Forced to Marry

Forced to Marry
Malam



Haiii temen temen ini karya pertama author dan jika ada kesalahan ya mohon dimaafkan dan juga jalan lupa dukung author dengan vote cerita ini dan like juga tambahkan ke favorit ya






Di kamar Varel dan Naura kini Varel sudah bangun dan merasakan sedikit pusing karena efek terlalu banyak minum kemari.


“Dimana Naura?”ucapnya pada di rinya sendiri.


Karena dari tadi Varel bangun tak menemuka Naura di sampingnya biasanya istrinya itu ada di sampingnya ia tidur.


“Aku akan mandi dulu”


Varel pun mandi membersihkan badannya dan mengganti bajunya yang ia kenakan kemarin,sebetunya kemarin Naura ingin menggantinya tapi dia tak mampu melihat abs suaminya itu.


“Naura”ucap Varelturun dari tangga.


“Bi apa bibi lihat Naura?”


“Nyonya muda dari tadi malam ada di ruang bioskop tuan muda,sepertinya kemarinmasuk bersama teman-temannya”


“Baiklah terima kasih”


“Saya permisi dulu tuan muda”


Varelpun melangkahkan kaki nya ke ruangan yang di bilang bi Lastri itu.


“Naura apa kau—“ucapnya melihat tiga orang wanita yan sedang tidur.


“Ternyata kau disini”bati Varel menghampiri istrinya itu.


“Hoaamm,kenapakau ada di sini Varel?”


“Apa aku membangunkanmu?”


“Tidak aku inginke dapur”


“Bagaimana kau bisa bawa aku pulang?”


“Aku akan ceritakan tapi tidak di sini kasihan mereka baru tidur”ucap Naura ambil mengandeng tangan Varel keluar.


“Apa kau tidak tidur kemarin?”ucap Varel saat sudah di luar.


“Kami marato drakor”


“Pantas saja maramu seperti mata panda sekarang”


“Benarkah?”


“Iya”


“Aku harus ke dokter sekarang”


“Kenapa?”


“Kau bilang mataku seperti mata panda itu membuat wajahku tidak cantik nanti”


“Kau bawa ke mana Diko dan Vino kemarin”


“Mereka sekarang sedang di kamar tamu”


“Kalian membawanya ke sini”


“Tentu saja masa aku tega meninggalkan mereka,aku tak tau rumahnya mangkanya ku bawa ke sini saja”


“Aku akan bangunkan mereka”


“Aku akan menyiapkan sarapan”


Varel pun langsung pergi ke kamar tamu untuk membangunkan temannya itu.


Byuurrr


Ternyata dia sedang membangunkan temannya dengan cara yang tidak biasah.


“Kenapa kau menyiram kami?”(Diko)


“Agar kalian bangun”


“Kan bisa kau bilang baik baik”(Vino)


“Cepatlah ke bawah untuk sarapan”


“Ayoo”(Diko)


“Apa kau tak mandi?”


“Aku sudah sangat lapar”(Diko)


“Mandi lah dulu kalau tidak kalian tak boleh makan”


“Baiklah”ucap Diko masuk kamar mandi.


Di meja makan..


Para ciwi-ciwi sedang mengobrol di meja makan.


“Naura rumahmu sangat besar”(Anita)


“Biasa saja”


“Bagaimana kau hanya bilang biasa saja,vasilotas di sini sangat lengkap”(Dinda)


“Seperti di rumah kalian tidak ada saja”


“Ya memang ada tapi hanya beberapa tak selengkap rumahmu”(Anita)


“Kalau begitu nanti aku ajak berkeliling”


“Ide yang bagus”


Tak selang beberapa menit kemudian para cowok sudah ada di meja makan,merekapun makan dengan tenang tanpa ada percakapan.


Setelah selesai makan Naura mengajak temannya berkeliling rumah.


“Naura itu ruangan apa kok pintunya kaca?”(Anita)


“Taman dan di sana juga ada kolam renang”


“Bagaimana kalau kita ke sana saja”(Dinda)


“Baiklah terserah kalian”


“Wahh di sini sangat segar”(Dinda)


“Tentu saja”


Saat ke dua sahabat itu melihat sekeliling dia melihat 2 kanvas yang berjejer rapi dan sangat bagus.


