Forced to Marry

Forced to Marry
Episode 23



Haiii temen temen ini karya pertama author dan jika ada kesalahan ya mohon dimaafkan dan juga jalan lupa dukung author dengan vote cerita ini dan like juga tambahkan ke favorit ya






Naura memparkirkan mobilnya di dekat pantai dia pun langsung keluar untuk melihat senja di pantai itu.Entah mengapa senja bisa membuat hatinya sedikit lebih tenang.


“Tuhan kenapa kau buat takdirku seperti ini?”gumamnya.


“Naura kau tak boleh menyalahkan tuhan atas takdirmu ini ingat tuhan tak akan memberikan cobaan di atas kekuatan orang itu sendiri”ucapnya memberi semangat pada dirinya sendiri.


Varel pov


Dia sekarang sedang di depan rumahnya ia ingin melihat apakah Naura sudah pulang.


“Bi apakah Naura sudah pulang?”tanyanya pada bi Lastri.


“Belum tuan muda nyonya muda dari kemarin belum pulang,saya pikir tuan dan nyonya pergi bersama”


“Baiklah kalau begitu bi”ucap Varel memakai jasnya kembali untuk pergi mencari istrinya.


Varel mencoba menelfon dan menghubungi ponsel naura tapi hasil yang dia dapat mengecewakan ternyata handphone Naura masih ada di mobilnya.


“Kemana dia,jika mama sampai tau pasti aku yang dimarahi”umpatnya.


Saat Varel masih fokus menyetir handphone nya berbunyi dan yang menelfon saja tidak terdaftar di kontak miliknya.


“Halo”


“Apakah ini benar dengan pak Varel”


“Iya,maaf sebelumnya anda siapa ya”


“Ohh saya Leo teman Naura”


“Ada perlu apa anda menghubungi saya”


“Sekarang Naura sedang ada di pinggir pantai***** mungkin kau sedang mencarinya”


“Baiklah terimakasih anda sudah memberi tahu saya”


Telpon itu pun di matikan Varel dan langsung menuju tempat yang di beritahu tadi.


Saat sudah sampai ya memanga benar ada satu mobil yang terparkir disitu,Varel berfikir itu mungkin mobil yang di pakai Naura karena dalam kaadaan yang sudah hampir menjelang malam mana mungkin ada wisatawan yang kemari.


Dia melihat Naura yang sedang duduk di pinggir pantai sambil melamun ia pun memanggil istrinya itu.


“Naura”ucapnya sedikit teriak.


“Kau”


“Cepat masuk mobil”ucapnya dingin.


”Kenapa kau seenaknya memerintakku”


“Diam cepat masuk mobil”


“Aku tak mau”


“Naura jangan buat kesabaranku habis”


“Memanganya kenapa,apa kau tak berfikir aku juga punya batas kesabaran apa kau tau jika kau meninggalkanku di pinggir jalan hanya untuk menolong wanita simpananmu itu”


“Naura jaga ucapanmu”


“Kenapa?apa yang ku katakan itu benar sehingga kau marah”


“Naura kau—“ucap Varel yang hampir menampar Naura.


“Kenapa kau berhenti cepat tampar saja aku,cepat kau apa yang kau pikirkan sekarang cepat tampar aku”


“Naura sudah cukup ucapanmu yang omong kosong itu jangan lupa aku suamimu kau juga haru menghormatiku”


“Apa sekarang aku juga boleh bilang aku ini istrimu yang harusnya juga kau hargai apa kau tak pernah berfikir perasaanku ketika kau lebih memilih wanita lain dari pada aku”ucapnya yang sudah hampir mengeluarkan air mata.


Naura kau tidak boleh menangis di hadapan laki laki ingat kau tak lemah-batinya.


“Cepat masuk mobil”


“Jawab pertanyaanku dulu”


“Percuma hanya akan membuang waktu ku saja”


“Ohh iya kau tak mau menjawabku kan karena waktumu sangat terbatas,kan kau juga harus menjaga wanitamu di rumah sakit”


“Naura dia bukan siapa siapaku,cepatlah masuk mobil hari sudah malam mama sebentar lagi akan ada makan malam bersama keluarga aku tak mau membuatorang tua kita menunggu”


“Aku tak mau”


“Hentikanlah sifat kekanak kanakan mu itu dan cepat masuk mobil”


“Ku bilang aku tak mau tetap aku akan bilang tak mau”


“Jangan sampai aku memaksamu pulang”


Dengan segera Varel menggendong tubuh Naura dan berjalan ke mobilnya.


