
Kemana Rey ya? mobilnya tidak ada di parkiran. Elea yang celingukan mencari mobil Rey.
" Ibu Elea."
" Iya Fany."
" Sepertinya pak Rey keluar kantor Bu."
" Oh, gitu. Makasih ya Fany." Elea berjalan kembali masuk ke ruangannya setelah dari loby.
" Sama-sama Bu Elea.
Rey yang sudah kembali ke kantor. Masuk ke dalam ruang kerja dan duduk di kursi kebesarannya.
" Apa kamu sudah makan siang?" Elea yang masuk ke ruang kerja Rey.
" Aku tidak lapar."
" Apa kamu ada masalah?"
" Aku ingin sendiri."
" Baiklah." Elea yang keluar dari ruang kerja Rey. Perasaan sedih sudah tentu menyelimuti hati Elea. Bagaimana bisa, dia yang berusaha menghadirkan cinta ke tengah-tengah rumah tangga mereka. Namun sepertinya Rey tak bergeming dan peka sedikitpun atas apa yang sudah Elea usahakan sendirian. Sudahlah Elea, mungkin dia sedang banyak masalah. Elea yang sejak tadi berdiri di balik pintu ruang kerja Rey. Lantas kembali ke ruang kerjanya karena melihat Fany yang sudah kembali dari toilet.
Waktu berlalu dengan cepatnya sampai dimana jam pulang kantor tiba. Elea yang tahu suaminya ingin sendiri dan tidak ingin diganggu memutuskan untuk pulang menggunakan ojek online.
" Mas jangan ngebut-ngebut ya!"
" Iya mbak, maaf."
" Mas, bisa lebih pelan lagi!" Elea yang takut karena mas ojek online berjalan di kecepatan 80/100 km/jam.
Braaaaak.....
Aaaaaaaaaaaaa....Elea dan mas ojek online yang berteriak karena motornya menghindari mobil dari arah berlawanan dan akhirnya sepeda motor menabrak pohon dan keduanya jatuh berguling-guling. Kaki Elea yang banyak sekali mengeluarkan darah segar.
" Aw...sakiiit." Elea kemudian pingsan tak tersadar dan ditolong warga sekitar untuk dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans.
Sementara Rey baru saja membuka pintu ruang kerjanya dan menuju ke ruang kerja Elea. Namun Rey melihat ruang kerja sudah kosong.
" Ibu Elea sudah pulang naik ojek online pak."
" Oh, makasih Fany."
" Sama-sama pak Rey."
Rey kemudian berjalan ke parkiran. Suara ponsel Rey tiba-tiba berbunyi.
" Halo selamat malam. Apa benar ini dengan Pak Rey Andro?'
" Iya saya sendiri mbak."
" Begini pak, seorang wanita yang naik ojek online kecelakaan di sebuah persimpangan jalan Meraih Mimpi. Namanya ibu Elea, apakah anda mengenalnya?"
Elea. Rey mulai panik. " Itu istri saya mbak."
" Baik pak, mohon segera untuk datang ke rumah sakit."
" Iya mbak, saya segera kesana."
" Elea..." Rey memanggil lirih penuh panik nama istrinya. Rey mengendalikan laju mobilnya dengan sangat cepat sampai menuju rumah sakit.
Rey langsung menuju ke ruang UGD. " Elea...Ini istri saya mbak."
Perawat yang meninggalkan keduanya di dalam ruang UGD.
" Honey...kamu nggak papa." wajah panik dan merasa bersalah karena seharian hanya memikirkan Jessica.
Elea yang menahan sakit di sekujur tubuhnya karena terpental ke aspal. " Hikz...hikz...hikz...sakit." Rasa perih di sekujur tubuhnya akibat lecet dan juga luka-luka di bagian lengan dan area kaki
Rey yang mengelus berulang rambut Elea. Tidak tega melihat seluruh kaki dan dengkulnya yang penuh dengan perban. Begitu juga dengan area pergelangan tangan dan sikutnya. Hampir semuanya penuh luka dan di perban.
" Bagaimana dok?"
" Tidak ada pak, untung saja ibu Elea tidak patah tulang. Hanya saja semua luka-lukanya mengganggu aktivitasnya untuk sementara waktu."
" Terimakasih Dok."
