wajah penuh amarah. Mike kemudian menginjak pedal gas dan kembali ke rumahnya. Tidak butuh waktu lama Mike sampai di rumahnya. Mike bergegas berlari menuju ke dalam ruangannya dan mengecek CCTV. Mike dengan wajah serius menatap layar CCTV dan memperbesar wajah Rey. Mike terus memperhatikan wajah Rey yang menurutnya tidak asing. Tidak sulit bagi Mike untuk menemukan Pria yang ada dilayar CCTVnya. Dengan menyuruh orang-orang suruhannya Mike akan dengan mudah menemukan pria yang telah membuatnya berurusan dengan polisi. Mike mengambil ponselnya yang berada tidak jauh dari mejanya. " Hallo..." Wajah serius Mike menghubungi kawanan orang suruhannya.


Mike kemudian mendatangi ke apartemen Jessica dan melakukan hal tak terduga. Jessica benar-benar dibuat kewalahan menghadapi sikap temperamen Mike yang sudah tidak waras. Setelah perkelahian sengit yang berakhir dengan kekalahan Jessica yang harus tunduk melayani nafsu bejat Mike untuk kesekian kalinya. Jessica hanya bisa menangis menyesal karena telah salah mengenal Mike. Jessica sadar, jika Mike tidak sepenuhnya salah karena Mike juga merasa tertipu olehnya karena uangnya sudah dikuras habis untuk biaya hidup mewahnya selama ini. Penyesalan demi penyesalan terlintas dalam benaknya. Menangis seperti tidak ada guna. Menyesal karena telah meninggalkan pria baik seperti Rey yang jelas-jelas memperlakukannya seperti seorang putri Cinderella. Namun malah memilih dengan pria pecundang tak bermoral seperti Mike.


" Hehm..." seringai senyum sinis Mike yang sedang memakai celana dan ikat pinggangnya setelah bermain ranjang secara paksa dengan Jessica. " Kamu, kamu yang akan berbalik meminta ku untuk menikahi mu Jess!" Suara lirih Mike yang menghancurkan telinga Jessica. Bulir-bulir bening jatuh tiada terkira. Jessica yang hanya bisa terisak tangis bersama malam.


Dering ponsel Mike berbunyi. " Hallo...Bagus!"


Orang suruhan Mike bisa membawa Rey ke hadapannya. Rey yang malam itu keluar Hotel sebentar, tepatnya diarea parkiran dengan mengambil beberapa barang yang ketinggalan di mobil Edo. Langkah lelahnya karena seharian perjalanan udara yang menguras tenaganya Melbourne-Sydney dan harus kembali ke Melbourne. Namun sialnya sekawanan orang suruhan Mike menghajarnya hingga Rey tidak sadarkan diri.


" Bawa masuk!" Titah Mike yang menyuruh sekawanan orang suruhannya membawa Rey masuk dan tepat berada dalam satu apartemen bersama Jessica. Mike hanya menambah satu pukulan pada perut Rey yang jelas-jelas Rey sudah terkulai tak berdaya di depannya.


" Rey." Jessica hanya terkejut ketika Rey dibawa bersama segerombol anak buah Mike. Jessica benar-benar tidak ingin mencari masalah dengan Mike. Tubuhnya, pipinya, dan semua badannya terasa sakit karena jambakan, tamparan dan juga tendangan dari Mike untuk menuruti nafsu bejatnya. Jessica hanya diam, menyaksikan Rey di pukul oleh sekawanan anak buah Mike.


Kamu benar-benar biadab Mike. umpat Jessica penuh kemarahan.


Mike kemudian meninggalkan Jessica dan juga Rey dalam satu ruangan.


Sementara Jessica, timbul dengan akal liciknya karena melihat pria yang dicintainya berada dekat dengannya. Apalagi jika mendengar Mike yang berkata. Rey adalah pria yang menyelamatkannya malam itu. Ketika Mike membawanya ke rumahnya. Namun sayang, usaha Rey tidak pernah berhasil karena pada kenyataannya Mike selalu menang dalam mengalahkan Jessica. Jessica selalu tak berdaya jika Mike menginginkan hidupnya.


