
Jessica yang mengekori Daniel dengan langkah ragu. Bingung dia mau duduk dimana. Jessica masih tidak berhenti mengedarkan pandangannya dari keseluruhan sudut ruangan apartemen milik Daniel. Daniel yang tanpa sungkan membuka kemeja yang dikenakannya. Membuat Jessica yang lagi-lagi menelan ludah dengan susah payah ketika melihat dada bidang yang penuh dengan bulu-bulu. Terlihat sekali jika tubuh Daniel sangat atletis dan terlihat kekar. Entah mengapa Jessica tak berhenti memandangi Daniel yang sedang mengenakan kemeja yang dipilihnya.
Sadar bahwa Jessica memperhatikannya. Daniel, berusaha mencairkan suasana. Daniel yang kemudian duduk di samping Jessica di ujung ranjang besarnya.
" Apa perut kamu sudah enakan?" Tatapan Daniel yang lagi-lagi membuat hati Jessica menyublim.
" Iya, setiap pagi, itu adalah rutinitas wajibku semenjak aku hamil muda."
" Apa itu anak Rey?"
Jessica yang kepalanya tadi menunduk seketika wajahnya menatap ke arah Daniel.
Begitu juga dengan Daniel yang menyentuh dagu Jessica. " Aku akan nikahin kamu Jess, kalau kamu mau. Asal kamu jujur, apa itu anak Rey atau bukan?"
Duar. Jessica yang mulai sengal nafasnya berhambur keluar tak beraturan. Dia kemudian melepaskan dagu yang disentuh oleh Daniel dan beranjak berdiri. " Hikz...hikz...hikz..." Tangis Jessica yang mulai pecah. Bulir-bulir bening kemudian jatuh menetes sedikit demi sedikit membasahi pipi.
" Aku tidak tahu harus menjelaskan nya seperti apa." Jessica yang mengatur nafasnya sembari menangis sesenggukan.
Sementara Daniel yang sudah siap dengan ponsel untuk merekam semua pembicaraan Jessica.
" Apa yang terjadi selanjutnya?"
Jessica yang resah dan membelakang kan rambut bagian depan diatas keningnya beberapa kali. " Perkelahian ku dengan Mike tak terelakkan lagi. Mike memaksaku melayani nafsu bejatnya malam itu dan aku sudah tidak bisa melawan lagi. Lalu entah bagaimana sepertinya Mike marah karena mungkin tahu dari CCTV rumahnya bahwa Rey menolongku malam itu yang membuatnya berurusan dengan polisi Australi. Aku lihat Rey di pukul oleh orang suruhan Mike. Dan membiarkan Rey tergelatak begitu saja dilantai apartemenku. Hah...timbul niat jahat ku untuk mengambil gambar seolah Rey melakukan hubungan badan dengan ku. Dengan begitu aku bisa memilikinya kembali dan mengancam Keluarga Andro yang saat ini perusahaan Andro sendiri melesat tajam di kalangan pengusaha. Yang akan tidak mungkin Tuan Di akan menuruti segala bentuk ancaman dari ku. Aku hanya ingin Rey kembali. Awalnya memang aku mengincar harta kekayaan Tuan Di yang seperti tak ada habisnya. Namun semakin kesini, ternyata aku memang hanya terobsesi dengan ingin memilik Rey seutuhnya. Rey menjadi benci terhadapku. Dan hadir kamu yang baru semalam sudah sangat banyak membuat cara pikir ku berubah." Jessica yang memutar tubuhnya menghadap kepada Daniel.
" Jadi...?"
" Ini bukan anak Rey." Teriak histeris sambil menangis dengan memukul-mukul perutnya sendiri. " Aku benci anak ini, aku benci...i..i.." Jessica yang menumpahkan air matanya tanpa henti.
Daniel yang melihat Jessica seperti depresi kemudian memeluknya erat. " Jessica, tenang! tenang! Aku ada untuk kamu." Daniel yang membelai lembut rambut Jessica dan juga pundak Jessica.
" A..a..a..a.." Tangis Jessica yang tambah parah. Membahana memenuhi sudut ruangan. Namun Jessica kemudian berhenti menangis dan melepaskan pelukan Daniel sembari memegang erat kesepuluh jemari Daniel. Bayangkan Ekspresi wajah nangis penyesalan seorang wanita!
" Apa kamu benar, kamu mau menikahi aku?" Jessica tanpa henti mengeluarkan bulir-bulir bening deras dari kedua matanya.
" Iya." Daniel mantap meskipun terlihat hanya menggerakkan bibirnya dan menganggukkan kepalanya.
BERSAMBUNG