
Haiii temen temen ini karya pertama author dan jika ada kesalahan ya mohon dimaafkan dan juga jalan lupa dukung author dengan vote cerita ini dan like juga tambahkan ke favorit ya
•
•
•
•
Pagi hari ini Naura telat bangun sedangkan Varel yang sudah bangun dari tadi hanya membiarkan istrinya itu tidur.
“Varel kau sudah bangun?”ucap Naura dengan suara khas bangun tidurnya.
“Tidurlah jika kau masih lelah”
“Tidak bukannya kau harus bekerja?”
“Aku libur dulu hari ini”ucapnya dengan posisi yang sama masih di samping istrinya itu.
“Kenapa?”
“Lihatlah jam berapa sekarang?”
“Jam?”ucap Naura langsung melihat jam di samping tempat tidur.
“Kenapa kau tak bangunkan aku?”Naura yang melihat jam sudah menunjukan pukul 10 siang.
“Kau sangat nyenyak tidur jadi tak tega”
“Kan kau bisa bangukan aku tadi minggir aku mau mandi”
“Sini aku gendong”
“Aku bisa sendiri”
Tapi saat mencoba berdiri kejadian saat bulan madu kembali terulang entah kenapa selakang kaki Naura sangat sakit di buat berjalan,padahal Naura berfikir bukan pertama kalinya dia melalukan itu dengan Varel.
“Aku sudah bilang sini aku gendong”
Naura pun menyerah dan kembali melakukan hal yang sama seperti saat bulan madu yaitu mandi bersama.
Yang membedakaan hari ini hanya mereka berdua tak kunjung keluar entah apa yang di lakukan mereka dalam kamar mandi.
“Varel kenapa kau terus melakukannya?”ucap Naura baru keluar kamar mandi.
“Karena aku menyukainya”
“Kan bisa lain kali”
“Entahlah tubuhmu membuatku ingin melakukannya setiap hari”
“Kau ingin ituku sobek?”
“Aku akan menjaganya sayang dia juga milikku”
“Terserahmu lah sekarang yang penting aku sangat lapar,kemarin malam aku hanya makan sedikit”
“Baiklah saya di sini siap melayani anda tunggu sebentar akan saya bawakan sarapan untuk ratu”ucap Varel membuat lawakan.
Naura yang tertawa dengan sikap suaminya itu,saat Varel sudah ke luar tiba tiba ada satu pikiran yang melintas di otaknya.
Apakah aku sudah mulai mencintainya?bukannya aku dulu sangat membencinya?tapi jika benar aku mencintainya apakah itu benar?apa dia juga akan mencintaiku?dilihat pernikahan kami hanya sebatas perjodohan tanpa cinta.
*****
Varel sedang meminta tolong pada bi Lastri untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
“Bi tolong siapkan sarapan untuk saya dan Naura”
“Baik tuan muda”
Setalah sekitar 10 menit sarapan sudah siap untuk di bawa ke kamar mereka karena melihat kondisi Naura sekarang tak memungkinkan untuk makan di meja makan.
“Ini tuan muda,kalau saya boleh tau memangnya nyonya muda kenapa?tidak biasannya nyonya makan di kamar”
“Itu hal yang biasah bi kita sedang melakukan proyek tunggal putra”
“Oo kalau begitu semangat tuan muda semoga kabar baik segera datang”
“Terima kasih bi kalau begitu saya ke atas dulu”
“Baik tuan muda”
Meskipun dari luar Varel terlihat dingin tapi yang sebenarnya dia sangat hangat dan sangat menghormati orang yang lebih tua darinya,apalagi bi Lastri meskipun dia bukan siapa siapanga tapi dia sangat menghormatinya seperti ibu sendiri,di lihat juga bi Lastri sudah bekerja dirumahnya sejak ia kecil.
“Naura ini sudah ku bawakan sarapan untukmu”
“Terima kasih aku sangat lapar”
“Cepatlah makan setelah itu aku akan mengajakmu ke luar”
“Kemana?”
“Makanlah dulu nanti kau juga tau”
“Baiklah”
Naura pun langsung menyantap makanannya dengan lahap.
""""""""""
“Varel kemana kita sebenarnya?”ucap Naura di dalam mobil.
“Diam saja nantin kau akan tau”
Varel menghentikan mobilnya tepat di sebuah toko tas yang sangat terkenal harganya pun tentu tak main main.
“Kenapa ke sini?”
“Apa kau tak mau membeli sesuati di situ?”
“Tidak lagi pula tasku sudah banyak”
“Kenapa uangku tak akan habis jika hanya membelikanmu tas.
“Aku tau tapi kata mamaku jika sudah berumah tangga lebih baik uangnya di pakai untuk yang lainnya saja dari pada beli tas kan juga gak setiap hari aku memakainya”
“Tapi hari ini ada yang spesial”
“Bukannya tas juga cuma begitu saja?”
