Forced to Marry

Forced to Marry
Melukis



Haiii temen temen ini karya pertama author dan jika ada kesalahan ya mohon dimaafkan dan juga jalan lupa dukung author dengan vote cerita ini dan like juga tambahkan ke favorit ya






Tak lama kemudian Naura keluar dari kamar mandi,Varel yang melihatnya langsung menantainya...


“Apa kau baik baik saja?”


“Iya,aku hanya terlalu lelah”


“Kalau begitu istirahatlah aku akan mandi dulu”


Naura langsung merebahkan tubuhnya,tak selang beberapa lama ia sudah tertidur sangat pulas.


Varel yang baru keluar kamar mandi melihat wajah Naura yang sedang tidur.


Kenapa dia begitu cantik kulit yang putih,hidung yang mancung,ditambah bibirnya yang tipis membuatnya ingin menggigitnya.


Dia pun langsung membenarkan selimut yang di pakai Naura dan menyusul tidur.


*********


Hari ini hari terakhir mereka berlibur sekarang Naura sedang mengemas kopermya dan suaminya itu.


“Varel cepat nanti kita ketinggalan pesawat”


“Iyaa sebentar”


Skip 20 menit kemudian.


Kini mereka sudah di dalam pesawat,yang menuju rumah mereka itu.


Tak terasa ternyata mereka sudah sampai di tempat tujuan dengan selamat.


Orang tua Varel sudah ada di sana menunggu anaknya pulang dari bulan madu.


“Mama,kenapa mama repot-repot kemari”ucap Naura.


“Apa tidak boleh mama melihat menantu cantiknya”


Naura yang mendengar itu hanya bisa tersenyum malu di hadapan mertuanya itu.


“Ohh iya apa kalian sudah membuatkan mama cucu?”


“Tentu saja sudah ma”jawab Varel.


“Mama jadi tidak sabar menggendong cucu ya pa”


“Iyaa,pasti cucu kita sangan tampan atau cantik”


“Naura kau ingin anak laki" atau perempuan?”tanya mama mertuanya.


“Kalau Naura lebih ingin anak laki-laki”


“Tidak,aku ingin anak perempuan”ucap Varel.


“Kan,aku yang melahirkannya”


“Tapi aku yang membuatnya”


Blusss wajah Naura tiba tiba merah,menandakan dia sedang malu berat sekarang.


“Jangan bertangkar di sini malu di lihat orang”ucap mama.


“Iya ayo pulang”lanjut papa.


Mereka pun meninggalkan bandara,Naura dan Varel langsung kerumahnya sesangkan papa dan mamanya masih ada rencana jadi tidak bisa ke rumah anak mereka itu.


Setelah kurang lebih 30 menit mereka sudah sampai di rumah,karena jalanan hari ini lebih lambat dari biasanya.


“Selamat datang tuan dan nyonya muda”sambut bi Lastri.


“Iya bi,saya ke atas dulu ya mau istirahat”ucap Varel.


“Silahkan tuan”


“Bi aku lapar”ucap Naura.


“Saya akan menyiapkan makanan nyonya tunggu sebentar”


“Saya ada di kolam renang bi tolong nanti pembantu yang lain suruh antar ke sana”


“Baik nyonya”


Naura berjalan ke arah kolam renang untuk sekedar mencari hawa segar.


“Huhh”


“Apa yang harus aku lakukan”ucapnya sambil melihat sekeliling area itu.


“Ada kanvas,aku ingin melukis”


Dia pun mengambil kanfas itu dan kebetulan alat yang ja butuhkan juga lengkap.


“Apa Varel juga suka melukis?”tanyanya pada dirinya sendiri.


Naura pun mulai ngoleakan berbagai warna ke kanvas itu.


“Nyonya muda ini makanannya”ucap bi Lastri.


“Kenapa bibi yang mengantar?”


“Yang lain sedang sibuk nyonya dari pada saya tidak ada pekerjaan saya antar sendiri”


“Bibi tidak boleh terlalu letih”


“Nyonya muda sangat baik”


“Oohh,iya bi apakah Varel suka melukis?tadi aku menemukan banyak sekali kanvas dan cat”ucapnya sambil terus melukis.


“Iya,nyonya tuan muda Varel sangat suka melukis sejak kecil”


“Ooo,ternyata di suka melukis”


“Apa nyonya muda juga suka melukis?”


“Iya bi sudah seperti hobi lebih tepatnya”


“Silahkan bi”


Tak terasa Naura menghabisakan waktunya cukup panjang untuk hobinya itu,dan lebih tidak di sangkanya Varel sudah ada di dekatnya sejak setengah jam yang lalu.