“Lepaskan aku”ucap Naura sambil memukuli tubuh Varel.


Tapi ya bagaimana lagi postur tubuh Varel jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya.


***********


Sampainya di rumah Naura langsung keluar mobil dan pergi meninggalkan Varel.sedangkan suaminya itu memukul setir mobil dengan kasar karena sudah tak tahan dengan sifat istrinya yang sudah membuat kesabaranya habis.


Saat Naura sudah di kamar ia menutup pintu dengan keras sehingga bi Lastri yang sedang membersikan ruangan di dekat kamarnya mendengar suara bantingan pintu itu.


Varel dengan langkah yang panjang menghampiri bi Lastri untuk meminta tolong agar tak menceritakan kejadian ini pada orang tuanya ataupun mertuanya.


Setelah utu dia masuk kamr dan dengan tujuan ingin menjelaskan kejadian itu.


“Naura”panggilnya sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Naura tak menjawab sapa an Varel dan memutuskan berendam di kamar mandi sebentar.


“Naura kau bisa dengan aku”ucap Varel tak kunjung di jawab.


“Aku masuk”ucapnya sambil membuka pintu kamar mandi.


“Diam disitu jangan masuk”kaget Naura.


“Jika kau terus tak menjawabku aku benar benar akan masuk”


“Tunggu di situ aku akan segera keluar.


5 menit


10 menit


20menit


Naura tak kunjung keluar ada rasa khawatir di dalam hati Varel ia tak mah hal yang buruk terjadi pada istrinya itu,melihat mereka berdua sedang bertengkar.


“Naura keluarlah mama sudah ada di bawah”


Naura pun keluar dan melewati Varel dengan biasah menuju ruang ganti,Varel yang melihat itu hanya bisa membuang nafas kasar dan segera masuk kamar mandi.


Di bawah mama Naura dan Varel sudah ada di ruang tamu berbicara santai seperti keluarga biasanya.


Naura turun dengan mengunakan pakaian yang santai tapi juga masih terlihat elegan,karena prinsip yang ia pegang penampilan harus penting.


“Naura”sapa mama Varel.


“Mama”ucapnya berjalan menghampiri mertuanya dan berpelukan.


“Dimana Varel?”tanya mamanya.


“Dia sedang di kamar mandi”jawabnya sambil memeluk ibunya itu.


“Kenapa naura”tanya ibunya.


“Gak apa apa ma,Naura cuma kangen”


“Mama sudah datang”ucap Varel turun dari tangga.


Mereka semua pun menoleh ke arah sumber suara.


”Varel apa kabar”ucap papa Naura.


“Baik pa”


“Permisi nyonya dan tuan makanan sudah siap”ucap maid.


“Baiklah ayo kita makan malam”


Merekapun makan malam dengan tenang dan masih menggunakan peraturan yang sama yaitu tidak boleh makan sambil berbicara.


Selesainya makan malam mereka memutuskan mengobrol kecil di lantai paling atas rumah itu.


”ohh iya Naura dari tadi kau hanya diam saja apakah kalian baik baik saja?”tanya mama Varel.


“Iya mah kami baik baik aja cuma Naura agak lelah tadi”jawab Naura sambil tersenyum paksa.


“Ohh kamu lelah berarti mama mau dapet cucu ini”goda mama Varel.


“Mama bisa aja”ucap Varel sedari tadi mendengarkan obrolan ciwi ciwi.


Oke sekian dulu makasih💜


Follow ig aku @auull_liaa


jangan lua like,vote,dan tambahkan ke favorit yaa..


Maaf kalau ada typo typo karena author bukan komputer jadi pasti ada typo hehe..


Aku akan usahain untuk up setiap hari tapi kalau telat maaf ya karena aku lagi banyak tugas.


Salam dari aku...


Tetep jaga kesehatan dan pola makan


❤️🖤❤️🖤❤️🖤