Forced to Marry

Forced to Marry
Bab 7 part 7



Mata Rey berkaca-kaca. Elea yang dibuat bingung dengan sikap aneh Rey. Karena sangat lama sekali mencium tangan dan jemarinya.


" Ao...sakit." Elea yang harus berpura-pura berkata sakit. Karena kalau tidak begitu, Rey akan sampai kapan mencium jemarinya.


" Sorry." Terlihat wajah sendu dan mata yang tidak bisa dibohongi. Rey berdehem. Kemudian berdiri dan mendorong kursi roda Elea untuk menemui Dokter.


" Ibu Elea." Salah satu perawat dokter yang memanggil nama pasien.


Elea dan Rey kemudian masuk ke ruang dokter.


" Bagaimana kondisinya ibu Elea? Apa sudah lebih baik?"


" Sudah jauh lebih baik Dok."


" Sekarang akan saya periksa lukanya." Dokter yang mulai memeriksa luka robekan dan juga luka-luka kecil yang perlahan mulai mengering.


" Iya Dok."


" Baik ibu Elea, nanti saya akan resep kan kembali obat minum dan obat oles nya."


" Terimakasih Dok."


Elea dan Rey kemudian keluar dari ruangan Dokter. Keduanya menuju ke apotik dan mengantri obat. Entah mengapa Elea menatap Rey yang sikapnya berubah setelah bertemu anak laki-laki tadi. Mengantri lumayan lama hampir ada satu jam biasanya sudah membuat Rey uring-uringan. Namun kali ini. Rey bahkan dengan sabar mengantri obat di apotik dan sesekali bersikap manis dengan memberikan perhatian kecil kepada Elea seperti membelikannya minum dan juga makanan kecil dan menyuapinya.


Selesai dari rumah sakit. Rey menggendong Elea ke mobil dan meletakkan kursi roda di bagian belakang. Elea selalu memperhatikan suami singa nya. Namun kali bahkan tidak menunjukkan kata-kata kasar sekalipun yang membuat panas dada.


" Kita makan siang dulu ya."


Elea yang manggut-manggut saja.


Entah mengapa PACC Mall menjadi tempat favorit Rey untuk sekedar menghabiskan hari dengan minum kopi. Rey dan Elea kemudian pergi makan siang ke PACC Mall. Di sekitaran PACC Mall sendiri berdiri sekitar 1000 unit Apartemen. Dan semua itu adalah Kekayaan Keluarga Andro. Harta Karun Tuan Di Andro. Yang bahkan Rey sebagai Pewaris Tunggal dari Keluarga Andro sendiri tidak mengetahui jika ayahnya memiliki Harta Kekayaan yang bernilai fantastis. Hal inilah yang sebenarnya harus dicari tahu, mengapa Tuan Di Andro tidak mengatakan tentang hartanya kepada Rey malah kepada menantunya yaitu Elea. Rahasia Apa yang disembunyikan Tuan Di Andro sehingga harus menyembunyikan terkait harta kekayaan dari putranya sendiri.


Rey yang memesan makan siang untuk mereka berdua. Rey sangat perhatian dan itu terlihat berbeda sekali dengan sikapnya yang sangat manis ditunjukkannya kepada Elea. Dari Rey yang beberapa kali mengelus rambut Elea. Itu sangat jarang sekali dia tunjukkan.


Sementara di tempat berbeda Tuan Di sedang menginterogasi bibi.


" Katakan yang kamu tahu! Kamu tahu kan saya paling tidak suka dibohongi."


" Baik Tuan, Saya hanya merasa aneh saja dengan sikap Tuan Rey kepada Nona Elea. Saya merasa keduanya seperti belum menyatu satu sama lain layaknya pasangan suami istri."


" Bisa tolong jelaskan lebih detailnya!"


Bibi menjelaskan kejadian-kejadian yang dilihatnya. Dari kejadian di kamar mandi. Kejadian yang hanya mengoles salep di punggung nona Elea dan sedikit kata-kata sengak Tuan Rey kepada nona Elea jika di belakang Tuan Di.


" Apa yang kamu katakan benar."


