Forced to Marry

Forced to Marry
Bab 9 part 3



Mobil Polisi berbunyi dan berhenti di depan rumah Mike. Polisi kemudian mengetuk pintu rumah Mike dan akhirnya membawa Mike untuk menjelaskan kejadian malam ini ke kantor polisi.


Rey yang menyaksikan kejadian itu dan memastikan Jessica aman. Rey kemudian kembali ke acara pesta dansa pernikahan Edo dan Miranda.


Jessica yang bertanya-tanya dalam hatinya. Siapa yang melaporkan kejadian ini ke polisi? Namun Jessica memilih segera pergi meninggalkan rumah Mike dan berencana pulang ke apartemennya, karena tidak memungkinkan untuknya kembali ke acara Edo dan Miranda.


Sementara di tempat berbeda. Elea yang hampir 2 jam menunggu Rey yang pamitnya ke toilet namun tak kunjung kembali.


" Honey, sorry." Rey yang datang mengagetkan dari belakang Elea yang sedang gelisah menunggunya. Rey kemudian menarik lembut jemari istrinya untuk berdansa kembali dengannya. Rey berusaha untuk Elea tidak mempertanyakan kepergiannya yang lama.


Pesta dansa berakhir larut malam. Suasana bahagia menyelimuti sepasang pengantin dan juga para tamu undangan yang hadir. Rona bahagia yang terpancar meskipun harus berdansa sepanjang malam.


Rey yang sudah berada di dalam kamar hotelnya. Melihat istrinya yang sudah memejamkan mata di atas ranjang. Sementara Rey melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. Tepat pukul 02.00 dini hari waktu Australia. Rey kemudian berjalan menuju pintu kamar Hotelnya dan membuka perlahan. Kepalanya menengok ke arah kamar Jessica. Namun terlihat sunyi dan tak ada seorang pun yang lewat dalam lorong ini. Rey kemudian menutup kembali pintu kamarnya. Berjalan ke arah ranjang dimana istrinya tertidur dengan pulas.


Pagi hari. Terbitnya matahari menembus sela-sela jendela kaca kamar Hotel. Rey yang terlebih dahulu bangun keluar dari kamar Hotel dan memperhatikan kamar Jessica yang sedang dibersihkan oleh petugas Hotel. Pengantin baru, Edo juga terlihat keluar dari kamarnya.


" Rey."


" Eh, pengantin baru kenapa bangunnya pagi sekali?" Rey yang terkejut dengan kedatangan Edo yang menggunakan jaket tebalnya.


Edo yang tersenyum lebar dengan canda sahabatnya itu.


" Bukannya itu kamar Jessica?" Rey yang menunjuk ke petugas yang membersihkan kamar Jessica.


Senyum simpul Edo. " Rey...Rey...sudah punya istri cantik tapi masih memperdulikan Jessica." Edo kemudian mengajak Rey menuju ke tempat duduk di ujung lorong tersebut. Ada sebuah satu meja dan juga dua tempat duduk untuk sekedar ngobrol santai sambil menikmati matahari terbit. " Kita belum ngobrol banyak kan Rey? Jessica pulang ke apartemennya dan tidak mengikuti acara hari ini."


" Kenapa?"


" Biasa, ribut sama mantan kekasihnya."


" Jessica cerita apa aja?"


" Hubungan cinta mereka sudah tidak sehat. Mike Walls adalah seorang pengusaha yang sebelumnya cukup sukses. Ayahnya Simpson Walls cukup populer di kalangan pengusaha Australia. Namun beberapa tahun terakhir ini. Perusahaan mereka mengalami masalah hingga berujung pada kebangkrutan. Kamu tahu Jessica kan? Jessica tidak mungkin menghabiskan hidup bersama dengan pria yang...ya kamu tahu sendiri lah Jessica. Dan cukup diakui jika memang Jessica salah satu keturunan Crazy Rich dari nenek buyutnya. Ya, meskipun setelah terjadi perpecahan keluarga yang membuat Perusahaan peninggalan nenek Buyut mereka menjadi harus terbagi. Apalagi semenjak kepergian ayahnya Jessica Tom's Tomas meninggal dunia. Mami Indy hanya berharap penuh terhadap Jessica.


" Apa yang sebenarnya terjadi dengan Jessica dan siapa tadi mantannya?"