Rey kemudian mendorong Elea menggunakan kursi roda. Elea yang sudah tak sanggup lagi rasanya bicara, karena merasakan seluruh tubuhnya yang tidak karuan. Rey dan Elea akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.
Setibanya di rumah.
" Apa yang terjadi?" Tuan Di seketika berdiri dari meja makan dan mendekat ke arah Elea yang didorong menggunakan kursi roda oleh Rey.
Elea hanya diam.
" Semua salahku yah. Aku minta maaf. Aku tidak bisa menjaga Elea."
" Ada apa? Jelaskan ke ayah."
" Elea kecelakaan, saat menumpangi ojek online."
" Kok bisa Rey, kamu biarkan istri kamu naik ojek online."
" Aku minta maaf yah." Wajah Rey yang merasa bersalah karena lalai dengan istrinya sendiri.
" Tuan di, Rey..."
Tuan Di yang menahan Elea untuk bicara. " Tidak usah membela suamimu Elea, bagaimana pun tetap salah Rey, karena dia telah lalai terhadap keselamatan istrinya sendiri." Tuan Di yang terlihat marah dengan putranya.
" Iya yah, aku minta maaf."
" Ini pelajaran buat kamu Rey, dan ayah harap kejadian seperti ini, tidak akan terulang lagi!"
Istirahatlah Elea. Semoga lekas mambaik."
" Terimakasih Tuan Di."
Rey dan Elea naik ke kamar suka-duka.
" Honey...aku minta maaf.cup." Rey yang berubah manis sikapnya kepada Elea. Rey juga mendaratkan kecupan ke kening Elea.
Dia manis sekali sikapnya. Apa aku harus sakit seperti ini? supaya dia bersikap manis setiap hari. "aaah....iiiih....sakiiit." Elea yang mencoba berdiri namun kaki bahkan seluruh tubuhnya kesakitan.
" Kenapa...kenapa...? Rey yang tiba-tiba panik mendekati Elea. " Maaf aku lupa, kalau kamu bisa belum jalan sendiri. Kaki mu masih banyak perban."
Elea yang merasakan sakit namun dalam hatinya girang karena mendapatkan perhatian penuh dari Rey. IYES. Senyum palsu menahan sakit penuh kemenangan.
Malam berlalu berganti pagi. Tak ada pembahasan bagaimana bisa jatuh dan lain-lain. Rey hanya merasa bersalah karena mengacuhkan Elea seharian. Sehingga mengakibatkan dia harus naik ojek online dan mengalami kecelakaan.
Keesokan harinya di kamar suka-duka.
Elea yang sudah terbangun matanya. Namun tak bisa kemana-mana. Kamar mandi yang setiap pagi buta menjadi tempat favoritnya untuk memanjakan tubuhnya. Tak bisa dia berjalan ke arahnya karena kakinya belum bisa diajak kerja sama untuk menopang tubuhnya. Elea hanya terdiam duduk di atas ranjang. Memandang Rey yang masih pulas tertidur.
Elea yang tidak tega membangunkan suaminya, berusaha keras untuk naik ke kursi roda. " Ao..." Elea yang meringis menahan sakit di sekujur tubuhnya meraih kursi roda yang berada di samping tempat tidurnya. Bugg " Aaaa...." Elea terjatuh ke lantai dan berteriak.
Rey yang tertidur langsung jenggirat bangun dari ranjangnya. " Honey..." Rey terkejut karena melihat Elea sudah jatuh ke lantai.
Rey yang matanya masih mengantuk berusaha menggendong Elea dan meletakkan ke ranjang kembali.
" Aku mau mandiii." Elea yang mimik wajah kesal setengah menangis. Karena ternyata dia tidak bisa melakukan aktivitasnya sendiri dan harus minta tolong ke orang lain.
" Iya...iya.." Rey kemudian membawa Elea ke kamar mandi.
Keduanya saling tatap. Rey yang mbatin karena tidak mungkin Elea akan mandi sendiri. Sedangkan tidak mungkin juga dia yang membantu Elea untuk menyeka tubuhnya.
" Sampai kapan kamu berdiri di sini?" kesal Elea dengan lirikan tajam.
Rey yang masih tidak mengerti.
" Panggilkan bibi!" Ketus Elea.
Rey akhirnya berjalan keluar kamar mandi. Mengapa dia yang berubah yang jadi galak? " Hi.." Rey yang merasa istrinya berubah seperti singa.
BERSAMBUNG