Tuan Di yang berdehem. Sedikit dibuat geram oleh Rey setelah mendengar apa yang dikatakan bibi.


Tuan Di berdiri di taman. Memandangi bunga-bunga mawar yang tumbuh subur dengan warna-warni yang sangat indah di pandang. Membayangkan istrinya. Andai kamu masih ada ma, kita akan menua bersama. Kamu bisa sangat dekat dengan Rey, dan Rey juga pasti akan selalu mendengarkan kata-kata mu. Tuan Di sepertinya putus asa dengan pernikahan putranya. Cintanya yang begitu besar terhadap Jessica sudah membutakan mata dan hatinya. Hingga dia lupa akan jasa ayahnya Elea yang sudah merawatnya dari dia SD hingga SMP.


Di PACC Mall. Elea begitu lahap makan siang di suapi suami singa yang hari itu jinak. Setelah keduanya menghabiskan makan siang di PACC Mall. Elea dan Rey keluar dan menuju ke rumah mas ojek online di Jalan Manga Toon.


Mobil Rey dengan kecepatan yang signifikan membuat perjalanan tidak terasa hingga sampai di tempat yang dituju. Jalan Mangga Toon.


Kebetulan sekali mas-mas ojek online yang ditumpangi Elea sedang duduk-duduk di teras rumahnya.


" Dengan mas Tesar?" Rey yang memperhatikan lelaki masih muda begajulan dengan seksama. Hanya mengalami luka-luka kecil yang dideritanya.


" Iya, saya sendiri."


" Bisa kita bicara sebentar!" Rey mengajak Mas ojek online ke tempat dimana mobilnya terparkir. Rey kemudian menyuruh Elea membuka kaca mobilnya.


Tesar mas ojek online yang kaget. " Nona..."


" Iya. Dia istri saya. Kalau bukan dia melarang saya menuntut anda. Saya sudah bawa anda ke kantor polisi." Wajah Rey penuh amarah.


" Maaf nona...maaf Tuan...saya benar-benar menyesal, saya benar-benar minta maaf." Tesar mas ojek online yang memohon ampun kepada Elea dan Rey. " Tolong jangan bawa saya ke kantor polisi." Tesar mas ojek online yang ketakutan.


Rey yang tangannya mengepal ingin meninju pria muda begajulan di depannya. " Saya peringatkan untuk anda! lain kali anda harus hati-hati membawa penumpang! Bagaimana kalau istri saya menderita luka serius atau bahkan hilang nyawa?" Rey yang berteriak di depan Tesar mas ojek online yang begajulan.


Tesar dibuat kebingungan. Dia bersimpuh di kaki Rey. " Saya sangat menyesal Tuan, saya mohon minta maaf dan jangan diperpanjang urusan ini. Saya janji Tuan, saya janji lebih hati-hati dan tidak ugal-ugalan. Saya juga sudah dipecat karena nona melaporkan kejadian ini di kantor saya. Dan saya juga sudah tidak bekerja. Saya mohon Tuan, maafkan saya. Nona maafkan saya."


Elea yang tidak tega melihat Tesar mas ojek online yang sepertinya sudah menyesali perbuatannya. " Lain kali hati-hati ya mas, kalau bawa penumpang."


" Iya Nona."


Rey yang berdiri dengan sangat kesal dan amarah yang masih belum reda. " Saya akan mohon ke kantor anda untuk memperkerjakan anda lagi."


Tesar yang mendengar ucapan itu langsung bahagia. " Terimakasih banyak Tuan, nona."


" Iya." Rey yang kemudian masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Tesar. Elea dan Rey berencana pulang ke rumah.


Mobil Rey menembus jalanan kota Surabaya. Senja membuat suasana di dalam mobil hening. Entah mengapa kelima jemari Rey sebelah kiri, sering mengusap halus rambut Curly Elea yang tergerai.


Ada apa dengan dia sih? Mengapa tatapannya begitu teduh? Owh...Elea harusnya kamu senang doooong, dengan dia berubah jinak seharian ini. Elea yang menggigit bibirnya sendiri karena merasa tersanjung dengan perhatian yang meskipun kecil tapi bisa membuatnya seperti terbang ke langit ke tujuh.


BERSAMBUNG