“Varel kau mengagetkanku”


“Apa kau tak merasakan kehadiranku sama sekali”


“Aku tak tau kau tiba tiba sudah ada di sini”


“Apa kau suka melukis?”ucapnya sambil melihat lukisan Naura.


“Lebih tepatnya hobi,kata bibi kau juga suka melukis?”


“Sedikit”


“Kalau begitu ayo melukis bersama”


“Ide yang bagus”


Varel pun segera mengambil kuas dan kanvas yang ada.


Mereka berdua sangat terlihat romantis melukis menjadi hobi kedua orang itu entah kebetulan atau tuhan sudah menakdirkan mereka dengan persamaan yang menjadikan pasangan ini bahagia.


Bi lastri yang tadi lewat daerah kolam renang itu pun memotret nya dan mengurimnya pada nyonya besarnya.


Dan di tempat lain mama Varel sangat bahagia melihat hubungan anaknya terus membaik.


******


Hari sudah berjalan seperti biasah Varel pergi ke kantor dan Naura dirumah,yaa Naura memutuskan untuk di rumah saja belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik dan benar.


“Varel apa kau sudah siap?”


“Sebentarr”ucapnya mencoba memakai dasi.


“Biar aku yang melakukannya”ucap Naura memasangkan dasi untuk suaminya itu.


“Selesai”


“Terima kasih”


“Sama-sama cepat berangkat nanti terlambat katanya hari ini kau ada meeting”


“Baiklah aku berangkat dulu jaga dirimu”ucap Varel sambil menyium kening Naura.


Naura yang menerima serangan mendadak bingung dengan sifat Varel yang sangat tidak biasah dia lakukan.


Kini Naura sedang membersihkan kamarnya dengan telatennya,ia sangat tidak suka seseorang memasuki kawasan pribadinya selain anggota keluarganya.


“Akhirnya selesai”


“Sekarang apa yang harus aku lakukan?”


“Aa seperntinya aku harus memasak”


Diapun langsung menuju dapur untuk membuat kue,sebelumnya Naura sudah melihat cara pembuatannya di internet.


Bekerja keras satu kata itu yang sekarang di alami Naura,mulai dari membuat adonan sampai memanggangnya ia kerjakan sendiri tanpa bantuan siapa pun.


“Selesai kue buatan Naura wanita tercantik”


Bi lastrri dan pelayan yang dari tadi melihatnya bertepuk tangan,membuat Naura sangat bengga pada dirinya.


Di kantor...


Varel sedang bergelut dengan laptop nya.


“Haii broo” ucap seseorang membuka pintu yang dari tadi sudah terbuka sedikit.


“Kenapa kau kesini?”ucap Varel dingin.


“Memangnya kita tidak boleh mengunjungi teman sendiri ya ko?”ucap Vino pada Diko.


“Wahh berarti kau sudah mantap mantapan”ucap Diko.


Teman Varel pun tertawa keras seperti tak ada dosa sama sekali.


“Kau mendahului kami ya kan vin”


“Benar”


“Cepatlah menikah”ucap Varel tak trima.


“Kami masih belum menemukan yang cocok ya kan ko”


“Benar sekarang sulit sekali mendapatkan perempuan yang baik”ucap Diko sambil membuka minuman yang tersedia di sana.


“Rel kita sudah lama tak keluar bersama ayo nanti malam kita ke bar”tawar Vino.


“Benar,sekalian ajak istrimu juga”


“Hemm”ucap Varel yang masih fokus ke laptop.


*****


“Bagaimana rasanya bi?”tanya Naura tak yakin.


Kini bi Lastri sedang mencicipi kue hasil buatan Naura,yang dirasakan Naura kini sangat gugup takut kue nya tak enak ini lebih menegangkan bagi Naura dari pada saat pembagian nilai.


“Sangat enak nyonya”


“Untunglah jika itu enak,kalian yang lain makan saja”


“Terimakasih nyonya muda”


“Sama sama”


Oke sekian dulu makasih💜


jangan lua like,vote,dan tambahkan ke favorit yaa..


Maaf kalau ada typo typo karena author bukan komputer jadi pasti ada typo hehe..


Aku akan usahain untuk up setiap selasa dan jum’at tapi kalau telat maaf ya karena aku lagi banyak tugas.


Salam dari aku...


Tetep jaga kesehatan dan pola makan


❤️🖤❤️🖤❤️🖤