Dua jam berlalu. Rey perlahan membuka matanya dengan merasakan perih di bagian sudut bibirnya. Kepala yang sedikit masih pusing, membuat Rey akhirnya benar-benar sadar jika ada yang tidak beres dengannya. Rey kemudian mengingat jika ada beberapa orang yang menghajarnya namun setelah itu Rey tidak mengingatnya kembali. " Hah." Rey yang yang terkejut bukan main melihat wajah Jessica yang sedang tidur berada satu ranjang dengannya berselimutkan kain putih tebal. Nafas Rey mulai sengal. Berhamburan keluar tak beraturan. Rey yang beranjak dari tempat tidurnya dan mencoba pergi dari kamar itu. Rey yang bingung dengan malam itu. Antara Jessica menjebaknya dan akan memerasnya seperti apa yang dikatakan Edo. Malam itu Rey benar-benar hancur, takut kalau tindakan malam ini yang tidak cukup bukti akan menghancurkan pernikahannya. Apalagi Jessica yang berupaya mengejar cintanya kembali. Seperti menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya dan menuruti obsesinya.


Dengan langkah terbata Rey yang memegangi perutnya yang sakit akibat pukulan yang tidak diketahuinya. Rey membuka pintu kamar Hotel di tempatnya menginap, berjalan masuk ke dalam dan memandangi jika Elea masih tertidur pulas tak menyadari kepergiannya malam ini.


Rey kemudian ke kamar mandi dan membersihkan diri. Membasuh dirinya di bawah air shower hangat. Memberikan obat pada sudut-sudut bibir dan pipi yang sedikit membiru akibat pukulan orang yang tidak dikenalnya. Rey menatap cermin dengan bayang-bayang Jessica malam ini. Perasaan nya bercampur aduk. Menyesali mengapa Jessica bisa berubah. Rey bahkan tidak mengenali Jessica yang dulu saat bersamanya. Kejadian malam ini membuat perasaanya yang pernah mencintai Jessica semakin luruh terbawa ikut dalam kebencian kejadian malam ini. Rey bahkan tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya malam ini. Rey hanya terngiang nasihat Edo kepadanya. Jessica hanya ingin mendapatkan uang, tidak benar-benar menginginkan seorang pria pun ada disampingnya.


Rey kemudian mengecup kening istri cantiknya. Meskipun sedang tidur, tanpa polesan bedak dan terlihat natural. Wajah Elea semakin terlihat menawan. Apalagi rambutnya setelah dicat kecoklatan, sepertinya lebih menarik dan terlihat lebih segar.


Malam berubah berganti pagi dengan begitu cepatnya. Elea yang terlebih dulu membuka mata. Meletakkan lengan Rey yang tengah memeluknya diatas perut. Elea terkejut melihat wajah Rey yang sedikit kebiruan. Terlebih ada luka robek di kedua sudut bibirnya. Elea lantas menyentuhnya dengan lembut. Seperti habis kena pukul. Elea heran melihat wajah suaminya yang terlihat lebam.


Rey dan Elea yang sedang sibuk berkemas dengan barang-barang yang dibawanya, keduanya sibuk dengan saling bantu untuk memasukkannya ke dalam koper.


" Honey, kenapa dengan pipimu?"


" Kenapa?" Rey yang berpura-pura tidak tahu. Jangan sampai Elea tahu.


" Jangan berkilah!" Elea yang menarik lengan suaminya dan menunjukkan di depan cermin rias hotel. Keduanya yang berdiri di depan cermin. Rey yang masih berpura-pura.


" Masih tidak mau jawab." Elea dengan wajah tegasnya.


Rey yang ingin berkilah dengan...


Tiba-tiba dering ponsel Rey berbunyi. Panggilan dari Edo, yang mengajaknya untuk sarapan pagi dan akan mengantarnya ke Bandara. " Edo!" Dengan tangan membawa ponsel yang layar ponselnya dihadapkan ke arah Elea.


Tak ada penjelasan Rey kepada Elea tentang apa yang terjadi semalam. Rey sendiri juga tidak tahu menahu mengapa dirinya berada di atas ranjang bersama Jessica semalam. Rey tahu jika dijelaskan malah akan memperburuk suasana pagi ini.


BERSAMBUNG