“Ikuti aku”
“Tapi untuk apa aku sudah punya banyak”
“Tak ada penolakan”
Varel langsung membawa istrinya masuk ke toko tersebut.
“Ada yang busa saya bantu?”(pelayan)
“Apakah ada pimpinan kalian di sini?”(Varel)
“Mohon maaf apa anda sudah ada janji?”
“Bilang saja Varel Wijaya sedang ada di sini
“Mohon maaf tapi pimpinan kami sedang sibuk”
“Apa kau tak menggenalaku?”
“Mohon maaf sekali lagi tuan itu tak akan mengubah perkataan saya tadi”
Saat yang pas kemudian pimpinan itu keluar dari ruangannya yang langsung menemui tamu yang terhormat itu siapa lagi kalau bukan Varel dan Naura.
“Pak Varel silahkan duduk”(pimpinan)
“Kenapa kau tak memanggilku jika mereka sudah datang?”ucap pimpinan ke pelayan.
“Maaf nyonya saya tidak tau”
“Pergilah”
“Silahkan duduk tuan maafkan pegawai kami yang masih baru itu”
“Membuang waktuku”
“Maafkan kami tuan atas kejadian yang tak mengenakan ini”
“Tidak apa lagian kami baru sebentar di sini”potong Naura.
“Tuan ini barang yang anda minta sudah ada”
Lalu masuklah dua pelayan lainnya membawakan sata boks kaca yang di dalamnya sudah ada tas yang sangat bagus.
“Verel apa kau belikan itu untukku?”
“Bukannya kau menginginkan tas itu”
“Bagaimana kau tau?”
“Dari temanmu”
Ya Varel mengetahui itu dari sahabat Naura bahwa Naura sangat menginginkan tas itu tapi karena sangat sulit di dapat dia jadi menyerah.
“Terimakasih”ucap Naura sambil mencium sekilas bibir Varel.
Merekapun dengan segera menyelesaikan soal harga dan lain lain.
“Varel terimakasih”
“Kenapa kau dari tadi hanya mengucapkan terimakasih saja”
“Memangnya aku harus apa?”
“Melakukan proyek”
“Proyek?apa aku harus bekerja lagi di kantormu”
“Bukan tapi proyek membuatkan mama cucu”
“Tidak hari ini”
“Kenapa?”
“Aku sangat lelah”
Karena Varel yang terlalu memperhatikan Naura sampai sampai dia tak tau jika di depan mobilnya sekarang ada seorang wanita,dengan segeranya dia menghentikan mobilnya.
“Apa kau gila”ucap Varel dengan nada membentak,bagaimana tidak dia tetap diam seperti orang yang ingin bunuh diri.
“Varel lebih baik bantu dia”ucap Naura sambil ke luar mobil.
“Varell kemarilah dia seorang wanita”
Verel pun mengikuti Naura dan melihat wajah perempuan itu seketika wajah Varel sangat panik,dengan waktu yang bersamaan saat wanita itu masih berdiri tiba toba dia pingsan.
Varel dengan cepatnya menangkap tubuh itu dan langsung menarauh kepalanya di pangkuannya.
“Zevanya apa kau baik baik saja”ucapnya panik.
“Zevanya kenapa kau pucat sekali,apa kau bisa menengarku?kumohon bangunlah”
Naura yang dari tadi hanya diam tak berkutik yang melintas di pikirannya sekarang adalah siapa itu Zevanya.
“Naura kenapa kau hanya diam cepat bukakan pintu mobil.
Naura yang menerima bentakan itu rasanya sakit tiba tiba sifat Varel sangan berbanding terbalik,jika yang ia tolong laki" mungkin masih bisa tapi ini perempuan dan mungkin dikenalnya.
Dia hanya bisa menuruti ucapannya sekarang,membukakan pintu mobilnya.
Tetapi saat Naura ingin masuk mobil tiba tiba mobil Varel langsung melaju meninggalkan Naura.
Deg
Rasanya begitu sakit entah apa yang di pikirkan Varel tega teganya dia meninggalkan Naura di pinggir jalan.
“Kau tinggalkan aku?”
“Baguslah,aku bisa berjalan jalan”
Naura mulai berjalan dengan kakinya,sepertinya ia sudah jauh dari tempatnya yang semula.
Dia berhenti sejenak di pinggir jembatan yang sangat sepi,dilihat dari waktu yang sudah menjelang malam.
“VAREL KAU GILA”
“APA KAU TAK TAU PEREMPUAN INI ISTRIMU”
Teriak Naura di jembatan itu.
Oke sekian dulu makasih💜
jangan lua like,vote,dan tambahkan ke favorit yaa..
Maaf kalau ada typo typo karena author bukan komputer jadi pasti ada typo hehe..
Aku akan usahain untuk up setiap selasa dan jum’at tapi kalau telat maaf ya karena aku lagi banyak tugas.
Salam dari aku...
Tetep jaga kesehatan dan pola makan
❤️🖤❤️🖤❤️🖤