“Nau apa kau yang melukis ini semua?”(Anita)


“Yang satunya milik Varel”


“Ooo ternyata mereka mempunyai hobi yang sama”(Dinda)


“Ya aku merasa setelah aku minikah dengannya”


“Jadi apakah kau sudah mulai jatuh cinta?”(Anita)


“Entahlah aku belum bisa memastikannya”


“Dari pada kita diap di sini lebih baik pergi ke ruangan selanjutnya”(Dinda)


“Ayo ikut aku”


Mereka pun melanjutkan berkeliling rumah sampai hingga lantai paling atas.


“Naura apa bisa nanti malam kita memanggang daging di sini?”(Dinda)


“Ide yang bagus”(Anita)


“Kalau begitu kita makan malam di sini saja”


“Aku akan memanggang kan daging yang enak untuk kalian”(Dinda)


“Oo iya nau di situ ruangan apa kok ada di rooftop?”


“Ruangan biliard”


“Gimana kalau kita main di sana”(Anita)


“Pasti sedang ada Varel dan temannya di sana”


“Tak apa ayoo”ucap Dinda sambil menarik tangan Naura.


“Haii guyss kita juga mau mainn”ucap Anita sok akrab.


“Apa kalian bisa main?”remeh Diko.


“Kau pikirr,kita punya Naura di sini”(Dinda)


“Aku??”


“Yaa tentu saja bukannya kau sangat ahli dalam permainan ini”ucap Anita.


“Tentu saja Naura bisa melakukan apa saja”


“Kalau begitu lawan Varel dari tim kami”ucap Vino.


“Kenapa harus aku?”


“Cepatlah buktikan jika kau suami yang serba bisa”


Naura dan Varel kini sudah mulai memainkan permainan,para suporter tim masing masing sangat ricuhh.


Dan akhirnya Varel mengalah pada bola terakhir untuk sang istrii.


“Yeee kita menangg”sorak Anita.


“Untuk hukumanya kalian harus memanggang daging untuk kita”lanjut Dinda.


“Kapan kalian bilang jika ada hukuman?”ucap Diko.


“Barusan”ucap Naura.


“Yaa kau tak bilang sejak tadi”ucap Vino tak terima.


“Perempuan selalu benar”(Anita)


Karena tim laki kalah jadi mereka malam ini yang harus memanggang daging,malam yang seharusnya dingin tertutupi dengan suara gelak tawa dari mereka.


“Naura kami pamit pulang dulu ya”ucap ke dua sahabat Naura.


“Kalian tidak menginap saja?”


“Kita kemarin sudah menginap takut dicari sama orang rumah”


“Kalau begitu hati hati di jalan”


“Oke byee”


“Byee”


“Varel gue pulang dulu”


“Pulanglah”


“Naura”


“Iya hati hati”


Kini keadaan rumah sepi teman mereka sudah meninggalkan rumahnya.


“Naura”


“Iya”


“Aku mau”


“Mau apa?”


“Jatah”


“Jatahh?”


“Iyaa kita harus membuatkan mama cucukan”


“Sejak kapan kau bisa meminta jatah”


“Tidak ada kata penolakan”Ucap Varel menggendong Naura ke kamar.


“Varel turunkan”


“Tidak malam ini sayang”ucapnya di telinga Naura.


Dengan cepatnya Varel langsung membaringkan Naura di kasur.


“Pelan pelan”


“Baiklah sayang”


Mereka pun melakukan ritual suami istri malam ini meskipun belum ada yang menyatakan cinta dari ke dua irang itu tapi mereka melakukan tanpa ada paksaan.


Tak hanya satu kali penaburan benih Varel terus menaburkan benih di rahim istrinya itu.


Mereka berhenti karena Naura sudah sangat lelah,sejujurnya Varel masih ingin melanjutkan tapi tak tega melihat istrinya itu sudah sangat lelah.


Tadi ada sedikit kendala tak bisa memasukanya karna masih sempit padahal Varel sudah pernah menerobosnya tapi dengan kesabaran dan perjuanga akhinya masuk.


Oke sekian dulu makasih💜


jangan lua like,vote,dan tambahkan ke favorit yaa..


Maaf kalau ada typo typo karena author bukan komputer jadi pasti ada typo hehe..


Aku akan usahain untuk up setiap selasa dan jum’at tapi kalau telat maaf ya karena aku lagi banyak tugas.


Salam dari aku...


Tetep jaga kesehatan dan pola makan


❤️🖤❤️🖤❤️🖤