" Mike Walls."


" Ya itu, apa Jessica cerita masalahnya terkait Mike."


" Jessica menguras habis uang Mike. Lalu meninggalkan nya dan pulang ke Indonesia. Sebagai ganti kenakalan Mike pada Jessica."


Rey mengernyitkan dahinya. " Maksudnya."


" Ha..ha..ha Rey..Rey..Please ini Ausi."


Rey masih tidak mengerti. Menelan ludah dan mencoba menelaah ucapan Edo. " Maksud kamu mereka?"


" Huh..." Rey yang dadanya terasa sakit dan sesak. nafasnya berhamburan dengan gelengan kepalanya yang berulang tak mempercayai jika wanita yang dulu pernah dipujanya melakukan hal gila yang tak terbesit sedikit pun di kepala Rey.


" Kenapa?"


" Enggak!"


" Dia juga cerita, kalau dia akan membuat mu jatuh ke dalam pelukannya kembali. Namun seusai itu dia belum cerita lagi. Dia hampir beberapa bulan ini tidak menghubungi aku lagi. Dan aku juga terkejut kalau dia sedang ada di Australi."


" Aku sudah menikah dengan Elea."


" Oya Rey, kamu tidak cerita bagaimana awal pertemuan kamu dengan istri kamu."


" Sebentar Do, ada hal yang aku ingin sampaikan soal Jessica."


" Apa?"


" Semalam, waktu pesta dansa..." Rey yang menceritakan peristiwa yang berawal di pesta dansa yang dialami Jessica dan Mike. Hingga dia membututi Jessica dan Mike ke sebuah rumah dan menceritakan apa yang terjadi di dalam rumah malam itu.


" Itu hal biasa bagi Jessica Rey."


" Apa?"


" Ditampar, dijambak, ditendang bahkan disundut ujung rokok sekalipun pernah dia alami. Kamu pikir? Jessica menggunakan uang siapa untuk kemewahannya?"


Rey yang tidak habis pikir dengan Jessica.


" Jessica bukan seperti Jessica yang kita kenal saat di kampus dulu atau bahkan saat menjalin cinta dengan mu Rey. Sudah aku katakan, semenjak kepergian Tom' s Tomas ayahnya Jessica, Mami Indy menjadikan Jessica sebagai rekening berjalannya. Jadi aku harap, jangan pernah termakan lagi oleh rayuan dan tipu daya Jessica."


Rey yang tertunduk lesu. Hampir saja dirinya menjadi korban setelah Mike Walls mantan kekasihnya." Thanks ya Do, sudah memberi tahu ku." Rey yang menepuk lengan Edo sahabatnya.


Begitu pula dengan Edo yang menepuk lengan Rey sebagai tanda persahabatan antar keduanya. " Jangan lupa, siap-siap, kita akan pergi ke Sydney Opera house." Edo yang beranjak dari tempat duduknya dan berjalan beriringan dengan Rey menuju kamar masing-masing.


" Yap, thanks Do." Sepanjang berjalan menuju kamar, membuka pintu dan berada di dalam kamar. Rey masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Edo. Selama ini Edo hanya memberi informasi kepadanya bahwa Jessica memiliki kekasih, Jessica telah putus dari kekasihnya. Hanya kabar kedua yang terakhir Rey dengar dari Edo. Setelah itu keduanya tidak saling berkomunikasi karena kesibukan masing-masing. Pekerjaan yang sama-sama segudang membuat keduanya tidak intens untuk menjalin komunikasi baik hanya lewat sambungan telepon maupun email.


Rey yang menatap wajah istrinya yang masih tertidur pulas. Mengecup keningnya lama berharap benar-benar hanya dia yang menjadi pelabuhan terakhir baginya. Dan merasa menyesal karena ternyata pilihan ayahnya adalah tepat baginya.


Elea yang terbangun dari tidurnya. Rey memeluknya erat dengan mata berkaca-kaca. Elea dibuat bingung olehnya. Namun dia tidak bisa berkata. Pelukan kuat yang sangat lama. " Mau sampai kapan Honey?"


Rey yang tersipu dan melepaskan pelukannya perlahan.


Keduanya lantas bangun dari tempat tidur dan siap-siap berangkat ke Sydney Opera House untuk memanjakan mata.


BERSAMBUNG